
[ Pov Ricard ]
Seperti biasa yang dilakukan Ricard di ruangan nya hanya melihat ke arah Yola, terlihat Bagas masuk dan duduk di sofa membuat hati nya sedikit panas.
Ricard terus memperhatikan mereka berdua hingga Ricard melihat Bagas memeluk erat tubuh Yola.
"Brengsek! Berani-berani nya dia memeluk calon istri ku." Gumam Ricard sambil mengepalkan kedua tangan nya.
Dengan penuh amarah Ricard mengambil ponsel nya dengan niat ingin sekali mengganggu mereka, tapi Ricard ingat dengan ucapan Yola yang mengatakan kalau dirinya harus menahan rasa cemburu karena yang Yola lakukan hanya untuk membalas dendam saja.
Rasa cinta dan kasih sayang Yola sekarang hanya untuk dirinya.
Ricard menyimpan kembali ponsel nya dan kembali fokus menatap kepada Yola dan Bagas yang masih di ruangan Yola.
Bukan nya semakin tenang, Ricard semakin panas dan gerah melihat Bagas dan Yola.
Terlihat Bagas memberikan sebuah kertas yang di duga itu adalah sebuah cek.
"Jangan kamu mengambil nya sayang, aku juga masih mampu untuk memenuhi semua keinginan kamu." Ricard sangat geram melihat Yola mengambil cek yang di berikan Bagas kepada nya.
Bagas semakin kurang ajar dan berani hingga Ricard melihat Bagas mendekati wajah nya Yola seperti mau mencium bibir nya Yola.
"Brengsek! Aku tidak akan membiarkan kamu menyentuh bibir calon istriku." Dengan penuh amarah Ricard mengambil ponsel nya kembali dan langsung menekan no Yola.
"Halo Yola, saya ingatkan sekali lagi kamu jangan sampai terbuai dengan Bagas, dia itu lelaki bajingan." Ucap Ricard sambil menahan amarah nya.
"Iya bos, saya akan selalu ingat dengan pesan bos, makasih sudah mengingatkan saya."
Terlihat oleh Ricard kalau Yola melirik ke setiap sudut ruangan nya seperti lagi mencari sesuatu.
Bibir Ricard sedikit tersenyum di kala melihat Yola yang seperti nya lagi bingung.
"Kamu pasti lagi mencari cctv sayang, kamu ngga bakalan menemukan nya, karena cctv kamu adalah aku disini." Gumam Ricard.
******
[ Pov Elena ]
__ADS_1
"Siapa wanita itu, apa mungkin mas Bagas punya wanita lain selain aku, tidak! Aku tidak akan membiarkan wanita mana pun merebut mas Bagas." Gumam Elena dengan air mata yang sudah menetes di pipi nya.
Elena pergi ke kamar mandi dan membersihkan tubuh nya, dia bertekad di dalam hati nya akan menyambut Bagas dalam keadaan yang sudah cantik dan wangi, dan bahkan Elena akan membuat Bagas tidak berdaya di bawah nya.
Tidak berapa lama Elena selesai membersihkan tubuh nya lalu dia meris wajah nya secantik mungkin.
Elena memakai baju transparan dan tidak memakai dalaman untuk menggoda suaminya.
Di rumah Bagas memang ngga ada pekerja laki-laki, yang ada hanya pekerja wanita setengah baya.
Elena tidak akan menunggu Bagas di luar dengan penampilan yang seperti ini, tapi Elena akan menunggu nya di atas tempat tidur dengan gaya menggoda nya.
Elena melihat ke jam dinding yang ada di kamar nya, dia merasa jam dinding itu lambat memutar hingga dirinya merasa sangat lama menunggu.
******
Dari siang sampai jam pulang mas Bagas masih berada di ruangan ku, aku abaikan saja dia karena aku harus bekerja.
Aku sudah menyuruh nya untuk kembali tapi mas Bagas tetap diam dan mau menunggu ku sampai selesai bekerja.
Ku lihat dia sibuk dengan ponsel nya, mungkin dia lagi bekerja juga.
Aku heran dengan bos ku ini, siapa sih sebenar nya dia, kenapa dia sangat perhatian sama aku, dan bahkan bos ku ini seperti sudah tahu tentang kehidupan mas Bagas.
Akhir nya jam menunjukan jam pulang, aku membereskan meja ku dan bersiap untuk pulang.
"Waktu nya pulang, bagaimana kalau kita mampir untuk makan dulu." Ucap mas Bagas sambil menatap ku.
"Makasih mas, tapi aku suka langsung pulang." Jawab ku.
Aku bingung karena ada mas Ricard yang sedang menungguku di mobil.
Terdengar ponselku berbunyi dan ternyata dari bos ku kembali, entah kenapa dengan bos ku ini hari ini sering banget menghubungi aku.
"Ya bos." Ucap ku.
"Kenapa dia masih di ruangan kamu, apa dia ngajak kamu pulang dan makan bareng?" Tanya Ricard sambil menatap Yola dari ruangan nya.
__ADS_1
"Iya bos."
"Ikuti saja kemauan dia apa asal kamu tidak pergi sendirian, kamu harus ada yang mengawasi selama pergi dengan dia."
"Baik bos, oh iya bos bagaimana dengan kerja sama nya dengan pak Bagas?" Tanya ku sambil melirik ke arah mas Bagas.
"Bilang saja untuk bersabar, soalnya saya masih berada di luar kota dan kemungkinan minggu depan baru kembali."
Sumpah demi apa pun aku sangat kaget dan heran dengan bos ku ini, dia sedang berada di luar kota tapi dia selalu tahu kalau aku sedang bersama mas Bagas, dan dia selalu menghubungi ku di kala aku sempat akan terbuai dengan rayuan nya.
"Baik bos nanti akan saya sampaikan."
"Ingat pesan ku."
"Baik bos, terima kasih." Ucap ku lalu menutup panggilan nya.
"Bos kamu?" Tanya mas Bagas.
"Iya mas, dan dia bilang minta maaf belum bisa melakukan kerja sama nya karena bos masih berada di luar kota dan kemungkinan minggu depan kerja sama nya sudah bisa terjalin."
"Ngga apa-apa, berarti masih banyak kesempatan mas untuk menemani kamu di sini." Ucap mas Bagas sambil tersenyum.
Kalau saja posisi nya dulu, mungkin aku akan merasa sangat senang dan bahagia, tapi sekarang aku malah jijik melihat nya.
"Ya sudah ayo kita pulang, biar mas yang antar." Ucap mas Bagas sambil menarik tangan ku.
"Ngga usah begini mas, aku ngga enak dengan yang lain nya, aku takut mereka salah paham." Aku mengelak nya.
"Ya sudah mas mengerti, tapi kalau lagi berdua boleh kan?"
Aku sudah ngga mau banyak bicara lagi, aku langsung melangkahkan kaki keluar ruangan di ikuti mas Bagas dari belakang.
Sambil berjalan aku membuat pesan sama mas Ricard tentang mas Bagas yang mau mengantarkan aku pulang dan ngajak untuk makan.
Aku kira mas Ricard bakalan marah dan ngga akan menyetujui nya, tapi ternyata mas Bagas mengizinkan nya dengan syarat dia mengikuti aku dari belakang.
Bibir ku tersenyum, aku sangat bahagia sudah di cintai mas Ricard, dia seorang pria yang sangat bertanggung jawab sekali.
__ADS_1
Aku berjalan dan masuk ke dalam mobil mas Bagas, kedua mata ku melirik ke arah mobil ku, kulihat mas Ricard hanya mengangguk dan mengangkat jempol nya.
Kaca mobil mas Ricard memang tidak terlalu gelap jadi aku masih bisa melihat nya walau tidak jelas sama sekali.