Dendam Seorang Istri

Dendam Seorang Istri
Ikuti Alur


__ADS_3

Setelah makan malam kita berempat duduk di ruang keluarga dan bercengkerama, kak Leo sengaja mengajak Lea ke rumah atas permintaan aku yang memang beberapa hari ini aku tidak bertemu dengan nya.


Aku dan mas Ricard menceritakan apa yang sudah terjadi kemarin malam di hotel.


"Gila kalian berdua, gimana coba kalau em, mas Ricard terlambat untuk menukar mbak dengan wanita itu, membayangkan nya saja aku ngeri mbak." Ucap Lea sambil bergidik.


"Awal nya mbak juga ngga tahu kalau mas Ricard akan menukar mbak dengan wanita bayaran itu, dalam pikiran mbak, mas Ricard malah melakukan nya di kamar hotel dengan wanita itu, tapi karena mbak sempat baca pesan dari mas Ricard, akhir nya mbak mengerti dan mengikuti permainan yang sudah di susun oleh mas Ricard." Ucap sambil menatap mesra mas Ricard, aku sangat bangga sekali dengan mas Ricard yang selalu menjaga ku.


"Kamu tenang saja Le, saya sudah berjanji dengan diri saya sendiri, kalau saya akan selalu menjaga nya." Ucap mas Ricard sambil membelai rambut panjang ku.


"Terus ke depan nya apa yang akan kalian berdua lakukan?" Tanya kak Leo.


"Kita ikuti alur saja, lagian semua bukti sudah kupegang, dan aku akan menghancurkan nya kapan pun Yola mau." Ucap mas Ricard dengan ponsel di tangan nya.


"Tapi saya yakin si Bagas itu pasti akan terus menghubungi Yola." Ucap kak Leo.


Belum juga aku dan mas Ricard menjawab ucapan dari kak Leo, ponsel ku berdering membuat aku langsung melihat siapa yang sedang menghubungi ku.


"Mas Bagas." Gumam ku sambil menatap mereka semua secara bergantian.


"Angkat saja sayang, kita dengar kan apa mau nya." Ucap mas Ricard.


Aku menerima panggilan dari mas Bagas dan dengan sengaja aku meng loud speaker kan nya agar mereka semua juga ikut mendengar kan ucapan dari mas Bagas.


"Iya mas." Ucap ku dengan nada selembut mungkin.


"Jangan terlalu lembut." Bisik mas Ricard hingga membuat telinga ku geli karena bibir masi Ricard mengenai telinga ku.


"Lagi apa sayang?" Tanya mas Bagas.


"Lagi rebahan saja mas, ada apa?" Aku sengaja memancing nya dengan sebuah pertanyaan.

__ADS_1


"Bagaimana kalau kita bertemu lagi di hotel semalam." Ucap mas Bagas membuat aku ingin sekali menampar nya.


"Maaf mas, hari ini aku sangat capek sekali, dan seperti nya malam ini aku ingin istirahat saja."


"Kalau begitu kita melakukan video call bagaimana? Mas kangen nih sayang, mas kangen dengan segala sentuhan kamu."


Ku lihat wajah mas Ricard sudah memerah karena mendengar ucapan dari mas Bagas, tapi aku langsung mencium bibir nya sebentar lalu mengusap pipi nya dengan lembut.


"Tahan, jangan marah dulu." Bisik ku di telinga mas Ricard.


"Maaf mas, soalnya aku lagi sama Lea, jadi aku merasa ngga enak dengan Lea." Ucap ku sambil memberi kode kepada Lea agar dia berbicara.


"Siapa mbak?" Sengaja Lea meninggikan nada nya agar mas Bagas mendengar nya.


"Bukan siapa-siap Le." Ucap ku pura-pura.


"Oh jadi kalian tinggal berdua, kapan-kapan boleh dong mas main ke rumah."


"Iya." Aku bingung harus menjawab apa, tapi aku melihat mas Ricard mengangguk jadi ku iya kan saja.


Aku sudah muak mendengar nay dan ingin sekali langsung memutuskan panggilan nya, tapi mas Ricard menahan ku.


"Ya sudah kapan -kapan saja mas, sekarang aku mau istirahat." Aku ingin segera mengakhiri percakapan dengan nya.


"Ya sudah bye sayang, i love you."


Aku langsung menutup nya tanpa menjawab ucapan mas Bagas yang terakhir.


"Dasar cowok brengsek, dulu sewaktu bodiku gemuk dia menghina ku habis-habisan, sekarang bilang i love you, memang nya aku akan mencintai kamu kembali apa, dulu iya aku mencintai nya, tapi rasa cinta itu hilang dengan segala perlakuan nya kepada ku." Ucap ku yang tanpa sadar membuat mas Ricard cemburu.


"Apa kamu masih mencintai nya?" Tanya mas Ricard dengan tatapan cemburu nya.

__ADS_1


"Sekarang yang ada di hati ku hanya mas Ricard seorang, asisten tampan ku." Ucap ku membuat mas Ricard sedikit tenang.


Mas Ricard menatap ku dengan mesra, dengan perlahan wajah mas Ricard mendekati wajah ku.


"Ternyata kita berdua tidak dianggap ya sayang." Ucap kak Leo membuat aku sedikit menjauhkan wajah ku dari wajah mas Ricard.


*******


[ Pov ma Bagas ]


Karena Bagas tidak kunjung masuk ke dalam kamar, Elena pun keluar dari kamar dan menghampiri ruang kerja suami nya.


Pintu ruang kerja Bagas tidak tertutup dengan rapat sehingga membuat suara Bagas yang sedang menghubungi seseorang terdengar dengan sangat jelas ke luar.


"Mas Bagas berbicara sama siapa?" Gumam Elena di dalam hati, telinga nya dia tempelkan ke pintu agar dia bisa jelas mendengar nya.


Terdengar oleh Elena kalau Bagas sedang berbicara dengan seorang perempuan dan Elena meyakini kalau wanita yang sedang di hubungi Bagas adalah Yola, karena Bagas tadi bilang kalau yang menemani nya itu adalah Yola.


"Apa mas Bagas menghubungi Yola kembali, awas kamu Yola, berani-berani nya kamu merebut mas Bagas dari ku." Gumam bathin Elena dengan penuh amarah.


Kedua tangan nya terkepal, mata nya sedikit merah karena menahan amarah, nafas nya memburu seakan-akan dia ingin segera melakukan sesuatu kepada Yola.


Terdengar kembali suara Bagas yang mengatakan kalau dirinya besok akan datang ke tempat Yola bekerja.


"Ini kesempatan buat ku, aku akan membuat perhitungan dengan kamu Yola." Gumam bathin Elena, lalu pergi kembali ke kamar nya sebelum Bagas melihat dirinya.


Sementara Bagas yang baru menutup panggilan nya dengan Yola, bibir nya tersenyum penuh arti.


"Kamu akan aku buat men de sah lagi di bawah ku sayang, aku ingin merasakan kembali kehangatan tubuh kamu." Gumam Bagas lalu keluar dari ruang kerja nya.


Sebenar nya Bagas malas untuk tidur bareng Elena, tapi tadi siang Elena mengancam akan melaporkan nya kepada ibu nya.

__ADS_1


Bagas tidak mau sampai ibu nya mengetahui apa yang dia lakukan dengan Yola, karena semua kekayaan nya di pegang oleh ibu nya, dia akan membujuk ibu nya dan membuat ibu nya menyetujui hubungan nya dengan Yola kembali.


Bagas tahu ibu nya sedikit matre jadi dia akan meyakin kan ibu nya kalau Yola yang sekarang bukan Yola yang dulu.


__ADS_2