Dendam Seorang Istri

Dendam Seorang Istri
Bersilat Lidah


__ADS_3

Aku dan mas Ricard hanya terdiam dan menunggu apa yang akan di lakukan mas Bagas selanjut nya.


Aku tahu mas Bagas emosi dan marah karena aku yang lebih memilih mas Ricard di bandingkan dengan nya.


"Sekarang tahu kan mas rasa nya di abaikan." Gumam ku di dalam hati.


"Mohon perhatian buat semua nya, wanita ini dulu nya istri saya." Teriak mas Bagas sambil menunjuk ke arah wajah ku.


Semua pengunjung pun ikut menatap ku dengan tatapan penuh tanya dan rasa penasaran mereka.


Mas Bagas berjalan perlahan sambil menatap tajam ke arah ku dan melanjutkan kalimat nya kembali


"Tapi dia sudah berselingkuh dengan pelayan restoran miskin ini, dan sekarang dia kembali membujuk dan merayu saya agar saya mau kembali kepada nya." Ucap mas Bagas dengan suara yang tinggi membuat semua pengunjung cafe langsung saling menatap lalu menatap ku kembali, walaupun mereka sudah selesai dengan acara makan siang nya, tapi seperti nya mereka enggan untuk pergi dari sana dan menunggu kelanjutan yang terjadi kepada kita.


"Mas, kamu! " Teriak ku yang tidak terima dengan semua pernyataan dari mas Bagas.


"Sudah, biarkan saja an ji ng itu menggonggong, nanti juga akan malu dengan sendiri nya " Ucap mas Ricard sambil menggenggam tangan ku dengan erat, seolah-olah mas Ricard memberikan aku kekuatan dan ketenangan.


Ku lihat seringay di bibir mas Bagas yang menampakan akan kepuasan telah mempermalukan aku.


Mas Bagas menghampiriku dan membisik kan sesuatu, "Apa kamu akan tetap bertahan dengan keras kepala mu? aku masih memberikan waktu untuk kamu bilang kalau kamu mau kembali sama aku, tapi kalau kamu tetap memilih pelayan miskin ini, aku akan mempermalukan kamu." Ucap mas Bagas pelan.


"Kita buktikan siapa yang salah dan siapa yang benar." Ucap ku dengan sedikit menjauh dari nya.


Mas Ricard langsung memeluk pinggang ku dengan erat begitu mas Bagas mendekati ku.


"Baik, kalau begitu dalam hitungan detik hidup mu akan hancur " Ucap mas Bagas dengan suara pelan.


"Sabar sayang, kamu jangan terpengaruh oleh bajingan itu, kamu percayakan semua nya sama aku, aku akan selalu menjaga kamu dari mereka semua." Ucap mas Ricard sedikit menangkan aku.


"Sudah jangan tunggu lama-lama lagi, kalau kamu memang sudah mendapatkan bukti nya sekarang kamu perlihatkan kepada kita semua biar semua orang tahu wanita macam apa dia ini." Ucap mamah Elsa.

__ADS_1


Elena hanya diam memperhatikan kita semua, pandangan nya menatap ku dengan tatapan tidak suka nya, sesekali tangan nya mengusap air mata yang jatuh di pipi nya, di dalam hatiku terbesit rasa kasihan kepada Elena, tapi kalau mengingat semua perlakuan nya padaku dulu kala rasa nya aku ingin melakukan yang lebih kepada nya.


"Mas, layar besar nya boleh saya pinjam?" Mas Bagas menghampiri seorang pelayan pria restoran tersebut.


"Izinkan saja, biar semua nya cepat selesai dan kalian bisa bekerja dengan tenang tanpa ada nya keributan seperti ini " Ucap mas Ricard membuat mas Bagas kesal.


"Baik tuan." Jawab pelayan itu.


Dengan senyuman yang lebar aku melihat mas Bagas memberikan ponsel nya kepada pelayan pria itu.


Semakin siang pengunjung semakin ramai dan memenuhi cafe ini, yang semenjak aku datang saja belum pada pulang karena mereka dengan apa yang selanjut nya terjadi


Manager cafe sudah tidak bisa berbuat apa-apa lagi dan hanya pasrah melihat keributan yang terjadi diantara kita.


Aku sangat penasaran sekali dengan apa yang sudah di bisikan oleh mas Ricard kepada manager cafe tersebut, sehingga manager cafe itu terdiam dan ikut memperhatikan kita.


"Mampus kamu wanita mu ra han." Ucap mamah Elsa dengan senyuman sombong nya.


"Asal kalian semua tahu, saya tidak takut dan tidak akan menyesal dengan apa yang akan kalian lakukan."


"Begitulah kalau orang yang urat malu nya sudah tidak ada, percuma tubuh seksi dan bagus kalau harga nya murah."


"Siapa bilang aku murah, kamu lihat ini " Ucapku sambil mengeluarkan uang cash dan sebuah ATM yang waktu itu mas Bagas kasihkan kepada ku.


"Mas."


"Bagas, apa kamu yang memberikan semua itu kepada nya " Teriak mamah Elsa


Terlihat mas Bagas bingung dan seperti nya dia lagi mencari alasan.


"Bagas tidak memberikan nya mah, tapi setelah kita melakukan nya dia mengambil ATM dan semua uang cash yang ada di dompet Bagas "

__ADS_1


Benar-benar laki-laki yang bermuka dua, sungguh pintar mas Bagas memberikan alasan dan membalik kan fakta.


Aku mau melawan nya tapi mas Ricard langsung menempelkan jari telunjuk nya di bibir ku sambil menggelengkan kepala nya, aku pun terdiam kembali dan mempercayakan semua nya kepada mas Ricard.


Kembali para pengunjung cafe riuh dan menerka-nerka semua nya dengan persepsi mereka masing-masing.


Aku tahu semua orang pasti sedang menghujat ku atas semua ucapan dari mas Bagas, tapi selalu ada mas Ricard yang terus menenangkan aku lewat genggaman tangan nya


"Ternyata selain murahan kamu juga seorang pencuri rupa nya, kembalikan semua itu karena semua itu milik anak ku." Teriak mamah Elsa dengan tatapan yang sangat tajam.


"Asal kalian semua tahu, saya tidak butuh dengan semua ini, saya bukan pencinta uang seperti keluarga mereka, saya mendapatkan semua ini dari laki-laki bajingan seperti dia, dengan kesadaran yang tinggi dia memberikan nya kepada ku." Ucapku yang ingin memberitahukan kebenaran nya tentang uang dan ATM yang aku pegang.


"Terserah kamu mau bilang apa wanita mu ra han, yang jelas itu semua milik nya mas Bagas." Ucap Elena


"Kamu mau uang ini, ambil saja dan kalian semua siap-siap hancur dengan kelakuan kalian ini " Ucap ku sambil melemparkan uang dan ATM nya ke depan wajah Elena.


"Kamu " Teriak mas Bagas dan mamah Elsa secara bersamaan.


"Bajingan kamu." Ucap mas Bagas dengan penuh emosi.


Mas Bagas menghampiri pelayan dan berteriak, "Nyalakan rekaman nya sekarang."


*Yang ini kan bos?" Tanya pelayan itu.


"Ya, yang itu."


Pelayan itu mulai menyalakan layar besar yang memang di sediakan di cafe tersebut.


Semua orang tertuju kepada layar besar yang ada di sana, mereka menunggu video nya di putar dengan wajah-wajah penasaran nya dan mereka sudah ngga sabar ingin segera melihat video apa yang akan di putar.


Video sudah mulai di putar dan menampak kan sepasang pria dan wanita sedang beradegan ranjang dan membuat heboh seisi cafe, beruntung nya tidak ada anak kecil d cafe itu.

__ADS_1


__ADS_2