Dendam Seorang Istri

Dendam Seorang Istri
Gombal


__ADS_3

"Sayang kamu dimana." Teriak mas Ricard sambil membuka pintu kamar.


"Di sini mas."


Mas Ricard pun menghampiri aku lalu memeluk aku dari belakang.


"Kamu ngapain di sini sayang." Ucap mas Ricard sambil mencium pipi ku.


"Aku hanya menatap langit saja, lihat deh mas indah kan?" Ucap ku sambil nunjuk ke arah bintang-bintang yang sedang menyinari kita.


"Ngga ada yang lebih indah selain kamu." Ucap mas Ricard sambil menatap ku.


"Udah mulai menggombal ya sekarang."


"Di dunia ini tidak ada yang mengalahkan kecantikan dan keindahan yang ada pada diri kamu, mas tidak akan menatap siapa pun kecuali kamu, mas hanya perduli sama kamu seorang."


Perkataan mas Ricard membuat aku terharu, aku menatap ke dua bola mata yang indah milik mas Ricard, kejujuran terpancar dari mata nya.


Dengan perlahan aku mendekatkan wajah ku dan menyentuh bibir nya, entah kenapa malam ini aku ingin sekali merasakan apa yang telah kita berdua rasakan di malam pertama kemarin.


Mas Ricard menyambut nya dengan antusias, sehingga terjadilah cum bu an panas diantara kita.


Dengan perlahan mas Ricard membimbing aku masuk ke dalam kamar tanpa melepaskan pagutan nya hingga kita berdua sampai ke tempat tidur.


Dengan gerakan perlahan dan lembut mas Ricard membaringkan tubuh ku hingga kini aku sudah berada di bawah nya.


Entah kenapa malam ini aku sedikit liar hingga aku mendorong tubuh mas Ricard hingga mas Ricard berbaring.


Aku dengan penuh semangat naik ke atas tubuh mas Ricard, ku lihat bibir mas Ricard tersenyum.


Aku mengesampingkan rasa malu ku karena hasrat yang memang sedang mendominasi ku.

__ADS_1


"Mas suka kalau kamu agresif seperti ini, lakukan sesuka hatimu sayang, karena mas hanya milik kamu."


Satu persatu aku membuka kancing kemeja yang masih nempel di tubuh mas Ricard, lalu melepaskan nya.


Begitu pun juga mas Ricard, kita berdua saling membantu untuk melepaskan pakaian yang kita pakai hingga kini kita berdua tanpa ada sehelai benang pun yang nempel pada tubuh kita.


Aku terus mencumbu mas Ricard dari atas sampai bawah hingga membuat mas Ricard terus memanggil-manggil nama ku.


Malam ini aku ingin membuat mas Ricard merasa puas.


Aku tidak memberikan celah untuk mas Ricard memimpin, aku ingin malam ini aku yang benar-benar memimpin dari awal sampai akhir hingga tubuh ku terkulai lemas dan ambruk sambil memeluk tubuh mas Ricard.


Dua tubuh yang menyatu, keringat membasahi seluruh tubuh kita berdua, nafas kita memburu sehingga kita hanya bisa tersenyum sebagai tanda kalau kita berdua sangat puas malam ini.


Aku menjatuhkan tubuh ku di samping tubuh mas Ricard sambil mengatur nafas ku.


"Mas sangat suka dengan apa yang kamu lakukan barusan, dan mas minta mulai sekarang dan ke depan nya kamu yang mendominasi permainan kita." Ucap mas Ricard.


"Kamu kan melakukan itu hanya pada mas, dan mas sangat menyukai nya, jadi kamu melakukan lebih dari itu juga ngga jadi masalah buat mas, yang terpenting kamu melakukan nya hanya untuk mas seorang."


Tangan mas Ricard kembali memeluk tubuh ku, aku merasa kalau dua bukit kembar ku kembali lagi di permainkan oleh tangan mas Ricard membuat aliran darah ku kembali naik.


"Mas, aku masih capek lo, keringat ini saja belum hilang dan masih nempel." Ucap ku sambil menggeser tangan mas Ricard yang nakal.


"Ya sudah kalau ngga boleh di situ, berarti di bagian ini boleh dong." Ucap mas Ricard sambil menyentuh dan membelai dengan lembut bagian inti ke wanitaan ku membuat aku menggelinjang kan tubuh ku.


"Mas," Ucap ku dengan suara yang berat karena menahan hasrat dalam diri ku.


Mas Ricard tidak mendengar panggilan ku, ke dua tangan nya terus berkelana membuat aku sudah tidak tahan lagi, tapi dengan sekuat tenaga aku tahan karena aku masih capek.


"Mas, aku masih capek." Ucap ku sekali lagi.

__ADS_1


"Kali ini biar mas yang memimpin, kamu terima dan nikmati saja apa yang mas lakukan untuk kamu." Ucap mas Ricard yang tak henti-henti nya mencumbu ku.


Aku pasrah dan menerima setiap sentuhan yang di berikan suami ku, tubuh ku memang merasakan capek karena ronde pertama yang benar-benar sangat menguras tenaga, tapi setelah mendapatkan setiap sentuhan dan ciuman lembut dari mas Ricard gairah ku kembali naik dan menginginkan nya kembali.


Aku membalas apa yang mas Ricard lakukan untuk ku hingga membuat bibir mas Ricard tersenyum lebar.


"Kamu masih mau kan sayang?" Tanya mas Ricard dengan tatapan sendu nya.


"Ya mau bagaimana lagi mas, kalau aku di perlakukan seperti ini terus kan lama-lama aku juga menginginkan nya lagi, tapi aku benar-benar capek mas."


Aku memang capek, tapi aku juga menginginkan nya kembali, entah apa yang sudah merasuki tubuh ku hingga sekarang aku ingin terus melakukan nya.


"Ya sudah kamu seperti malam pertama kita melakukan nya, kamu cukup diam dan nikmati selebih nya serahkan kepada mas."


Mas Ricard mengabsen setiap lekuk tubuh ku hingga membuat darah ku mengalir dan tubuh ini seperti kena aliran listrik yang bertegangan yang sangat tinggi apalagi ketika mas Ricard memainkan bibir nya di bawah sana, sumpah demi apa pun aku sangat menyukai nya hingga aku terus-terusan memanggil nama mas Ricard.


"Mas, udah dong aku sudah ngga tahan." Aku sudah ngga tahan ingin segera menuntaskan nya.


Mas Ricard menjauhkan wajah nya lalu naik ke atas ku dan terjadilah kembali apa yang sudah kita lakukan tadi.


Ini yang ke dua kali nya malam ini kita melakukan nya, seakan-akan kita berdua ini ngga da bosan nya.


Tubuh ku yang tadi nya lemas tapi setelah kembali melakukan nya rasa lemas dalam tubuh ku seakan hilang dan berganti dengan gairah.


Kembali kita berdua memadu kasih untuk yang ke dua kali nya hingga kita berdua sama-sama lemas dan menyerah.


Mas Ricard memeluk ku dengan erat, dengan tubuh yang masih di banjiri keringat.


"I love you, semoga secepat nya dia hadir dalam perut mu." Bisik mas Ricard sambil mengusap perut ku.


"I love you to mas, Amin." Balas ku.

__ADS_1


"Kamu jangan pakai alat kontrasepsi ya sayang, biar kan kita punya banyak anak, dan aku akan selalu menjadi suami dan ayah yang bertanggung jawab buat kamu dan anak-anak kita." Ucap mas Ricard sambil membelai rambut ku.


__ADS_2