
"Stop, kamu jangan memukul suami saya lagi, saya akan laporkan kamu pelayan miskin." Teriak Elena yang tidak tega melihat suami nya di pukuli.
"Dasar pelayan miskin, tidak tahu diri, kamu tahu kan siapa yang sedang kamu pukuli itu." Teriak mamah Elsa sambil menarik-narik baju mas Ricard.
Karena aku kaget dengan apa yang di lakukan oleh mas Ricard, bukan nya melerai aku malah menatap tanpa berkedip.
Setelah mendengar teriakan dari mantan mertua dan juga istri mas Bagas, aku baru tersadar.
"Mas Ricard stop, jangan kotori tangan mas dengan perilaku seperti ini, aku ngga mau mas di penjara." Ucap ku sambil memeluk erat tubuh mas Ricard dari belakang.
Tangan mas Ricard yang kembali melayang langsung berhenti ketika dia mendengar teriakan aku.
Aku menangis di balik punggung mas Ricard, aku membayangkan kalau mas Ricard masuk dalam penjara.
Terasa kalau mas Ricard membalik kan tubuh nya lalu memeluk erat tubuh ku.
"Kamu tenang ya sayang, ngga akan ada yang terjadi sama mas." Ucap mas Ricard lalu mencium seluruh wajahku.
β"Mas kamu bisa di penjara dan kamu pasti dipecat sama kak Leo, aku ngga mau melihat kamu sengsara mas." Ucap ku sambil terus menangis.
"Ngga akan ada yang berani memasukan mas ke dalam penjara." Ucap mas Bagas menenangkan aku.
"Siapa bilang?" Tanya mas Bagas dengan darah yang menetes di bibir nya.
"Sebelum saya memasukan kamu ke dalam penjara, rasakan ini." Teriak mas Bagas sambil melayang kan tangan nya dan hampir saja mengenai wajah mas Ricard, tapi tangan kak Leo dengan gerak cepat menangkis tangan nya mas Bagas lalu melayangkan pukulan nya ke wajah mas Bagas.
Para wanita yang melihat adegan pertengkaran mas Bagas, mas Ricard dan kak Leo pun hanya berteriak.
"Bugh!" Sebuah pukulan keras dari kak Leo mengenai rahang nya mas Bagas membuat mas Bagas berteriak kesakitan.
__ADS_1
"Bagas."
"Mas Bagas."
Teriak mamah Elsa dan Elena secara bersamaan.
"Jangan kan untuk menyentuh wajah nya, untuk menyentuh kulit nya saja aku tidak akan membiarkan mu, dan perlu kamu ketahui brengsek, orang yang akan kamu lukai itu adalah orang yang akan membuat kamu hancur." Ucap kak Leo dengan sangat jelas dan membuat aku sedikit bingung dengan perkataan nya.
"Memang nya seorang pelayan miskin seperti dia bisa apa?" Ucap mas Bagas sambil menahan rasa sakit di wajah nya.
Mamah Elsa dan Elena memegang dan menahan mas Bagas agar mas Bagas tidak terjatuh karena menahan rasa sakit di tubuh nya.
"Kamu lihat baik-baik orang yang kamu bilang miskin ini, dan coba kamu bandingkan dengan yang ini." Teriak kak Leo sambil memperlihatkan ponsel nya.
Aku sangat penasaran dengan apa yang di perlihatkan kak Leo kepada mas Bagas.
"Sudah lah Bagas, orang miskin jangan kamu ladeni lagi, lebih baik kita laporkan perlakuan mereka ini." Ucap mamah Elsa.
"Apa! Ja_jadi mas Ricard itu pemilik perusahaan xxxx, kalau begitu mas Ricard ini bos ku." Gumam ku sambil menatap mas Ricard.
"Kamu hanya menggertak saja kan tuan Leo? Dan satu hal yang harus kamu tahu tuan, aku tidak akan takut dengan gertakan dari kalian." Ucap mas Bagas masih dalam keadaan emosi.
"Oh, jadi anda tidak percaya kalau saya ini pemilik perusahaan xxxx? Baiklah kalau begitu, Ratih pastikan semua cabang perusahaan kita mencabut semua kerja sama dengan perusahaan nya." Ucap mas Ricard membuat ku kaget, ternyata mbak Ratih sudah tahu kalau mas Ricard ini bos di perusahaan.
"Baik bos." Ucap mbak Ratih yang tidak menoleh ku sama sekali, mungkin mbak Ratih merasa ngga enak dengan ku karena dia ikut andil menyembunyikan status mas Ricard.
Aku melirik ke arah kak Leo dan juga Lea, aku melihat kalau Lea tidak berani menatap ku juga sama dengan mbak Ratih.
"Apa mereka semua sudah tahu kalau mas Ricard ini pemilik perusahaan xxxx tempat ku bekerja? Bahkan Lea sahabat ku sendiri sudah tahu, jadi diantara mereka hanya aku yang tidak tahu, sungguh bodoh nya aku ini." Gumamku di dalam hati, aku merasa sudah di bodohi oleh mereka semua.
__ADS_1
Aku kesal, marah dan kecewa kepada meraka, padahal aku sudah beberapa bulan bekerja di perusahaan xxxx, dan baru kali ini aku mengetahui kebenaran nya.
"Mas,." Aku bingung harus bicara apa dan hanya memanggil nya saja.
"Nanti mas jelaskan setelah semua masalah selesai." Ucap mas Ricard sambil menatap ku, jari telunjuk nya dia tempelkan di bibir ku membuat aku kembali terdiam.
Terdengar suara ponsel mas Bagas berdering membuat kita semua menatap nya.
"Apa! Tidak! Ini tidak mungkin, jadi benar kamu itu tuan Ricard pemilik perusahaan xxxx? Tuan saya mohon maafkan semua yang sudah saya lakukan kepada tuan." Ucap mas Bagas sambil bersimpuh di hadapan mas Ricard.
"Bagas."
"Mas Bagas.'
Teriak mamah Elsa dan Elena bersamaan, mereka berdua tidak terima dengan apa yang dilakukan mas Bagas.
"Kenapa kamu merendahkan diri kamu sendiri, yang salah itu wanita mu ra han itu, bukan kamu, ayo bangun sekarang." Ucap mamah Elsa.sambil menarik tangan mas Bagas.
"Cukup mah, mamah jangan menghina nya lagi, dia itu calon istri nya tuan Ricard pemilik perusahaan xxxx, dan cabang perusahaan nya barusan memutuskan kerja sama nya dengan perusahaan kita, dan kalau semua nya memutuskan kerja dengan perusahaan kita, maka kita sekarang bangkrut dan hancur mah." Ucap mas Bagas.
"Apa! Tidak! Ini semua tidak mungkin, mamah akan meminta bantuan kepada papah kamu." Ucap mamah Elsa.
Tapi belum juga mamah Elsa menghubungi suami nya, ponsel nya berdering .
"Apa! Jadi semua nya benar? Tuan, maafkan semua yang sudah kami lakukan kepada anda, saya mohon jangan memutuskan kerja sama dengan perusahaan kami, saya mohon tuan." Ucap mamah Elsa sambil ikut bersimpuh di depan mas Ricard.
"Tuan saya mohon maafkan kami, apa tuan tidak kasihan dengan saya yang sedang hamil ini." Ucap Elena sambil kedua tangan nya dia satukan di atas dada memohon.
"Kemana kesombongan dan keangkuhan yang kalian perlihatkan tadi? Makanya jadi orang jangan suka menilai orang dari luar nya saja." Ucap kak Leo.
__ADS_1
"Tuan maafkan kami tuan saya mohon." Mereka bertiga terus memohon kepada mas Ricard dan kak Leo.
"Baik, saya akan memaafkan kalian, tapi saya tetap akan memutuskan kerja sama semua cabang perusahaan saya." Ucap mas Ricard dengan tegas.