Dendam Seorang Istri

Dendam Seorang Istri
Tidak Perduli


__ADS_3

Sementara di rumah Leo sedang banyak orang dan ramai untuk mempersiapkan acara pernikahan Yola dan Ricard, beda lagi dengan di rumah nya Bagas.


Elena kini mengurus bayi nya dan ngurus Bagas yang tidak bisa melakukan apa-apa.


Bagas belum menjelaskan apa yang sudah terjadi kepada diri nya karena waktu itu Elena melahirkan dan dirinya pun di rawat.


Kini Bagas memang sudah pulang dari rumah sakit karena memang terhalang biaya, jadi Bagas di urus sama Elena.


Elena sudah memberi tahukan kedua orang tua Bagas dan mereka kini sedang berada di jalan menuju rumah nya.


Elena semakin terpuruk dengan keadaan, semakin hari keuangan semakin menipis, sedangkan kebutuhan rumah tangga semakin meningkat apalagi dengan kondisi suami nya yang seperti sekarang.


"Mas, sebenar nya apa yang sudah kamu perbuat sehingga kamu menjadi seperti sekarang?" Tanya Elena dengan wajah ketus nya.


Elena kesal dengan kehidupan nya yang sekarang.


"Nanti mas jelaskan kalau papah sama mamah sudah sampai, biar cerita nya ngga mas ulang-ulang." Jawab Bagas.


"Mas, susu Rena habis, uang sudah menipis, sedangkan kebutuhan masih panjang ke depan nya, memang nya pihak kantor tidak memberikan kamu kerjaan apa biar di kerjakan di rumah, biar aku nanti yang akan membantu kerjaan kamu."


Bagas hanya diam mendengar semua ocehan dari Elena, dia bingung harus mulai dari mana.


Tangisan Rena putri nya Bagas sangat nyaring dan membuat Elena semakin kesal di buat nya, sudah lah pusing dengan keadaan, pusing juga melihat kondisi Bagas yang sekarang di tambah Rena putri nya yang terus-terusan menangis.


"Kenapa kamu membiarkan cucu mamah menangis." Teriak bu Elsa sambil menggendong Rena.


"Mamah." Ucap Bagas dan Elena bersamaan.

__ADS_1


Pak Samba menatap Bagas yang sedang terbaring dengan gift di tangan dan kaki nya, mata pak Samba sedikit berkaca-kaca melihat keadaan anak nya.


"Pah, maaf kan Bagas." Ucap Bagas sambil menatap pak Samba.


"Nak, kenapa kamu jadi seperti ini? mamah kira kamu hanya luka ringan saja." Ucap bu Elsa sambil menggendong Rena.


Sedangkan Elena hanya diam dengan tatapan kosong nya.


"Papah sama mamah sudah sampai mas, sekarang kamu ceritakan apa yang sudah kamu lakukan sehingga kamu menjadi seperti ini." Ucap Elena yang sudah tidak sabar dengan cerita dari suami nya.


Kini pak Samba dan bu Elsa serta Elena sudah duduk di samping tempat tidur Bagas, Rena masih anteng di gendong bu Elsa.


Bagas menggeser tubuh nya agar bisa bersandar ke kepala ranjang di bantu oleh Elena.


Bagas menghembuskan nafas nya dengan kasar, Bagas siap menerima konsekuensi nya.


"Sebelum nya aku minta maaf pada kalian semua, mungkin aku sudah mengecewakan semua nya, terutama kamu sayang, waktu itu kami melakukan meeting di kantor, aku kira mau membahas soal pekerjaan, ternyata kita semua hanya jadi saksi serah terima perusahaan, perusahaan mas yang diambil alih oleh pak Ricard ternyata di berikan kepada Yola, mas merasa tidak terima dan ingin merebut kembali perusahaan mas, Caca teman kerja mas menyuruh mas untuk melakukan penculikan kepada Yola."


"Apa maksud kamu Bagas." Ucap pak Samba dengan wajah emosi nya.


"Maaf kan aku pah, dan bodoh nya aku tanpa memikirkan ke depan nya aku pun menculik Yola dan ingin mem per ko sa nya."


"Ba ji ngan kamu mas, apa pelayanan aku kurang sehingga kamu mau melakukan hal yang tidak terpuji." Teriak Elena sambil menangis.


Elena ngga habis pikir dengan apa yang sudah di lakukan suami nya itu, yang beberapa hari ini dia bilang ingin merubah hidup nya dan mau berbuat baik, tapi sekarang apa yang di perbuat suami nya sungguh di luar nalar.


"Maaf kan aku sayang, aku gelap mata." Ucap Bagas dengan wajah menyesal nya.

__ADS_1


"Jadi kamu menculik Yola dan mau mem per ko sa nya? Terus pak Ricard tahu dan menghabisi kamu hingga keadaan kamu seperti sekarang." Pak Samba marah besar kepada Bagas.


"Kenapa kamu melakukan itu nak? apa kejadian kemarin tidak cukup membuat kamu bertobat." Bu Elsa yang sudah mulai berubah sangat kecewa dengan apa yang sudah di lakukan oleh Bagas anak nya.


"Aku kecewa sama kamu mas." Ucap Elena lalu mengambil koper dan memasukan semua baju dirinya dan baju Rena.


"Sayang, maafkan mas, mas mohon kamu jangan tinggalkan mas." Ucap Bagas memohon.


Elena tidak mendengar ucapan suami nya yang sedang memohon, dia terus memasukan semua baju nya sambil menangis, dia sangat kecewa dengan suami nya itu.


Semenjak kejadian di restoran waktu itu yang menyebabkan perusahaan Bagas jatuh ke tangan Ricard, mamah Elsa dan Elena sudah mulai berubah lebih baik dan tidak mau lagi melakukan kejahatan.


"Papah sudah bilang sama kamu semenjak kejadian yang waktu itu, kenapa papah melarang mamah tinggal sama kamu, ini yang papah takutkan, tapi ternyata memang kesalahan semua nya berawal dari kamu, sekarang terima balasan nya, dan mulai sekarang urus diri kamu sendiri, papah sudah ngga mau ngurus kamu lagi." Teriak pak Samba dengan emosi.


"Maaf kan aku pah." Lagi-lagi Bagas meminta maaf.


"Mah, sini biar Rena sama aku, maaf aku sudah tidak bisa bersama mas Bagas lagi, dan Rena biar aku yang membesarkan nya." Ucap Elena sambil mengambil Rena dari tangan mamah Elsa.


Elena membawa Rena dan sebuah koper pergi meninggalkan rumah Bagas tanpa melirik lagi ke arah Bagas.


"Mamah kecewa sama kamu, bukan kah kamu kemarin sudah berjanji akan selalu berbuat baik ke depan nya, urus diri mu sendiri." Ucap mamah Elsa lalu berlari mengejar Elena.


Pak Samba menatap Bagas dengan tatapan marah, pak Samba sudah ngga mau bicara lagi dengan Bagas dan pergi meninggalkan Bagas sendirian menyusul istri nya.


"Sayang, jangan tinggalkan mas, papah, mamah maaf kan Bagas." Bagas terus berteriak memanggil kedua orang tua dan istri nya, tapi mereka tidak ada satu pun yang perduli lagi.


Bagas menangis meratapi nasib nya, hidup nya kini benar-benar hancur, perusahaan yang memang sudah tidak bisa di dapatkan nya lagi, ke dua orang tua dan istri nya sudah tidak memperdulikan nya lagi, mulai sekarang Bagas harus berjuang hidup untuk dirinya sendiri.

__ADS_1


Bagas dengan keterbatasan nya saat ini harus berjuang sendiri menjalani hidup ke depan nya.


Elena yang ingin pergi membawa Rena pun kini sudah berada di mobil mertua nya, karena mamah Elsa memaksa Elena untuk ikut bersama mereka, bagaimana pun Elena dan Rena adalah tanggung jawab Pak Samba dan mamah Elsa.


__ADS_2