Dendam Suamiku

Dendam Suamiku
Tak mau kalah


__ADS_3

Sesuai dengan apa yang di janjikan Wesson. Pagi ini Shireen di bawa datang ke markas untuk latihan bersama anggota lain. Awalnya Wesson ingin mengajari Shireen secara pribadi tapi, wanita cantik yang hobi belajar hal baru itu menolak ajakannya.


Sekarang-pun Shireen harus mengenyam pahitnya dunia bela diri. Ia melihat banyak sekali anggota Suma yang dilatih keras di sebuah lapangan dengan banyak spot-spot pelatihan dan sekarang ia berdiri di tempat beladiri dasar.


"Jika kau ingin menyerang jangan gegabah. Kau harus tahu dimana saja titik di dalam tubuh manusia yang paling lemah," Jelas Wesson berdiri di samping Shireen seraya memandangi anak buahnya saling berkelahi handal.


Mereka semua berpakaian putih seperti kimono selayaknya seragam beladiri jepang KARATE. Seni beladiri satu ini yang pertama harus di kuasai Shireen sebelum naik tingkatan ke seni lain.


"Aku dengar tingkatan seni beladiri itu bisa di lihat dari sabuk yang mereka pakai. Disini semuanya hitam, berarti.."


"Hm, mereka sudah handal," Sela Wesson langsung mendapat decah kagum dari Shireen yang benar-benar sangat tak menyangka akan belajar hal seperti ini.


Ia yang sudah berganti pakaian itu tampak cantik dengan rambut diikat ekor kuda dan leher jenjang putihnya di pertontonkan disini.


Bahkan, ketua pelatihan ini sempat terganggu dengan keberadaan Shireen. Ia merasa sangat tersaingi.


"Mersi!"


"Iya, tuan!"


Wanita itu mendekat. Ia menatap datar Shireen yang sedari tadi tersenyum membuat suasana yang tak lagi bersalju ini semakin hangat.


"Berikan buku panduan yang dulu ku berikan padamu!"


"Baik," Jawab Mersi mengambil buku itu dari dalam ruangan di belakang dan keluar menghadap kembali pada Wesson.


"Ini, tuan!"


"Ini buku yang pertama-ku berikan pada bawahanku. Kau bisa mempelajarinya jika ada waktu senggang."


Wesson bicara seraya menyerahkan buku itu pada Shireen yang menerima dengan senang hati. Semua kesedihannya terasa ringan disini apalagi melihat banyak sekali orang-orang kuat yang mati-matian membuktikan diri.


"Terimakasih!"


"Jangan sungkan. Ayo mulai latihan mu!" Ajak Wesson menarik Shireen yang meletakan buku itu ke meja di belakang ke ranah lapangan. Mereka di kelilingi banyak anak buah lain sebagai contoh untuk Shireen yang masih sangat pemula.


Wesson mengarahkan Shireen untuk membentuk kuda-kuda dari kakinya. Shireen menurut dan mencontoh apa yang Wesson ucapkan sampai pria ini tersenyum geli melihat kuda-kuda Shireen seperti duduk anggun.


"Bukan seperti itu. Buka kakimu selebar bahu dan kuatkan tenaga di paha mu. Topang tubuh dengan akurat dan jangan sampai kau jatuh saat ku dorong, paham?"


"Siaap!!" Sanggup Shireen mengambil nafas dan melakukannya. Saat di rasa sudah siap menerima tekanan. Wesson mendorong bahu Shireen tapi wanita itu langsung jatuh.


Semua anggota diam tapi senyum remeh Mersi tak bisa di hindarkan. Ia yakin Shireen hanyalah seorang putri raja yang dimanjakan selama hidupnya.


"Kau baik-baik saja?"


"Iya, ulangi lagi!" Jawab Shireen bangkit dan kembali ke posisi pertama.


Wesson mendorong dengan kekuatan yang sama hingga Shireen benar-benar tak bisa menahan tekanan kekuatannya. Tenaga dalam wanita ini belum di latih sama sekali.


"Shireen!"


Shireen diam. Ia melihat jelas tatapan remeh semua orang padanya bahkan Mersi benar-benar tak menahan raut jenaka dari wajahnya.


"Aku bisa!"


"Jangan di paksakan. Kita.."


"Tak apa. Ayo coba lagi!" Tegas Shireen kembali bangkit. Pantas ia jatuh karna Wesson mendorong bagian lututnya. Pertahanan siapapun akan roboh apalagi ia yang belum pernah melakukan apapun.

__ADS_1


Setelah berjuang keras bertahan dengan posisi seperti itu akhirnya Shireen berhasil menopang berat tubuhnya sendiri. Wesson melanjutkan dengan teknik tinju dan tendangan yang awam.


"Kepalkan tanganmu dan tumpukan tenaga di bahu dan tangan. Ingat, kau harus rileks!"


"Mengerti!" Jawab Shireen meninju ke depan. Tenaganya sudah cukup baik tapi ini masih jauh dari tingkatan pertama.


"Pusatkan tenaga mu dan lepaskan. Ayo lakukan!"


Shireen kembali melakukan apa yang Wesson katakan. Kepalannya sangat rentan tapi Shireen termasuk wanita yang pantang menyerah dan cerdas.


Ia bisa menyerap semua yang di lakukan Wesson dalam beberapa gerakan lalu merangkainya menjadi gerakan yang indah.


"Yah. Gerakan mu sudah tegas!" Puji Wesson membiarkan Shireen mengkombinasikan teknik yang ia ajarkan.


Mersi diam. Ia melihat jika Shireen benar-benar ingin berlatih beladiri terbukti dengan kegagalan yang ia ubah menjadi tarian keberhasilan.


"Wanita ini sangat berbahaya. Dia bisa membuat tuan Pertama turun tangan untuk mengajarinya," Batin Mersi mengepal.


Gerakan Shireen semakin lincah. Awalnya hanya pukulan di depan dan tendangan tapi di menit selanjutnya Shireen menemukan gayanya sendiri.


Gerakannya gemulai tapi tegas. Angin yang tertekan di setiap tarian kaki dan tangan jenjang ini mendesak kulit dan cukup membahayakan.


Tentu Wesson semakin terpesona dengan dewi surgawi yang sekarang menari di hadapan mata semua orang.


"Gerakannya sangat elegan. Dia tak terburu-buru dan sangat tenang!"


"Tak hanya cantik dan lembut. Dia juga pandai menambah gerakan lain."


Puji mereka seakan menyaksikan sebuah hiburan yang mahal. Tak bisa menahan kecemburuan sosial itu lagi, tiba-tiba saja Mersi masuk dalam arena berlatih Shireen yang terkejut saat ia mendapat serangan mendadak.


"Kau.."


"Gerakan mu cukup bagus," Puji Mersi tapi ada niat tak suka dalam tatapan elangnya.


Tapi, melihat hal itu Wesson sangat cemas sekaligus marah.


"Kau bertindak lancang!!"


"Maafkan aku, tuan! Tapi, jiwaku terpanggil untuk mendampingi nona cantik ini dalam melakukan pertunjukan," Jawab Mersi tegas penuh dengan kata-kata menohok yang dapat di mengerti oleh Shireen.


"Gerakan mu itu bisa melukainya! Kau.."


"Tidak apa!" Sela Shireen tersenyum tipis dan tenang. Walau ia sudah berkeringat karna latihan tadi tapi Mersi cukup membuatnya tertantang.


"Kau masih belum bisa melawan orang lain. Aku takut kau terluka jika.."


"Terimakasih atas perhatianmu. Aku ingin sekali belajar dari wanita hebat di hadapanku," Jawab Shireen penuh rasa hormat pada Wesson yang seketika diam.


Para anggota disini hanya bisa diam. Mereka ngeri jika Shireen sampai berlawanan dengan Mersi singa kegelapan GYUF.


"Mohon bimbingan mu," Sopan Shireen pada Mersi yang tersenyum licik.


"Aku tak akan segan."


Mersi kembali menyerang Shireen dengan tendangan yang sama. Shireen lincah menghindar dengan mata waspada bak kucing mencerna suasana.


"Poin paling penting dari tubuh manusia terletak pada leher dan kepala. Jika kau ingin melumpuhkan sementara serang area bisep tangan lawan mu!" Intrupsi Wesson sangat gugup melihat Mersi mendominasi.


Ia tahu Mersi bukan tandingan Shireen dan ia berharap wanita ini hanya akan melakukan serangan dasar.

__ADS_1


"Kau hanya berputar dan menghindar. Apa hanya seperti ini caramu bertahan, ha?" Tanya Mersi di sela gerakan lincahnya yang jujur merusak kefokusan Shireen yang tetap kekeh untuk melakukan pertahanan.


"Kau cukup lakukan apa yang kau mau!"


"Benarkah? Aku ingin sekali menguliti wajah cantikmu," Desis Mersi tetap mendesak Shireen dengan serangan.


Saat Wesson mendapat panggilan dari ponselnya dan pergi sebentar. Mersi tak menyianyiakan kesempatan.


Ia menendang pinggang Shireen kuat lalu memukul area betis Shireen yang tersungkur kasar dan menyakitkan.


"Nonaa!!" Syok mereka semua melihat Shireen meringis.


Bagaimana tidak? Mersi seperti ingin mematahkan kaki dan pinggangnya dan rasa nyeri itu tak tanggung-tanggung menjalar.


"Kau tak perlu sampai berlebihan seperti ini-kan?" Empati anggota lain yang merasa Mersi terlalu kasar.


"Jika dia datang kesini hanya untuk menari. Sebaiknya pergilah ke Club," Ketus Mersi pedas dan ingin pergi tapi Shireen segera menahan kakinya.


Mereka semua diam saling pandang heran. Sudah terluka seperti itu masih saja keras kepala.


"Aku bisa!" Tegas Shireen mengundang wajah remeh Mersi yang masih begitu angkuh.


"Apa kau ingin mengadu pada tuan Wesson?"


"Kau benar. Aku datang kesini untuk berlatih dan bukan menari. Aku akan berusaha," Jawab Shireen kembali berdiri.


Ia kembali ke posisi semula dan hal itu memantik api kesombongan Mersi.


"Jika kau memaksa, aku akan mewujudkannya!" Gumam Mersi dengan cepat berbalik kembali menyerang Shireen yang sudah menambah kewaspadaannya.


Awalnya ia memang hanya menghindar dan terus berputar tapi, tak di sangka di menit berikutnya Shireen mencontoh pukulan Mersi tadi hingga wanita itu tersentak mundur.


"Apa sakit?" Tanya Shireen kembali ke pose awalnya. Mersi mengepal melihat para anggota disini kembali memuji Shireen yang sangat cepat menyerap pergerakan lawannya.


"Kau akan menyesal!" Desis Mersi kembali menyerang Shireen dengan cukup brutal. Ia bahkan melakukan teknik totokan dan pukulan pelumpuh tapi untung saja Shireen mulai bisa mengimbangi gerakan penuh amarah ini.


"Dia ingin melumpuhkan ku. Ini bukan lagi latihan," Batin Shireen beberapa kali menangkis pergerakan Mersi yang seperti ingin sekali merusak wajahnya.


Karna tak mungkin menghindar lagi Shireen tak punya cara lain. Ia membalas semua yang Mersi lakukan padanya sampai mereka berdua jadi lawan yang memanas.


"Nona cantik itu akan membuat Mersi marah. Dia bisa berbuat nekat lebih dari ini untuk membalas," Gumam mereka takut jika Mersi hilang kendali.


Salah satunya langsung pergi mencari Wesson agar menghentikan kegilaan Mersi yang memburu Shireen dengan hasrat membunuh.


"Kau punya dendam padaku?" Tanya Shireen cukup kewalahan tapi ia tak mau mundur.


"Kau hanya sampah!!"


"Kau terlalu memujiku, hama!" Ketus Shireen karna Mersi terlalu menghinanya.


Alhasil keduanya berkelahi dengan amarah tapi Shireen masih harus menguasai banyak gerakan dari Mersi yang sudah kebablasan.


Walau sering menerima pukulan dan rasa sakit, Shireen kembali membalasnya dengan teknik yang sama.


Tanpa mereka sadari ada Cooper yang menyaksikan pertarungan ini. Ia syok dan terkejut melihat Shireen yang sudah berkali-kali jatuh bisa mengimbangi Mersi yang dijuluki SINGA KEGELAPAN GYUF itu.


"Jika begini umurku akan semakin pendek," Gumam Cooper mengusap dada. Edwald tadi sibuk dengan misi barunya tapi pria jantan berhati batu itu menyuruhnya untuk memantau Shireen.


...

__ADS_1


Vote and Like Sayang..


__ADS_2