Dendam Tak Sudah

Dendam Tak Sudah
Siapa Pria dan Wanita Itu


__ADS_3

Alvaro tidak pernah mengaktifkan notifikasi berita hiburan dan sejenisnya.


Pria itu hanya mengaktifkan notifikasi seputar berita bisnis, ekonomi, dan politik. Tapi, pagi ini ia dikejutkan dengan notifikasi pesan berita seputar bisnis yang berisi berita gosip.


Alvaro mengernyitkan alisnya terkejut dengan judul berita yang dibacanya. Sejak kapan berita bisnis, ekonomi dan politik berubah menjadi berita gosip?


Alvaro mengabaikan notifikasi berita itu.


"Nona Amor, sepertinya Kau sangat tertarik dengan kehidupan pribadi ku? Alvaro menjawab wanita itu dengan serius dan sedikit bercanda. Ya, aku sudah memiliki kekasih. Apakah Kau kecewa, Nona Amor?"


"Tidak Alvaro, Kau sangat percaya diri!" Wajah wanita itu berubah dalam sekejap, dari tersenyum ramah menjadi senyum kecut. "Mau minum atau makan?" wanita itu bertanya di sela-sela kecanggungan nya sendiri.


"Tidak, terima kasih." Alvaro menjawab singkat dan jelas.


"Wanita itu sangat beruntung mendapatkan mu Varo, Aku sangat iri padanya!"


"Nona Amor, Kau salah. Aku adalah lelaki yang beruntung itu, bukan dia. Banyak pria yang menginginkannya tapi dia memilihku." Pria itu memamerkan cintanya pada sahabatnya, Amor. "Harusnya Kau juga sudah memiliki kekasih, Kan? tentu banyak pria yang tergila-gila padamu. Kulitmu eksotis, lekukan tubuhmu juga idola semua pria luar itu, Kan?"


Amor menggelengkan kepalanya. "Tidak, aku belum memiliki kekasih, mungkin akan memiliki kekasih segera!" Jawabnya lirih. Wanita itu sedikit mendesah dan meminum jus jeruk yang telah ia pesan sebelum Varo datang. "Peluangku sangat tipis, kawan! Sepertinya dia telah di curi oleh orang lain."


"Amor, Kau cantik, baik hati, wanita Seperti mu tidak usah khawatir, semua pria pasti rela mengantri untukmu!" Alvaro menghibur sahabatnya.


"...." Wanita itu tersenyum mendengar pria rela mengantri untuknya. Pikirannya melayang dan menjawab pertanyaan Varo dalam hatinya. Banyak yang mengantri, tapi itu, bukan Kau Varo. Kau yang kumau.


"Amor, aku sedang sibuk saat ini. Tugas kuliah dan pekerjaan sedang menumpuk. Aku minta maaf, tidak bisa berlama-lama tinggal disini. Aku sudah membawakanmu semua katalog mobil yang aku jual, Kau bisa melihatnya, jika Kau binggung menentukan pilihanmu Kau bisa mengirimiku pesan atau menelepon ku. Oke!"


"Baiklah, Tuan baik hati. Sepertinya Kau sangat sibuk hari ini. Aku akan menghubungimu nanti."


"Sampai jumpa di lain waktu, Nona Amor."


"Hem.... Hati-hati di jalan Varo."


"Tentu."


Amor meminum jus jeruknya dan melihat-lihat katalog yang diberikan oleh pria itu.

__ADS_1


"Varo kenapa kau begitu sulit di dapatkan?


Aku sudah menunggu mu, sudah bertahun-tahun tapi kau tetap tidak peka." Wanita itu mengepalkan tangannya dan ***-remas jari jemarinya. Hatinya bergemuruh, sakit dan lebih sakit dari bertahun-tahun lamanya menunggu pria itu. Mengetahui pria yang diincarnya sudah memiliki kekasih, wanita itu menjadi lemas.


"Varo aku bukan ingin membeli mobilmu saja, aku ingin hatimu." Wanita itu membanting gelasnya di meja hingga semua orang menatap ke arahnya. Merasa malu wanita itu tersenyum dan meminta maaf. "Maaf aku tidak sengaja melakukannya." Semua muka yang memandang wajah wanita itu segera memalingkan tatapannya . Riuh gemuruh suara terdengar kembali setelah terjadi keheningan saat gelas menyentuh meja.


Wanita itu membenamkan wajahnya di meja dan menutupi wajahnya mengunakan katolog yang di berikan Varo padanya. "Varo seandainya hatimu ada harganya, aku akan membeli berapapun harganya." Ia mendesah, mengetukan jari-jemarinya di atas meja dan menopang pipi kanannya.


*****


Ballroom hotel, suara musik dengan lirik lagu romantis menggema ke seluruh penjuru ruangan. Rasa bahagia sepasang pengantin terpancar dari raut wajahnya, selalu menebar senyum merekah ke setiap tamu yang datang menghampirinya.


Dekorasi ruangan sangat cantik, kesan modern pada dekorasi itu terlihat sangat jelas. Banyak bunga-bunga dari berbagai jenis menjadi pajangan, menghiasi di seluruh penjuru ruangan pesta. Suara riuh dari tamu undangan mengambang di udara, menciptakan kesan harmonis dan kehangatan di ruangan itu.


Memasuki Ballroom Hotel, Alona dan Xander melangkahkan kakinya dengan sangat angun. Tangan kanan Alona memegang tangan Xander. Kehadiran pasangan itu menyita perhatian semua tamu di ruangan itu.


Tampilan Xander sangat gagah memakai tuksedo berwarna merah hati, berkemeja putih, berdasi kupu-kupu dan celana bahan dengan warna senadah dengan tuksedo-nya. Alona dengan gaun merah darahnya terlihat cantik seperti bidadari, di kedua pergelangan tangannya terdapat gelang dari bahan kain dengan pita panjang menjuntai.


Satu per satu tamu undangan membalikan badan, dan berdiri berjejer di samping karpet berwarna merah. Xander dan Alona seperti sepasang pengantin yang akan memasuki ruangan pernikahan mereka. Semua tamu yang hadir seperti memberikan penghormatan kepada mereka berdua. Suasana saat itu hening tanpa suara, hanya terdengar suara musik yang mengiringi langkah kaki Xander dan Alona.


Rasa iri dan mengagumi terpancar di setiap wajah yang memandang Xander dan Alona.


Menyadari menjadi pusat perhatian, Alona tersenyum dan melambaikan tangan sebelah kirinya. Senyuman wanita itu seperti cahaya bulan di malam hari.


Keheningan berlalu menjadi ramai. Satu persatu pertanyaan menggalir. Ruangan itu seperti akan pecah oleh pertanyaan seputar Xander dan Alona.


Siapa pria dan wanita itu?


Cantik dan tampan, mereka pasangan serasi.


Wow manisnya, sayang aku mau gaun seperti wanita itu, cantik dan elegan. Aku mau memakainya di pesta pernikahan kita!?.


Siapa wanita itu?


Alona Arunika Raharaja, jawab seorang wanita di sampingnya. Dia adik kandung Alan Ruby Raharja, pewaris Raharaja industry.

__ADS_1


Cantik ya, jawab wanita di sampingnya lagi.


Sayang pria itu sangat tampan, aku ingin berfoto bersamanya. Aku mohon!?


Siapa pria itu?


oh ya Tuhan, Kau kemana saja? Dia Milan Allegri Alexander McQueen Utama. Pewaris perusahaan Utama grup.


Owh...


Sepertinya mereka berdua akan melakukan pernikahan bisnis.


Maksudmu?


Iya, begitulah cara orang kaya mempertahankan kekayaannya.


Tangan Xander menggenggam erat tangan Alona. Mereka terlihat seperti sepasang kekasih yang memamerkan cintanya. Naik ke atas pelaminan mengucapakan selamat pada sahabat karibnya.


Selamat Niko, akhirnya Kau menikah. Pria itu memeluk Niko dan menepuk-nepuk bahunya.


"Semoga Kau cepat menyusulku, Xander." Jawab Niko. "Aku rasa wanita di sebelah mu sudah tidak sabar ingin di lamar!" Niko mengejek Xander untuk segera menikah.


"Iya Aku juga sudah tidak sabar," jawab Xander. "Tapi, adikku yang lebih tidak sabar."


"...." Dasar pria mesum, pikir Alona. Merasa diabaikan wanita itu tersenyum membayangkan ia berdiri di pelaminan bersamaan kekasihnya, Alvaro.


Kapan aku bisa hidup bahagia bersama Alvaro tanpa Xander mengganggu kehidupanku.


Aku ingin dia enyah dari kehidupanku. Selamanya!


Kak Alan, semangat dan bertahanlah agar pengorbanan ku tidak sia-sia.


Aku akan merawatmu jika Kau sudah sembuh.


Aku akan membawa mu pergi.

__ADS_1


Sebaiknya kita pindah dari kota ini.


__ADS_2