
Kini aku sudah berada di rumah nya mas Ricard, kak Leo dan Lea ikut mengantarkan aku.
Di rumah mas Ricard aku sangat di terima dengan baik oleh ke dua orang tua nya.
"Sayang, akhir nya mamah ada teman nya." Ucap mamah mertua sambil memeluk ku.
"Teman apa mah, yang ada Yola juga bakal di tinggal mamah praktek." Ucap Mas Ricard.
"Ya kalau mamah sudah pulang kan mamah jadi ada teman nya, kalau kemarin kan mamah pulang ngga ada siapa-siapa, papah sering keluar kota, punya anak satu-satu nya tidak pernah pulang ke rumah." Ucap mamah dengan raut wajah sedih nya.
"Mamah ngga usah sedih lagi, sekarang ada aku yang akan menemani mamah, kalau anak mamah ini ngga pulang biarin saja mah, kita bisa berduaan terus." Ucap ku sambil memeluk mamah dari arah samping.
"Mau nya kamu, aku akan pulang setiap hari kok mah."
"Sekarang pasti pulang setiap hari mah, jangan kan sampai ngga pulang, telat pulang saja sudah pasti akan tidur di luar." Ucap papah sambil tersenyum.
"Benar pak, bu, saya yakin mulai sekarang bos Ricard akan selalu pulang dan pulang nya pun pasti ngga bakal telat sama sekali." Ucap kak Leo.
"Jangan jadi kompor lo." Ucap mas Ricard sambil melempar kan bantal sofa kepada kak Leo.
Semua orang tertawa melihat kelakuan mereka berdua.
Aku sangat bahagia sekali berada di tengah-tengah mereka saat ini, dulu sewaktu dengan mas Bagas, jangankan untuk di peluk dan bercanda seperti ini, di sapa saja bisa di hitung dengan jari, dan bahkan aku yang banyak bertanya dari pada mereka.
*********
__ADS_1
Kini aku sudah berada di dalam kamar nya mas Ricard, kamar yang luas dan rapih membuat aku merasa nyaman berada di dalam kamar nya.
Aku menatap langit yang indah dengan dihiasi bintang yang bertaburan, aku ngga menyangka akan berada di rumah besar seperti ini.
Aku dulu sempat bermimpi ingin mempunyai sebuah keluarga yang bahagia dan keluarga yang menerima aku dengan lapang dada.
Sewaktu bersama mas Bagas aku sempat merasa mimpi ku itu tidak akan pernah terwujud sampai kapan pun, tapi Tuhan memang maha adil.
Sekarang aku di terima oleh keluarga kaya raya dan juga baik yang menerima aku apa ada nya.
Aku menikmati keindahan Tuhan sendirian di atas balkon karena mas Ricard masih berbincang dengan orang tua nya.
Aku memilih sendiri di kamar karena aku mengerti kalau ke dua orang tua nya kangen sama anak nya dan ingin berbincang karena mereka jarang berkumpul.
**********
Ricard yang dengan serius mendengar semua petuah dari papah nya mengangguk tanda mengerti.
"Iya pah, aku akan selalu menjaga dan menyayangi nya dan aku juga tidak akan pernah mengungkit masa lalu nya, dan asal papah dan mamah tahu ternyata Yola masih pe ra wan." Ucap Ricard dengan bibir tersenyum.
"Apa! Kok bisa?" Tanya bu Mesti dengan tatapan kaget nya.
"Iya pah, mah, jadi selama Yola menikah dengan si Bagas itu, ternyata mereka belum pernah sama sekali tidur bareng, Bagas merasa jijik dan tidak mau berdekatan dengan Yola, jangan kan untuk tidur bersama untuk mendekati saja Bagas tidak mau, jadi Yola itu status nya memang janda tapi dia masih pe ra wan." Ucap Ricard.
"Papah ikut bahagia mendengar nya, maka dari itu sayangi dan selalu jaga istri mu seperti dia menjaga ke sucian nya."
__ADS_1
"Baik pah, aku akan selalu menjaga nya seperti papah yang selalu menjaga mamah."
"Ya sudah, sekarang kamu istirahat saja, biar mamah dan papah cepat punya cucu." Ucap bu Mesti dengan penuh harap.
"Benar kata mamah kamu, susul istri kamu." Ucap pak Anwar.
"Mamah janji kalau istri kamu hamil, mamah tidak akan pergi ke rumah sakit lagi kecuali ada panggilan darurat dari pihak rumah sakit, mamah akan buka praktek di rumah, selain mengobati pasien mamah juga bisa sekalian menjaga anak menantu mamah." Ucap bu Mesti dengan bibir tersenyum.
"Baiklah pah, mah, do*a kan Yola biar cepat hamil, aku ingin punya banyak anak."
"Papah dan mamah selalu mendo*a kan kamu sayang."
Ricard pun pergi meninggalkan ke dua orang tua nya dan masuk ke dalam kamar nya.
"Semoga Yola cepat hamil ya pah, mamah sangat berharap dia memberikan kita cucu." Ucap bu Mesti sambil menatap punggung Ricard.
"Papah juga berharap seperti mamah, tapi mamah jangan terlalu mendesak mereka juga, biarlah kita ikuti skenario dari Tuhan, apalagi kan mamah tahu keturunan kita itu susah sekali untuk mendapatkan keturunan." Pak Anwar tidak mau istri nya kecewa, maka dari itu pak Anwar mengingatkan akan hal itu.
"Iya pah, tapi mamah akan terus memberikan Yola vitamin dan penyubur kandungan."
"Terserah mamah, mamah kan dokter nya di sini, mamah pasti lebih tahu mana yang baik dan mana yang tidak, oh iya mah kalau Yola hamil papah juga mau pensiun, papah mau menghabiskan masa tua papah bersama cucu-cucu papah, papah ingin menghabiskan banyak waktu di rumah saja." Ucap pak Anwar.
"Semoga secepat nya ya pah kita punya cucu, mamah juga ingin selalu berkumpul."
"Ya sudah kita berdo*a saja mah, biar mereka berdua yang kerja keras." Ucap pak Anwar.
__ADS_1
"Kita juga istirahat saja yuk pah." Ajak bu Mesti.
Pak Anwar dan bu Mesti pun masuk kamar untuk beristirahat.