
Tidak berapa lama mobil Leo memasuki halaman rumah nya.
"Ini rumah kamu mas?" Tanya Leo yang tanpa sadar dengan panggilan nya.
"Adem banget mendengar nya kalau begini." Ucap Leo sambil tersenyum.
"Apa sih." Lea terlihat merasa malu setelah sadar dengan panggilan yang dia berikan kepada Leo.
"Sudah ngga usah malu-malu mas senang dengar nya, ya sudah kita turun."
Leo dan Lea masuk dengan bibir tersenyum, raut wajah mereka berdua terlihat sangat bersinar karena senyuman yang terus mengembang di kedua nya.
Mereka berdua langsung saling melirik ketika melihat ada seorang perempuan yang sedang tidur di atas paha nya Ricard.
Lea sangat marah dengan apa yang sudah Ricard lakukan, Lea ngga menyangka kalau Ricard juga akan menyakiti Yola.
"Hai, kalian berdua sedang apa? dimana Yola." Teriak Lea dengan sangat kencang sehingga membuat Ricard dan aku terbangun.
Aku bangun dan langsung duduk sambil merapihkan rambut ku yang kusut, sedangkan Ricard hanya mengusap wajah nya.
"Bos, kamu tega menyakiti Yola, aku ngga nyangka kalau anda hanya memberikan harapan palsu kepada nya."
"Sekarang katakan dimana Yola, ngapain kalian berdua di sini, dari awal saya sudah merasa kalau kamu hanya mempermainkan Yola, aku tidak akan tinggal diam dengan kelakuan kalian, sekarang kalian berdua pergi dari rumah ini." Teriak Lea.
Leo hanya diam melihat kemarahan Lea, tapi dirinya di buat sedikit tersenyum ketika mendengar Lea mengusir mereka berdua seakan-akan ini rumah nya sendiri.
"Mereka berdua tidak mengenali Yola rupanya, baiklah aku kerjain aja sekalian." Gumam bathin Ricard.
Ricard kesal dengan kedua nya karena sudah membuat tidur nya terganggu.
"Kalian mencari Yola, susul saja ke Singapoera, dia masih di sana dan ngga mau kembali, jadi buat apa saya menunggu orang yang ngga mau kembali sama saya." Ucap Ricard sambil melirik ke arah ku.
Aku tahu kalau mas Ricard sedang mengerjai mereka, aku hanya diam saja memperhatikan mereka, sebenar nya aku ingin tertawa dan ingin memeluk Lea, tapi aku menahan nya karena seperti nya mas Ricard ingin mengerjai nya.
"Brengsek kamu, terus wanita ini siapa?" Ucap Lea, karena emosi menguasai kedua nya mereka sampai tidak mengenali kalau wanita yang bertubuh langsing ini adalah aku, padahal wajah ku tidak berubah hanya di tirus kan saja.
__ADS_1
"Wanita ini adalah calon istri saya, saya berada di sini hanya mau memberikan kabar tentang Yola saja kepada kakak angkat nya ini, terus kenapa kamu ada di sini? Ini kan bukan rumah kamu." Ucap Ricard sambil memeluk aku dari samping.
"Brengsek." Teriak kak Leo sambil melayangkan tangan nya ingin memukul Ricard.
"Stop." Aku berteriak karena aku tidak mau melihat mereka berdua baku hantam.
Tangan kak Leo yang sedikit lagi mengenai wajah Ricard terhenti.
"Kenapa? Kamu tidak ingin melihat pria brengsek ini aku pukul, dasar wanita ja_"
"Stop! Kalian berdua tidak berhak mengatai calon istri saya sembarangan, saya pastikan kalian berdua akan menyesal."
"Tapi itu kenyataan, dia ini memang wanita ja_"
"Tutup mulut mu." Teriak Ricard.
Mereka terus berdebat tanpa ada celah untuk aku menjelaskan nya, antara kesal dan ingin tertawa menyatu, aku hanya menggelengkan kepala saja.
Aku ingin menyudahi drama ini, aku ambil tas dan ingin pergi, tapi Ricard menarik tangan ku.
"Aku mau pergi saja lah mas, ngapain tinggal di sini juga, orang yang sudah ku anggap kakak ku sendiri dan teman yang selama ini sudah ku anggap saudara sudah tidak mengenali aku lagi." Ucap ku sambil menatap ke arah kak Leo dan Lea.
"Kamu?" Teriak kedua nya sambil menatap tajam ke arah ku.
"Coba redam dulu emosi kalian berdua lalu lihat aku baik-baik." Aku menatap ke dua nya, sedang kan Ricard hanya diam sambil memeluk ku dari samping.
Terlihat kak Leo dan Lea menatap wajahku, mereka berdua benar-benar menelisik nya dengan baik.
"Yola?"
"Mbal Yola."
Akhir nya mereka berdua menyadari nya kalau aku ini Yola yang mereka sayang.
Aku mengangguk kan kepalaku lalu ku rentangkan kedua tangan ku untuk menyambut mereka berdua ke dalam pelukan aku.
__ADS_1
"Ya, aku Yolanda, Yolanda yang dulu gemuk, jelek dan orang-orang yang selalu merasa jijik jika ada di samping aku." Ucap ku sambil meneteskan air mata ini.
Aku menangis karena bahagia, dan akan aku buktikan kepada semua orang kalau aku bukan Yolanda yang dulu lagi terutama kepada mas Bagas dan keluarga nya.
Lea langsung masuk ke dalam pelukan aku, dia memeluk aku dengan sangat erat sekali.
"Mbak, maaf kan aku tidak mengenali mbak, aku sangat sakit hati kalau mbak di sakiti lagi, aku ngga rela kalau mbak selalu di sakiti.oleh orang lain." Ucap Lea.
Kak Leo ikut memeluk ku, "Kamu cantik sekali sayang." Ucap kak Leo yang mendapat kan tatapan tajam langsung dari Ricard.
"Sudah jangan lama meluk nya." Ricard menarik tangan kak Leo yang baru saja memeluk ku.
"Dia ini adik saya."
"Tapi dia hanya adik angkat, saya tidak suka kalau ada pria lain yang memeluk nya, dia hanya milik saya seorang." Ucap mas Ricard sambil memeluk ku.
"Mas kamu jangan begitu, bagaimana pun kak Leo kan atasan kamu, kamu harus sopan sama kakak, kalau tidak nanti kakak akan memecat kamu lo." Aku takut sekali kalau mas Ricard akan di pecat karena sudah bersikap kurang ajar kepada kak Leo.
"Tenang saja sayang, kakak kamu tidak akan bisa memecat aku."
Aku melihat ke arah kak Leo dan Lea, aku merasa ada sesuatu diantara mereka berdua.
"Selama aku pergi apa ada yang sudah terjadi diantara kalian berdua?" Tanya ku sambil menatap penuh curiga kepada mereka berdua.
"Lea sekarang kekasih kakak." Jawab kak Leo.
"Benarkah?" Aku senang mendengar nya, akhirnya temanku mendapat laki-laki yang baik dan bertanggung jawab seperti kak Leo.
"Iya, dan mbak tahu ngga, kita jadian nya barusan di pinggir jalan." Ucap Lea.
"What! selamat ya Le, aku yakin kakak akan menjadi pria yang sangat bertanggung jawab untuk kamu, dan untuk kakak, aku mohon kakak selalu menjaga dan menyayangi Lea, aku sudah menganggap Lea sebagai saudara aku sendiri, jadi kalau kakak menyakiti nya berarti kakak juga menyakiti aku."
"Kakak janji akan selalu menjaga kalian berdua."
"Jangan khawatir Yola aku yang akan menjaga nya selama dua puluh empat jam." Ucap mas Ricard dengan jelas.
__ADS_1
"Kalau mas menjaga aku dua puluh empat jam bisa-bisa kakak akan memecat mas." Ucap ku, dan mereka semua hanya tersenyum.