
Semua anggota yang berhasil lolos-pun sudah menepi di pelabuhan. Mereka membantu mencari barang-barang yang bisa di selamatkan atau anggota lain yang tadi terluka parah juga di seret ke pinggir.
Suma sudah terduduk di tepi jembatan pembatas antara laut dan daratan. Ia menatap kosong dua kapal besar yang tadi membawa tawanan di markas dan beberapa obat terlarang yang tentu sudah hancur bersamaan dengan ledakan itu.
"Dad! Semuanya sudah hancur. Apa yang harus kita lakukan sekarang?" Tanya Glimer yang berdiri dibelakangnya.
Tubuh mereka yang basah terasa dingin dan lembab. Kerugian yang di taksir dari ledakan ini sudah milyaran dolar dan hampir menguras semua anggaran sebelumnya.
"Kenapa sampai seperti ini?" Gumam Suma dan tentu Glimer langsung menjawab.
"Ini semua karna Steen. Jika dia meyakinkan daddy untuk tak berlayar malam ini pasti kita tak akan mengalami kerugian sebesar ini!"
"Kau benar," Gumam Suma sungguh muak dengan sikap dingin dan angkuh Edwald yang bahkan berani membuat kesepakatan dengannya di tengah kondisi genting.
Tapi, bicara tentang pria itu, dimana dia sekarang? Kenapa sedari tadi mereka tak melihat Edwald maupun Wesson di permukaan air?!
"Tuan Steen tenggelam!"
Seru para anggota yang tadi menyelam untuk melihat, kemana dua pria itu?! Mereka seketika saling pandang segera meloncat ke dalam air sedangkan Glimer dan Suma masih diam di tempat.
"Steen tenggelam. Yang benar saja, sudah jelas dia perenang yang sempurna," Decah Glimer tak percaya.
Tapi, apa yang di katakan salah satu anggota tadi benar adanya. Wesson yang tadi menghilang berusaha menarik Edwald dari kedalaman di bawah laut karna Edwald yang terjerat jaring kapal yang tadi sempat di jatuhkan oleh Johannes yang sudah pergi ntah kemana.
Di dalam lautan remang ini Wesson berenang menuju posisi Edwald yang masih berusaha untuk lepas dari jaring yang membelit kakinya. Cincin itu ia genggam erat walau sekarang nyawanya sudah terancam karena tekanan air yang semakin kuat.
"Steen!"
Batin Wesson sudah mendekat. Ia menarik lilitan jaring di satu kaki Edwald yang tampak sudah kehabisan tenaga untuk bertahan agar tak tenggelam.
Wesson bingung, disela bantuan yang ia berikan. Otaknya berpikir keras, kenapa Edwald berenang sampai sejauh ini?! Seharusnya dia sudah naik ke permukaan sudah sedari tadi.
Tapi, ikatan jaring ini sangat kuat. Ada pemberat yang ikut jatuh di ujung jaring itu hingga mau tak mau Edwald harus bertahan walau sisa oksigen di paru-parunya sudah sangat tipis.
Dari tatapan mereka berdua Wesson mengisyaratkan Edwald untuk bertahan lebih lama. Ia berusaha melepas pemberat yang ada di ujung jaring tapi, ini tak mudah di lakukan.
"Aku akan berusaha,"
Isyarat Wesson pada Edwald yang sudah tak punya oksigen lagi di dadanya. Gelombang air di bawah sana semakin kuat menarik mereka semakin dalam.
Jika Wesson terus disini maka ia akan tenggelam lebih jauh di dasar lautan.
__ADS_1
"Steen!!"
Batin Wesson terkejut saat Edwald menarik bahunya ke atas dengan sisa tenaganya ia memberikan sesuatu di genggaman Wesson yang diam tak mengerti.
Edwald mendorong Wesson untuk berenang kembali ke atas dan hal itu membuat tubuhnya jatuh semakin dalam.
Hal itu membuat Wesson terkejut. Ia melihat Edwald mengisyaratkan sesuatu dengan menepuk dadanya sendiri seakan ingin mengatakan LINDUNGI sebelum ia benar-benar hilang dari pandangan Wesson.
"L..lindungi, m..maksudmu.."
Batin Wesson seketika tahu, apa yang di maksud Edwald sebenarnya?! Ia ingin menyelam ke bawah sana tapi pasokan oksigen di dadanya sudah tak cukup.
Mau tak mau Wesson akhirnya berenang kembali kepermukaan. Tekanan di dalam sini benar-benar kuat bahkan Wesson merasa kewalahan melawan gelombang di dalam laut sampai ia berkali-kali ingin tenggelam tapi untung saja para anggota GYUF sudah sampai ke bawah sini segera menariknya ke atas.
Sebagian dari mereka mencari Edwald tapi melihat gelapnya dasar laut di bawah sana mereka tak berani untuk menyelam lebih dalam lagi apalagi tubuh mereka juga terluka.
Alhasil Wesson di bawa ke atas sedangkan Edwald masih terkurung di dalam sana. Hidup atau tidak tak ada satupun yang tahu apa yang terjadi pada pria itu.
"Bawa tuan ke atas pelabuhan!!"
Teriak salah satu anggota yang segera berenang menepi. Suma dan Glimer tersentak melihat Wesson naik kepermukaan di bantu para anggota mereka.
"D..DAD!! STEEN.. TOLONG!! DIA TENGGELAM DI BAWAH SANA!!" Panik Wesson disisa kekuatannya segera naik ke atas jembatan ini.
Suma berdiri saling pandang dengan Glimer yang tampak biasa saja.
"Apa yang kalian tunggu? Cepat hubungi anggota penyelam untuk segera menariknya ke atas!!"
"Dia pasti sudah tiada," Jawab Glimer dengan entengnya mengatakan hal itu. Emosi Wesson seketika meluap segera menarik kerah jaket Glimer yang sangat membuatnya muak.
"Jaga bicaramu!!! Dia juga kakakmu, Glimeer!!"
"Steen hanya anak angkat. Dia juga selama ini tak pernah peduli pada kita. Pria yang angkuh dan gila!!" Maki Glimer hingga satu kepalan Wesson langsung menghantam rahangnya.
"WESSON!!" Bentak Suma tapi Wesson hanya diam terus menghajar Glimer yang sungguh tak menyangkan kakak kandungnya sendiri lebih memilih pria lain di banding saudaranya sendiri.
"Kau gila, haa?? Steen memang pantas mati!!"
"KAU YANG PANTAS TIADAA!!" Geram Wesson memburu hebat. Baru kali ini mereka melihat Wesson semarah ini karna biasanya ia selalu diam dan lebih hangat.
"JIKA BUKAN KARNA DIA, KAU SAMA SEKALI TAK AKAN ADA DI DUNIA INI SEKARANG!! DAN KALIAN MAU MEMBIARKANNYA MATI DI SANA??! INI YANG NAMANYA KLAN, HAA??"
__ADS_1
Teriak Wesson tak peduli lagi. Ia hanya ingin Edwald selamat karna pria itu sudah cukup menderita disini.
"Wesson! Dia pasti akan selamat. Dia.."
"Dad! Kakinya terjerat jaring dan pemberat. Bahunya terluka dan tak ada lagi tenaga melawan gelombang di dalam sana. Aku merasakan sesak dan sakit di dalam sana bahkan paru-paruku nyaris mau terbakar!! Kau pikir Steen bukan manusia??!" Panik Wesson tak bisa mengendalikan emosinya.
"Ada apa dengan Steen?"
Seseorang datang dari belakang. Ternyata itu Cooper yang kembali bersama beberapa anggota GYUF yang tampak syok melihat kekacauan disini.
"Cooper!! Steen tenggelam di bawah sana. Dia.."
"Mana mungkin dia.."
"Karna ini!"
Wesson menunjukan cincin yang ada di genggamannya. Cooper segera mendekat melihat cincin itu dan ia sangat ingat jika ini cincin pernikahan yang dulu Shireen lempar di club.
"CEPAT MENYELAM KE BAWAH!! AKU TAK INGIN TAHU APAPUN, STEEN HARUS DI ANGKAT KE ATAS!!" Teriak Cooper segera menghubungi anggota penyelam mereka.
Seluruh pasukan GYUF yang masih ada di daratan segeran di kerahkan ke sini. Semua peralatan selam di bawa ke permukaan air dengan lampu dari atas kapal Johannes tadi di arahkan ke permukaan laut.
Sementara di tempat lain. Shireen tiba-tiba saja jatuh sakit. Ia demam tinggi setelah semalaman muntah dan pagi ini kondisi kesehatannya sangat menurun.
Bahkan, harus di larikan ke rumah sakit di sekitar sini. Nenek Rue dan kakek Bolssom sangat panik saat suhu tubuh Shireen sangat panas.
"Kenapa dia bisa seperti itu? Tak biasanya Shi bisa demam sampai setinggi ini," Cemas nenek Rue yang begitu panik menunggu di luar ruang rawat.
Saat dokter sudah keluar dari ruangan itu mereka langsung mendekat dengan wajah yang khawatir.
"Bagaimana dengan cucuku? Apa yang terjadi padanya?"
"Nyonya! Nona Shireen mengalami kecemasan yang tinggi. Dia mengalami tekanan yang kuat sampai tubuhnya drop. Untung saja janinnya kuat masih bisa bertahan!"
"J..janin?" Syok nenek Rue dan kakek Bolssom yang terkejut.
Apa Shireen hamil? Dia hamil?
.....
Vote and like sayang..
__ADS_1