Dendam Suamiku

Dendam Suamiku
Berita buruk


__ADS_3

Acara jamuan makan malam di kediaman William berlangsung sangat lancar. Kedatangan Edwald benar-benar merubah suasana hati Patrica yang tadinya tak bersemangat menjadi menggebu-gebu. Bahkan, nyonya Ines yang melihat gelagat aneh Patrica pada Edwald membuatnya merasa segan dan malu pada Shireen yang tak datang malam ini.


"Tuan! Bagaimana menurutmu makanan ini?" Tanya Patrica dengan gaya manjanya menunjukan piring pasta yang ada di depan piringnya.


Edwald hanya diam. Ia melirik tajam Wesson dari sudut mata elangnya hingga pria itu dengan cepat menyahut.


"Tentu hidangan ini sangat lezat, nona!"


"Benarkah? Bagaimana menurutmu? Tuan Edwald?" Tanya Patrica masih mendesak Edwald untuk menjawab.


Kebisuan Edwald membuat suasana begitu canggung dan hening apalagi, tuan Michelle dan nyonya Ines juga merasa tak enak pada Edwald yang selalu di tanyai oleh Patrica.


"Nak! Makan saja makananmu. Biarkan mereka fokus untuk makan, hm?"


"Dad! Aku hanya bertanya, kenapa jadi serba salah?!" Gumam Patrica jengkel meletakan kasar sendok dan garpunya.


Edwald mengambil nafas dalam. Ia menegakkan pandangannya menatap datar Patrica yang merinding kala bersitatap dengan manik hijau misterius ini.


"Kalian keluarga kelas atas. Tentu, saat mengundang kami maka hidangan yang di sajikan tak akan pernah gagal. Untuk apa aku menjawab pertanyaan yang sudah jelas jawabannya?! Nona!"


"A.. maaf, aku hanya terlalu bersemangat," Gumam Patrica merasa malu.


Nyonya Ines akhirnya menghela nafas lega karna Edwald menjawab dengan kalimat yang sangat berkharisma dan tentu sopan.


"Baiklah, ayo kita makan! Jangan sampai hidangannya dingin!" Ajaknya memecah suasana canggung ini.


Coba saja nona Shireen ikut pasti, keadaan ini akan lebih hangat dan bersahabat seperti tadi sore.


Pikir nyonya Ines yang merasa jika Edwald saat ini dan yang menyusul istrinya tadi sore sangat berbeda drastis. Wajahnya begitu dingin seakan menenggelamkan mereka dalam ranah pembekuan.


"Nona Patrica! Bagaimana dengan pemotretan mu hari ini?! Tadi siang kau bilang jadwal mu sangat padat," Tanya Wesson melancarkan serangan.


"Yah, tentu saja semuanya lancar dan sangat bagus! Lain kali kau harus datang menyaksikan semuanya," Jawaban angkuh Patrica dengan mata tertuju pada Edwald padahal yang bicara itu Wesson.


"Aku yakin, nona pasti melampaui banyak model yang naik sekarang ini!"


"Kau benar, aku memang punya segalanya hanya saja,.. Aku tak punya kekasih yang pas," Jawab Patrica tersenyum pada Wesson tapi senyuman itu bermakna ambigu.


Edwald hanya fokus pada makananya dan terus melihat ke arah jam mahal di pergelangan tangannya.


Sudah begitu larut, pikirannya terus tertuju pada Shireen yang ntah apa yang dia lakukan di sana sekarang.

__ADS_1


Drett..


Ponsel Edwald berdering. Fokus semua orang teralihkan padanya terutama Patrica yang dengan terang-terangan menyelidik.


"Sepertinya tuan sangat sibuk."


"Patrica!" Tegur tuan Michelle tapi Patrica hanya diam mendelik gerah.


Edwald berdiri dari duduknya dan pamit beranjak keluar dari ruang makan mewah ini. Yang memanggilnya adalah Cooper. Pria itu tadi tak ikut bersamanya karna harus memantau Shireen.


"Katakan!"


"Steen! Lintah peliharaan-mu itu membuat masalah besar bagi Shireen. Lihat berita yang beredar beberapa jam lalu!"


Suara Cooper terdengar kesal bukan main. Edwald segera melihat notifikasi ponselnya dimana topik hangat malam ini adalah RAHASIA DI BALIK KECANTIKAN NONA MUDA HARMON.


Mata Edwald berapi-api meremas ponselnya kala melihat satu rekaman vidio dari beberapa pengunjung resto yang memperlihatkan perdebatan sengit dan adegan anarkis yang di lakukan Shireen pada Kimmy.


Banyak komentar negatif yang tersebar bahkan ada yang memaki Shireen.


Tak ku sangka wanita secantik Shireen ternyata menjadi simpanan.


Bagaimana kalau presdir Edwald tahu jika selama ini istrinya seorang simpanan?!


Kasihan sekali presdir Edwald yang mendapatkan wanita seperti itu.


Hardik mereka semua di kolom komentar bahkan ada yang terang-terangan mengatakan Shireen lambang pergaulan bebas.


"Steen! Sekarang Shireen masih di restoran. Banyak media yang datang setelah berita itu terpublikasi dan kami cukup kewalahan."


"Halangi siapapun yang ingin merekam disana. Jika mereka mendesak, habisi!" Tegas Edwald mematikan sambungan lalu kembali ke ruang makan.


Wesson berdiri saat melihat wajah Edwald sudah kelap pertanda ada masalah yang terjadi.


"Tuan, nyonya! Aku ada urusan mendesak dan aku harus pergi. Terimakasih untuk jamuannya!"


"A.. Iya, tuan! Silahkan, kau pasti punya pekerjaan penting," Jawab nyonya Ines berdiri begitu juga tuan Michelle tapi tidak dengan Patrica yang baru saja melihat ponselnya dan ia cukup terkejut.


"Woww! Apa ini urusan mendesakmu? Tuan!"


Menunjukan layar ponselnya dimana rekaman Shireen menampar Kimmy dan mendorong wanita itu. Caption vidio itu juga cukup membuat mereka syok tapi wajah Edwald sudah mengeras.

__ADS_1


"T..tuan.."


"Apapun yang kalian lihat itu belum tentu benar. Dia istriku dan aku tahu, bagaimana dirinya?!" Tegas Edwald lalu pergi diikuti Wesson yang merasa cemas kala tahu masalah yang dihadapinya adalah Shireen.


"Kenapa Kimmy sampai senekat ini?! Beredarnya rekaman itu akan membuat daddy tahu, jika Shi adalah Shireen. Steen!"


Edwald tak menjawab. Ia buru-buru keluar dari kediaman ini lalu masuk ke mobil diikuti Wesson yang duduk di samping kursi kemudi.


Edwald menyalakan mesin mobil lalu melajukan baja mewah ini sangat cepat bahkan Wesson sampai berpeggangan ke peggangan kursi.


Sementara di resto sana. Shireen tak bisa keluar dari tempat ini karna banyak orang di luar yang mendesak untuk masuk terutama para media yang memanfaatkan dinding kaca resto untuk merekam dari luar.


Para anggota GYUF terus menghadang di pintu resto bahkan terang-terangan mendorong kasar mereka sampai terjadi keributan di depan sana.


"Mereka berkelahi!"


"Itu semua karna nona Shireen!"


Desas-desus para pengunjung resto yang tengah ada di sekitar Shireen. Kimmy sudah di tarik oleh Cooper menjahui Shireen agar tak memberikan kata kasar yang bisa membuat bumil itu meledak lagi.


"Kau mencari mati, ha?" Geram Cooper mencengkram lengan Kimmy yang tak peduli lagi.


Saat tahu Mersi sekarat karna Edwald melindungi Shireen ia tak bisa menahan rasa cemburu dan kenyataan yang jelas menjabarkan Shireen punya tahta spesial di hati Edwald.


"Justru kalian harus berterimakasih padaku. Dengan seperti ini Shireen akan hancur bahkan reputasinya tak akan baik seperti sebelumnya,"


"Kau akan menyesal, Kimmy!" Geram Cooper tapi Kimmy benar-benar nekat kali ini.


"Aku mungkin akan berakhir tapi, aku akan membawa Shireen dalam detik kematianku."


"Apa yang sudah kau lakukan, ha??" Mata Cooper sudah mendidih panas.


Kimmy menyeringai. Ia benar-benar nekat sampai melakukan hal yang pasti akan membuat Edwald memburunya ke ujung dunia-pun.


"Suma sudah tahu siapa Shireen sebenarnya!"


Degg..


.....


Vote and Like Sayang..

__ADS_1


__ADS_2