
[ Pov Ricard ]
Ricard terus menatap ke arah cafe, lalu dia mencari topi dan kacamata nya.
"Ini dia yang kucari." Gumam Ricard sambil mengambil topi dan kaca mata nya.
Begitu Ricard keluar dari mobil, dia melihat Elena dan mertua nya masuk ke dalam cafe tersebut.
"Mau ngapain mereka kesini? Apa mereka mau menyerang Yola lagi, tidak! Aku tidak akan membiarkan Yola menderita." Gumam Ricard lalu melemparkan kembali topi dan kacamata nya ke dalam mobil.
Dengan langkah yang pasti Ricard masuk ke dalam cafe tersebut, ke dua matanya terus menatap kedua wanita yang sudah menghancurkan Yola.
Terlihat oleh Ricard kalau mereka sedang berdebat, tanpa mau ikut campur Ricard terus memperhatikan mereka.
Terlihat oleh Ricard kalau ibu nya Bagas melayangkan tangan nya ke arah pipi Yola, tapi dengan gerakan cepat Ricard langsung berlari dan menahan tangan nya.
"Jangan coba-coba berani menyentuh calon istri ku." Ucap mas Ricard sambil menahan tangan mamah Elsa lalu menghempaskan nya.
Mas Ricard membuka topi dan kaca mata nya lalu melemparkan nya ke atas meja.
*******
Kami semua terus berdebat, aku sangat sakit hati ketika mendengar ucapan dari mas Bagas yang dibandingkan dengan makanan sisa.
Ku lihat wajah mas Ricard sudah memerah karena menahan amarah nya.
"Maksud anda? anda bisa bilang kalau saya hanya pelayan yang pantas mendapat makanan sisa? Anda lebih parah menurut saya, anda bagaikan se ekor an ji ng yang suka menjilat air liur nya sendiri." Ucap mas ricard dengan penuh emosi.
"Hai! Jaga mulut kamu, kamu ngga pantas mengucapkan kata-kata kasar terhadap seorang ceo perusahaan xxxx, kamu tahu kan perusahaan itu? kami ini pemilik nya dan sebentar lagi perusahaan kami akan bekerja sama dengan perusahaan xxxx dan kamu tahu kan artinya apa? Kamu akan saya tuntut atas penghinaan ini." Ucap mamah Elsa.
__ADS_1
Ku lihat mas Ricard hanya tersenyum menanggapi semua omongan dari mas Bagas.
"Saya tidak takut, dan saya menunggu tuntutan dari kalian semua." Ucap mas Ricard.
"Kenapa kamu bilang seperti itu mas, kalau kamu benar-benar di tuntut bagaimana?" Gumam ku di dalam hati, sebenar nya aku takut kalau mereka benar-benar menuntut mas Ricard, bagaimana pun mas Ricard pasti akan kalah karena kedudukan mas Bagas yang lebih tinggi dari mas Ricard.
"Brengsek kamu, kamu boleh bicara seperti itu, tapi semua yang aku katakan itu memang benar, karena aku dan Yola sudah melakukan nya beberapa kali, dan asal kamu tahu dia itu mantan saya, jadi benar dong yang saya katakan kalau kamu hanya menerima barang bekas." Ucap mas Bagas tanpa menghiraukan perasaan ku.
"Plak!" Aku menampar nya, karena aku sudah ngga tahan dengan segala ucapan nya, dari dulu dia selalu menghina ku, dan bahkan sampai hari ini di depan semua orang dia menghina ku dan mengatakan kalau aku ini adalah sampah.
Mereka semua menatap ku, mungkin mereka ngga menyangka kalau aku akan melakukan hal itu kepada mas Bagas.
"Kamu!" Teriak mas Bagas sambil menunjuk ke arah muka ku.
"Apa! kamu jangan bicara sembarangan ya mas." Teriak ku.
"Bicara sembarangan? Aku tidak bicara sembarangan, sekarang kamu tentukan mau jadi istriku lagi dan rahasia kita aman, atau memilih bersama pelayan miskin itu." Ucap mas Bagas yang selalu membuat aku sakit hati.
"Bagas, apa-apa an kamu ini? Mamah tidak setuju kalau wanita itu kembali menjadi istri kamu, dan kalau sampai kamu menikahi nya kembali, maka kamu siap-siap menjadi gelandangan." Mamah Elsa mengancam mas Bagas.
"Bagaimana? Apa kamu siap menjadi istri ku kembali sayang?" Mas Bagas tidak menghiraukan ucapan istri dan ibu nya.
"Maaf aku bukan se ekor an ji ng yang suka menjilat air liur nya sendiri, aku lebih baik menikah dengan mas Ricard yang hanya seorang pelayan restoran tapi menghargai wanita, di banding kamu an ji ng yang berdasi yang tidak pernah menghargai wanita." Ucap ku sambil memeluk erat tubuh mas Ricard.
"Ternyata kamu mau main-main dengan saya rupa nya, apa kamu lupa siapa saya?" Ucap mas Bagas dengan penuh kesombongan.
"Maaf saya tidak mau mengingat tentang anda, karena di dalam hidup ku sekarang yang aku ingat hanya calon suami ku seorang." Aku sengaja membuat nya emosi.
Mas Ricard menatap ku lalu mencium ku sebentar.
__ADS_1
Terlihat wajah mas Bagas memerah karena menahan amarah nya.
"Bagas stop, kamu jangan mempermalukan keluarga besar kita, untuk apa kamu meminta nya kembali sedangkan dia dulu sudah berselingkuh dengan pelayan ini." Ucap mamah Elsa.
"Maaf, saya mohon kalian tidak membuat keributan di sini, karena pengunjung lain akan merasa terganggu." Ucap salah satu pelayan dengan sopan.
"Diam kamu! Kamu sama dia sama saja, kalian hanya pelayan restoran saja sudah ngatur-ngatur." Teriak mamah Elsa membuat pelayan itu sedikit ketakutan.
Entah apa yang di bisik kan mas Ricard kepada pelayan restoran itu sehingga pelayan itu pergi dan tidak melarang perdebatan kami lagi.
"Saya memang seorang pelayan restoran, tapi kelakuan saya lebih baik dari kelakuan anak anda." Ucap mas Ricard.
Aku melihat ke sekitar cafe, semua pengunjung melihat kearah kita yang sedang berdebat.
"Mas, sudah lah jangan di ladeni, malu di lihat orang." Ucap ku kepada mas Ricard.
"Masih punya rasa malu rupanya." Ucap mamah Elsa dengan wajah sinis nya.
"Walaupun kedudukan kita tidak tinggi seperti anak anda, tapi setidak nya kita berdua masih punya rasa malu di bandingkan kalian semua nya." Ucap ku lalu menarik tangan mas Ricard untuk pergi meninggalkan mereka semua.
"Ayo mas kita pergi saja dari sini, buat apa berdebat sama mereka terus." Ucap ku.
Aku dan mas Ricard membalikan tubuh dan melangkah kan kaki untuk meninggalkan mereka semua nya, tapi suara mas Bagas menghentikan langkah kita berdua.
"Mau kemana kalian berdua? Masalah kita belum selesai dan saya tidak mengizinkan kalian untuk pergi dari sini." Ucap mas Bagas.
"Apa hak anda melarang kita berdua pergi? Saya bukan siapa-siapa anda lagi." Aku dan mas Ricard kembali melangkahkan kaki dan tidak mau menghiraukan mereka lagi.
"Selangkah lagi kalian meninggalkan tempat ini, saya akan putar dan membagikan video adegan ranjang kita berdua ke media sosial." Ancam mas Bagas membuat semua pengunjung cafe yang mendengar nya langsung berasumsi dengan pikiran mereka masing-masing.
__ADS_1
Aku menghentikan langkah ku dan menatap ke arah mas Ricard, terlihat mas Ricard hanya tersenyum lalu mengangguk.