
Hari berganti waktu pun terus berlalu, hari demi hari kita lewati dengan penuh kebahagiaan.
Sungguh tidak menyangka kalau hidup ku akan sebahagia ini.
Dulu aku yang hanya tinggal bersama kakek dan nenek dan kita hanya hidup bertiga saja, kini aku hidup dengan banyak orang yang sangat menyayangi ku.
Dulu aku punya suami yang selalu menyakiti hati dan pisik ku, tapi sekarang aku punya suami yang sangat mencintai dan menjaga aku bahkan aku di jadikan ratu oleh nya.
Aku sudah tidak perduli dan tidak pernah bertemu lagi dengan mantan suami ku semenjak kejadian waktu lalu dan aku berharap tidak akan pernah bertemu dengan keluarga mereka lagi.
Dari awal bertemu dengan mas Ricard aku sudah di jadikan ratu, apalagi sekarang setelah lahir nya ke empat anak kita.
Kadang aku malu dengan keluarga mas Ricard, aku tidak diperbolehkan mengerjakan apapun walaupun itu cuma nyapu lantai.
Kadang aku bosan dengan hidup ku yang tidak bisa melakukan apa-apa, aku terus merayu suami dan mertua ku untuk mengizinkan aku melukis.
Dengan susah payah aku merayu dan meyakinkan mereka agar aku di izinkan, dan akhir nya aku di izinkan melukis dengan syarat hanya untuk keluarga saja.
Sebenar nya aku ingin mengembangkan bakat ku, tapi mas Ricard dan keluarga nya tidak memberikan izin kepada ku dengan alasan takut aku kecapean.
Aku bersyukur banget sudah di kelilingi orang yang menyayangiku, dan aku mengerti kenapa mereka melarang ku untuk mengerjakan apa pun bahkan melukis yang sudah menjadi hobi ku dari sekolah.
Akhirnya aku melukis hanya untuk keluarga saja, yang penting aku ada kegiatan di dalam kehidupan ku walaupun tidak selama nya.
Keluarga mas Ricard sangat menyayangi dan mendidik mereka dengan baik, hingga mereka kini tumbuh besar dan saling menyayangi satu sama lain nya.
Sedari kecil kita mengajarkan kepada ke tiga jagoan kita untuk selalu menyayangi dan menjaga adik bungsu nya yang perempuan.
Aku bahagia sekali melihat mereka akur dan saling menyayangi walaupun sesekali mereka berdebat.
__ADS_1
Perdebatan diantara adik kakak memang sudah biasa, tapi kita para orang tua selalu mengajarkan kepada mereka untuk tidak saling memusuhi.
Mereka pun kalau berdebat akhir nya tidak lama, paling lama mereka marahan tiga puluh menit saja, setelah itu mereka saling memaafkan kembali.
Seperti siang ini, dimana kalau hari minggu kita selalu mengadakan acara keluarga dengan cara berkumpul di rumah atau pun kita pergi makan ke luar.
Revzan menginginkan kita untuk pergi ke luar, tapi Izan menolak untuk keluar karena minggu depan ada ujian, dan Izan ingin belajar agar mendapatkan nilai terbaik di sekolah nya.
"Kak Izan ngga asik, masa hari libur pun belajar terus, keluar napa kita cari angin segar." Ucap Rezvan.
"Kakak kan harus belajar Rezvan, memang nya kamu, kerjaan kamu hanya main saja." Ucap Izan.
"Kata siapa kerjaan ku hanya main saja, aku juga belajar tapi ngga kayak kakak." Ucap Rezvan yang selalu melawan.
"Sudah lah kak, untuk kali ini mengalah saja, kita main saja dulu." Kata Rafendra.
Rafendra ini anak nya sedikit kalem seperti Izan, kalau Revzan sedikit petakilan dan pecicilan.
"Kakak, jangan teriak-teriak nak, kamu bicara baik-baik sama adik-adik kamu." Ucap ku yang berusaha menengahi.
"Lagian mereka berdua ini tidak mengerti mah, kakak kan minggu depan mau ujian, kakak harus banyak belajar karena kakak ingin mendapat nilai yang terbaik." Ucap Izan dengan wajah di tekuk nya.
Izan ini memang anak nya sangat pintar dan dia sudah mulai diajarkan tentang mengelola perusahaan oleh ke dua kakek nya.
Kedua kakek nya selalu bilang kalau Izan ini calon pengusaha dan penerus untuk perusahaan mereka.
Dan memang Izan ini ada bakat untuk jadi pengusaha seperti yang di harapkan oleh ke dua kakek nya.
Kalau Rezvan dia ngga pernah bilang mau jadi apa, dan dia ngga mau ambil pusing dengan itu semua, yang dia suka hanya bersenang-senang saja.
__ADS_1
Sedangkan Rafandra identik kepada kesehatan dan dia juga bercita-cita ingin menjadi seorang dokter yang hebat yang bisa menolong orang lain.
Sedangkan aku tidak terlalu memaksa mereka nanti nya mau jadi apa, aku serahkan kepada ke empat anak ku.
Walaupun mereka berbeda karakter, sifat dan cita-cita, tapi mereka ini sangat menyayangi dan sangat menjaga Yasmin adik perempuan satu-satu nya.
Mereka bertiga terus berdebat dan tidak ada yang bisa melerai nya, hanya satu orang yang bisa membuat mereka diam.
"Mah, pah, Yasmin sedih." Ucap Yasmin dengan wajah sedih nya.
Semua orang langsung menatap ke arah nya.
"Kamu sedih kenapa sayang?" Tanya mas Ricard sambil memeluk Yasmin.
Yasmin ini anak nya manja dan yang paling dekat dengan mas Ricard.
"Yasmin sedih kalau melihat ketiga kakak berantem." Ucap Yasmin.
"Tidak dek, kakak tidak berantem." Ucap Izan yang selalu peka terhadap adik nya.
"Tadi adek lihat kakak bertiga berantem."
Yasmin memang baru ikut gabung, karena dia memang baru bangun tidur siang.
"Bukan berantem adek, tapi tadi itu kita lagi berdebat, kan cerita nya kak Ezan ngajak kak Izan untuk pergi keluar, tapi kak Izan ngga mau, begitu." Ucap Rafandra.
"Kak Izan ini kan hari minggu, adek ingin main dan jalan-jalan ke mall, adek bosan di rumah terus." Rengek Yasmin.
"Ya sudah kalu gitu kita ke luar, tapi kalian jangan bikin rusuh dan jangan terlalu lama karena kakak harus belajar." Izan selalu mengalah kepada Yasmin bahkan semua kakak nya selalu mengalah.
__ADS_1
Akhir nya mereka berempat pun pergi jalan-jalan keluar, aku percaya kepada ketika jagoan ku kalau mereka selalu bisa menjaga adik bungsu nya.
Bibir ku tersenyum melihat mereka yang selalu kompak dan akur.