Dendam Seorang Istri

Dendam Seorang Istri
Kedatangan Bagas


__ADS_3

"Sekarang kamu nakal ya? Tadi aja bilang nya takut terlambat, tapi sekarang kamu yang nyosor duluan." Ucap mas Ricard dengan senyuman maut nya.


Aku tersipu malu di depan nya, jujur ini yang pertama bagiku untuk mencium pria duluan, entah kenapa begitu melihat bibir mas Ricard yang tersenyum seperti itu membuat naluri ku ingin selalu mencium nya.


"Sudah lah mas jangan di bahas, aku masuk dulu ya, kelamaan sama kamu bukan hanya kerjaan yang hilang tapi apa yang aku jaga selama ini malah ikut hilang." ucap ku lalu keluar dari dalam mobil dan pergi meninggalkan mas Ricard sendirian.


[ Pov Ricard ]


Ricard termenung dengan ucapan dari Yola barusan, "Maksud nya apa ya." Gumam Ricard lalu keluar dari mobil dan masuk ke pintu khusus diri nya masuk.


Setiap sebelum masuk Ricard selalu menghubungi karyawan nya untuk sekedar menahan Yola agar tidak masuk ruangan sebelum dirinya berada di dalam ruangan.


Setelah dirinya berada di dalam ruangan, Ricard menghubungi karyawan nya itu dan membiarkan Yola untuk masuk ke ruangan nya.


Yola langsung mengerjakan apa yang mesti ia kerjakan, bibir nya selalu tersenyum di kala ia mengingat kejadian di mobil tadi bersama Ricard.


Ricard yang sedang menatap nya dari dalam ruangan nya pun ikut tersenyum di kala melihat sang kekasih tersenyum.


"Kamu pasti mengingat apa yang sudah kita lakukan tadi di mobil, aku semakin jatuh cinta sama kamu sayang, tidak akan aku biarkan satu laki-laki pun merebut kamu dari ku, dan hari ini aku ingin melihat apa kamu akan bisa menghadapi pria masa lalu kamu atau kamu malah akan jatuh lagi di pelukan nya." Gumam Ricard.


Ricard sengaja menyuruh Leo untuk menghubungi Bagas untuk menyuruh nya datang ke kantor dengan alasan akan melakukan kerja sama jika Bagas datang ke kantor nya.

__ADS_1


Bagas tentu saja sangat bahagia sekali ketika Leo menghubungi dan menyuruh nya datang ke kantor Ricard, karena dari dulu Bagas memang ingin sekali bertemu dan melakukan kerja sama dengan perusahaan dan orang no satu di kota itu.


Semenjak Yola masuk, Ricard selalu ada di dalam ruangan nya dan hanya karyawan tertentu saja yang mengetahui keberadaan Ricard termasuk ob yang memang di khusus kan membersihkan ruangan nya.


Terlihat oleh mata Ricard ada seorang karyawan nya dan juga seorang pria yang sudah dia kenal masuk ke ruangan Yola.


"Kini saat nya kamu membalas semua rasa sakit dalam diri kamu, dan untuk kamu laki-laki yang tidak tahu diri, kamu akan merasakan akibat nya dari semua yang telah kamu lakukan kepada Yola." Gumam Ricard sambil terus melihat interaksi mereka dari dalam ruangan nya.


Ricard masih ingin main-main dengan mereka terutama dengan Bagas, maka dari itu Ricard hanya diam dan memperhatikan mereka dari dalam ruangan nya.


Dengan senyuman smirk nya, sedikit pun Ricard tidak mengalihkan pandangan nya sama sekali, dia terus menatap dan ingin tahu apa yang akan di lakukan Bagas ketika melihat mantan istri nya yang sekarang.


*******


"Bibir kamu bikin nagih mas, aku tahu kalau bibir ini baru pertama kali merasakan ciuman, jadi aku selalu ingin merasakan nya, dan seperti nya mulai sekarang bibir kamu akan selalu menjadi candu buat aku, kamu memang pria yang ke dua bagi ku, tapi kamu orang pertama yang akan memiliki tubuh ku ini, kamu yang akan memili aku seutuh nya." Bathin ku di dalam hati.


Ketika aku sedang bergelut dengan pikiranku yang terus memikirkan mas Ricard, tiba-tiba datang mbak Ratih dengan seorang pria yang sangat aku kenal.


"Permisi mbak, maaf menganggu." Ucap mbak Ratih sambil mengetuk pintu ruangan ku yang selalu terbuka, aku sengaja tidak pernah menutup nya karena untuk memudahkan aku keluar masuk ruangan.


Aku mengangkat wajahku menatap mbak Ratih dan pria di belakang nya yang memang sangat aku kenal.

__ADS_1


"Kamu? Kamu Yolanda kan?" Tanya mas Bagas dengan wajah kaget sekaligus tatapan tidak percaya nya.


"Apa benar ini Yola? Kenapa sekarang dia lebih cantik dan seksi dari Elena, aku harus mendapatkan nya kembali, aku ingin dia menjadi istriku kembali, aku yakin dia pasti akan mau kembali dengan ku secara dia itu dari dulu sangat mencintai aku, dan aku yakin kalau Yola masih perawan, aku akan meninggalkan Elena demi kamu Yola, akan aku buat kamu jatuh cinta kembali kepada ku." Gumam bathin Bagas sambil menatap ku tidak berkedip.


"Mbak perkenalkan ini mas Bagas dari perusahaan xxxx yang ingin melakukan kerja sama dengan perusahaan kita, dan sudah di buatkan janji dengan pak bos." Ucap mbak Ratih memberitahu ku.


"Oh pantas saja aku merasa tidak asing dengan nama perusahaan nya, ternyata perusahaan itu milik mas Bagas, baiklah mas Bagas, aku akan membuktikan kalau aku bukan lah Yola yang dulu, Yola yang selalu kamu hina dan kamu rendahkan, aku akan membuat kamu berlutut dan memohon untuk kembali kepada ku." Gumam bathin ku di dalam hati.


Aku melihat mas Bagas tidak melepaskan tatapan nya kepada ku, seperti nya dia mulai terpana dengan penampilan ku saat ini, dia kan selalu memuji selingkuhan nya itu dengan mengatakan kalau tubuh nya seksi dan cantik, tapi mulai hari ini pujian itu akan tertuju hanya kepada aku seorang.


Aku bangun dari duduk sambil menatap nya, ku buat bibir ku tersenyum semanis mungkin agar dia terus terpana kepada ku.


"Perkenalkan saya Yolanda, dan sekertaris di perusahaan ini." Ucap ku sambil mengulurkan tangan, aku berusaha profesional karena selain ini di dalam kantor ada mbak Ratih juga di ruangan aku, aku tidak mau membuat mbak Ratih salah paham.


"Tidak, ini tidak mungkin, kenapa sekarang kamu sangat cantik dan seksi, Yola apa kita bisa kembali seperti dulu lagi? sumpah aku sangat menginginkan nya, dan sekarang aku sangat menyukai kamu." Ucap mas Bagas tanpa melepaskan genggaman tangan nya.


Tanpa malu mas Bagas mengatakan nya di depan mbak Ratih, mbak Ratih hanya diam dan memperhatikan kita berdua.


"Mbak, bisa tinggalkan saya dengan pak Bagas? Untuk kerja sama nya nanti akan saya hubungi karena bos pasti tidak akan bisa." ucap ku kepada mbak Ratih.


Tanpa banyak bicara mbak Ratih langsung meninggalkan aku dan mas Bagas.

__ADS_1


"Aku kangen sayang." Ucap mas Bagas sambil memeluk ku.


__ADS_2