Dendam Seorang Istri

Dendam Seorang Istri
Perasaan Leo


__ADS_3

Lea tersadar dan mendorong dada Leo hingga Leo melepaskan cumbuan nya.


"Maafkan saya, saya sudah lancang." Ucap Leo.


"Kenapa bapak ambil ciuman pertama saya?" Tanya Lea sambil menyentuh bibir nya.


"Sudah saya bilang jangan panggil saya bapak, apa kamu mau saya cium lagi." Ucap Leo.


"Terus saya harus panggil apa?" Lea bingung dengan ucapan Leo.


"Sayang." Ucap Leo sambil tersenyum.


"Sa_yang? Tapi kan bapak eh em maksud saya, anda kan bukan pacar saya, kenapa saya harus manggil anda dengan panggilan sayang." Lea masih canggung dengan Leo.


"Kalau begitu mulai sekarang bagaimana kalau kita pacaran, mau kan kamu jadi kekasih saya?"


"What maksud pak Leo ini dia nembak aku kah?" Gumam bathin Lea.


Leo menatap Lea, dia menunggu jawaban dari Lea yang belum memberikan jawaban nya.


"Bagaimana? Atau kamu sudah mempunyai pasangan?" Tanya Leo dengan hati sedikit sedih.


"Bapak nembak saya? Apa begini cara seorang pria nembak seorang perempuan?" Lea kaget dengan ucapan Leo yang tidak ada romantis-romantis nya.


"Jadi kamu mau yang romantis, baiklah sebentar." Ucap Leo lalu keluar dari dalam mobil.


Leo menghampiri segerombolan anak muda yang sedang main gitar.


"Mau kemana sih dia itu, bukan nya merayu atau membuat hati ku meleleh, ini malah main pergi saja." Gumam Lea.


"Maaf menganggu, apa boleh saya pinjam gitar nya, saya mau menyatakan perasaan saya pada wanita yang bersama saya." Ucap Leo setelah berada di depan para anak muda itu.


"Boleh om, memang wanita nya ada di dalam mobil itu ya?" Tanya salah satu pemuda.


"Iya dia ada di sana, saya sudah mengatakan nya barusan tapi kata dia saya ngga romantis."


"Ya benar kata wanita itu, nih ya om sekarang om beli tuh bunga di toko itu, lalu om nyanyikan lagu tentang perasaan om ke dia, nanti om berlutut di depan nya, saya yakin hati wanita yang om taksir akan meleleh dan akan menerima om sebagai kekasih nya." Ucap pemuda itu.

__ADS_1


"Begitu ya? Baiklah kalau begitu, tolong belikan bunga nya." Ucap Leo sambil memberikan beberapa lembar uang seratus ribuan.


"Katanya ngajak bertemu dengan mbak Yola, tapi malah main gitar sama anak-anak itu." Gumam Lea.


Lea berpikir dari pada melihat Leo yang sedang berkumpul ngga jelas dengan beberapa anak muda mendingan scrol salah satu aplikasi di ponsel nya.


Anak-anak muda itu kini sudah memegang satu tangkai bunga mawar, sedangkan Leo mulai memetik gitar nya dan mulai bernyanyi.


Leo menyanyikan lagu romantis untuk Lea, Leo memang bukan penyanyi tapi suara nya juga ngga terlalu jelek, sedikit fals ngga jadi masalah yang terpenting dirinya sudah berani mengungkapkan perasaan nya di depan umum kepada Lea.


Dengan seiring nya gitar di petik, Leo pun mulai mengumandang kan lagu dari Andmesh kamaleng yang berjudul cinta luar biasa.


Lea yang sedang fokus ke layar ponsel nya langsung mengangkat kepalanya dan melihat ke arah Leo yang sedang bernyanyi sambil menatap dirinya, sedangkan para pemuda berjajar menanti Lea keluar dari dalam mobil.


"Apa lagu itu untuk ku?" Gumam bathin Lea.


Lea kaget karena ada seorang pemuda yang membuka pintu mobil nya.


"Silahkan mbak, lagu ini khusus untuk mbak dari orang yang sangat mencintai mbak." Ucap pemuda itu dan mempersilahkan Lea untuk keluar.


Lea merasa tersanjung dengan perlakuan Leo, entah ada dorongan darimana, Lea menuruti apa yang di ucapkan pemuda itu.


Lea berdiri sambil menatap Leo yang sedang bernyanyi sampai Leo menyelesaikan lagu nya.


Setelah selesai bernyanyi, seorang pemuda mendekati Leo dan memberikan sebuket bunga dan mengambil gitar nya.


Salah satu pemuda diantara mereka sedang mengabadikan kejadian ini lewat ponsel Leo atas permintaan Leo sendiri.


Leo mengambil buket bunga tersebut lalu berlutut di depan Lea.


"Lea, semenjak aku melihat kamu waktu itu, sebenar nya aku sudah punya rasa untuk mu, tapi aku selalu menepis nya karena ngga mungkin aku akan mendapatkan wanita secantik kamu, tapi dengan seiring nya waktu dan kebersamaan kita, aku merasa sangat yakin kalau kamu adalah wanita yang akan menjadi pendamping ku selama nya, Lea aku mencintai kamu, maukah kamu menjadi kekasih ku?" Ucap Leo yang masih berlutut sambil memegang bunga.


Para pemuda langsung berteriak-teriak agar Lea menerima nya.


"Terima, terima." Para pemuda itu terus menerus menyuruh Lea untuk menerima Leo.


Lea melihat kearah para pemuda itu, dan mereka tersenyum sambil mengangguk kan kepala nya.

__ADS_1


Setelah Lea sedikit memikirkan dan menata perasaan nya tidak bisa di pungkiri kalau dirinya juga sudah mulai menyukai Leo.


Dengan perlahan Lea mengulurkan tangan nya dan mengambil buket bunga dari tangan Leo.


"Terima kasih dengan semua yang sudah di lakukan, aku tahu kita baru beberapa bulan saling kenal, tapi aku juga merasakan kalau aku nyaman jika berada di samping kamu, tapi kalau untuk berhubungan aku_." Lea menghentikan ucapan nya, dia masih meyakinkan hati nya antara menerima Leo atau tidak.


"Aku_" Leo sudah ngga sabar dengan kalimat selanjut nya dengan perasaan yang tidak tenang.


Para pemuda yang mengelilingi mereka berdua pun ikut tidak tenang, dan tidak sabar dengan kalimat selanjut nya.


"Aku akan mencoba nya." Ucap Lea yang membuat hati Leo sedikit tenang.


"Jadi kamu menerima cinta saya kan?" Leo ingin memastikan.


"Ya, aku terima cinta nya." Ucap Lea dengan jelas.


"Terima kasih Lea." Leo langsung berdiri dan memeluk erat Lea.


"Wah selamat om, apa aku bilang, pasti di terima." Ucap pemuda yang memberikan saran berteriak.


Lea dan Leo tersenyum mendengar teriakan pemuda itu.


Satu persatu para pemuda itu menjabat tangan Lea dan Leo memberikan ucapan selamat.


"Terima kasih ya guys, ini semua berkat kalian, jadi untuk merayakan nya bagaimana kalau kalian saya traktir makan." Ucap Leo.


"Ngga usah om, terima kasih, kita semua sudah pada makan kok dan lagian kita ikhlas kok membantu om."


"Begini saja, bagaimana kalau besok pas makan siang, kalian datang ke restoran xxxx, silahkan kalian makan sesuka kalian semua nya gratis." Ucap Leo.


"Itu kan restoran mewah?" Ucap seorang pemuda.


"Ngga apa-apa, pokok nya kalian saya tunggu besok siang jangan sampai pada ngga datang, oke." Ucap Leo.


"Oke om, besok kita akan datang kesana."


"Baiklah kalau begitu saya pamit dulu, besok di tunggu."

__ADS_1


Lea dan Leo pun pergi meninggalkan para pemuda itu dengan perasaan yang sangat bahagia.


__ADS_2