
Dewi POV
dia pikir dia siapa ?
hanya karena dia dosen pembimbingku haruskah dia
berucap tidak sopan begitu? hellow, dia itu seorang dosen dan berprestasi pula. cih tidak sesuai dengan gelar dan prestasinya. minim sekali sopan santunnya. apa dia sudah gila ya?
apa kepalanya terbentur ?
untuk apa dia menanyakan hal seperti itu?
jantungku rasa berhenti saat dia menanyakan pertanyaan menjijikan itu!
. . . .
"dewiiii!!!" teriakan seseorang yang menghampiriku tiba-tiba. membuyarkan lamunanku. dari suaranya tanpa aku menoleh aku tau dia Sari. sahabatku sekaligus kakak tingkatku yang rajin sekali bolak balik kekampus walaupun dia sudah tamat dan kerja di tempat yang enak. Kerjanya bisa dibilang beruntung, ia hanya mengolah data yang diperoleh dari kegiatan lapangan di perusahaannya tanpa perlu kekantornya setiap hari. Beberapa kali dia sudah menawariku kerjaan ini dan aku memang sedikit terlibat dari proyeknya namun tidak sebesar perannya tentu. Tetapi, bagiku yang paling penting itu Ilmu nya.
"wee, kenapa kok melamun aja sih ?" tanya nya. Aku tetap dalam diamku sambil mengeleng-gelengkan kepala. tiba-tiba seseorang datang dari samping kanan sambil memberikan minuman dingin kepadaku.
"nih minum. serem aku liat mukakmu, ditekuk aja!" celetuknya dengan cepat aku mengambil minuman ditangannya.
"makasih ya di." ucapku sambil menebar senyum kepadanya.
"eh, wi. kenapa sih? ada masalah lagi?" tanyanya kembali padaku. Sari memang salah satu sahabatku yang amat kepo dalam urusan sahabatnya. tetapi dia tidak mau menceritakan aib sahabatnya sendiri dengan orang lain. sebab itulah aku hanya mau bercerita dengannya dan Ardi.
"aku mau dilamar pak dewa ,ri!" jawabku singkat sambil menyeruput minuman yang diberikan Ardi tadi. seketika mereka tertawa terbahak-bahak setelah mendengar jawabanku.
"ih apaan sih, kawan lagi ternistakan oleh dosen yang str*s begitu bukannya dihibur, ah pada jahat ya kalian!" ucapku sambil memanyunkan bibirku.
"eh, kalian berdua tau gak apa yang dia bilang samaku?" lanjutku memulai cerita
Tapi tetap mereka sepertinya penasaran mendengar jawabanku. Memasang wajah penuh tanya dengan ceritaku selanjutnya.
"kalau kamu mau menikah denganku, aku pastikan semua urusan mu dikampus ini selesai dengan sempurna!" ujarku sambil menirukan suara lelaki yang sama persis beberapa saat lalu.
"wahh... aku masih gak percaya sih. ternyata kamu bisa ngehalu sama duda, ya wi!" Celetuk sari sambil menepuk pundakku berulang kali. Membuatku sedikit kesal dan akhirnya memilih untuk diam kembali sampai mereka berdua berhenti menertawakan ku. Tapi masih saja mentertawakanku.
**Flashback on
tok tok tok...
"masuk!"
terdengar suara dari luar pintu yang diketuk barusan oleh seorang mahasiswi. Terpampang di depan Pintu nama seseorang lelaki Dewa Ramana Phd. sepertinya beliau dosen yang penting bagi gadis yang barusan mengetuk pintu. Dengan segera ia membuka pintu dan dia temui dosen yang duduk sambil membaca beberapa bagian mungkin dari pekerjaannya sebagai dosen. Secara Fisik jika kita membayangkan pada umumnya seseorang yang mendapat gelar S3 begitu pasti Sudah berumur, sudah menikah, dan memiliki istri dan anak. Namun tidak semua benar. Dewa adalah dosen berprestasi, tampan, kaya, dan terkenal di kalangan kampus, dan luar kampus, dan jangan lupakan dia juga seorang pengusaha dan keluarganya pemilik yayasan tempat Dewi kuliah sekarang. Namun dibalik kesempurnaannya, namun sikapnya bertolak belakang dengan namanya serta kesempurnaan yang dia miliki. (Bisa mengartikan sendiri ya).
__ADS_1
"Pak, saya Dewi yang mengajukan judul Skripsi berkenaan dengan . . . ,
"ya saya tau. lantas?" belum selesai rasanya gadis yang bernama dewi itu menjelaskan sudah di potong saja oleh sang dosen.
"tapikan saya belum selesai menje.."
"ya saya tau..! potong Dewa dengan tatapan tajam mengarah langsung ke gadis. Membuat Dewi menundukan pandangannya.
Seketika ruangan menjadi hening.
"Dewi!"
.
"ha iya pak?" jawabnya dengan cepat.
.
"kamu sudah punya pacar?" tanyanya sontak membuat Dewi terkejut terheran-heran. bagaimana bisa dosen melontarkan pertanyaan yang tidak nyambung sama sekali dalam topik pembicaraan mereka.
"ha, maksudnya pak?, saya ...
"kamu sudah punya pacar?" dia kembali memotong ucapan Dewi lagi dengan pengulangan kalimat yang sama.
"kenapa diam?" tuntutnya lagi. sambil melihat mata Dewi serta ekspresinya yang terkejud terheran-heran.
"begini saja!" Dewa kali ini menjelaskan sambil berdiri. keduanya saling menatap.
"kalau kamu menikah denganku. maka urusan disini akan selesai!" dengan spontan Dewi membanting kertas-kertas yang sudah ia bawa dan pergi dengan tatapan yang marah, kesal. sebari membanting pintu.
Disisi lain Dewa hanya menatap punggung Dewi yang perlahan menghilang dari pandangannya sambil terduduk. Entah apa maksudnya tiba-tiba melamar mahasiswi nya dalam keadaan dan situasi seperti ini
**flashback off
*Dewi pov off
Author Pov
Hari ini papa ulang tahun ke 53 tahun. tiba-tiba Dewi merindukan papa dan akhirnya memutuskan untuk ziarah ke makam papanya. Ia memesan ojek online untuk segera pergi ke pemakaman Papanya. disepanjang perjalananan pikirannya entah kemana-mana. Entah itu kejadian tadi atau ia sedang merindukan pelukan tulus dari seorang Papa yang sudah tidak ia dapatkan semenjak ia menginjak kelas 2 SMA. Ia sudah menjadi tulang punggung kedua setelah ibunya sejak saat itu. Mulai dari berjualan kue, bekerja part time di kafe, serta berjualanan baju dan pernak pernik secara online.
"mbak.. " panggil seseorang didepan Dewi. membuat.dia terkejut.
"iya pak!"
"kita sudah sampai" ucapnya. Dewi langsung turun, dan memberikan uang kepada pengemudi ojek online tersebut.
__ADS_1
Ia melangkahkan kaki menuju makam Papanya. sambil melihat di sekeliling dan berharap ia segera menyusul papanya ke surga. setelah sampai. dia langsung bergegas membersihkan makam papa nya serta menaburi beberapa bunga. memanjatkan beberapa Doa, sambil menangis dan dalam tangisan itu bisa terlihat tangisan yang dipenuhi dengan beban hidup dan kerinduan yang mendalam.
Sudah setengah jam lamanya ia duduk dan berdoa untuk papanya. Hari juga kian semakin sore. Ia bergegas untuk kembali pulang.
Namun.
Ketika melangkahkan kaki. Betapa terkejutnya bahwa yang di hadapannya seorang laki-laki yang baru ditemui beberapa jam lalu.
"Pak Dewa?" gumamnya
Laki-laki itu semakin mendekat. lebih dekat. hingga mereka saling berhadapan seperti tadi. Untuk beberapa detik saling menatap.
"sedang apa bapak disini?, bapak mengikuti saya ya ?" cecar Dewi seolah membuat Dewa yang tadinya tenang menatap sinis ke arah Dewi.
"pak, saya tau bapak itu dosen saya. saya tau pak!, tapi apakah pantas seorang dosen menanyakan hal yang tidak sopan ke mahasiswinya?" Sepertinya kali ini ia meluapkan emosinya yang sejak tadi ditahan. Sedangkan Dewa hanya menatap nya dengan tatapan yang sama.
"jawab pak!!" bentak Dewi dengan suara yang keras. Ia sampai lupa kalau yang didepan nya merupakan Keluarga pemilik yayasan tempat ia kuliah. Jika saja mau membuat hidup Dewi makin sulit dan tidak Lulus dengan nilai sempurna pun bisa Dewa lakukan dengan sekali perintah.
"Dewi?"
"ia apa ?"
" saya melakukan ini juga bukan kemauan saya!" jawab Dewa singkat. Membuat pikiran Dewi semakin kalut dan terbelit-belit.
"jadi kemauan siapa?" seolah belum puas atas jawaban Dewa, gadis ini menanyakan hal baru lagi.
Tanpa menjawab pertanyaan Dewi, ia malah menarik tangan Dewi untuk mengikuti langkah kakinya sampai sampai kesebuah makam Tepat disebelah makam Papa Dewi. Bertulis nama Arini Ayu Binti Sandjaya.
"Kemauan beliau!" jawab Dewa sambil menatap makam seorang yang sepertinya itu orang yang dia sayangi.
"maksudnya Pak?" tanya Dewi sambil memandang wajah Dewa yang ekspresinya 180 derjat berbeda dari yang tadi.
"tanyakan saja pada mamamu!" jawabnya lagi-lagi seolah-olah teka teki yang membingungkan.
.
.
.
BERSAMBUNG.
Selamat Membaca. Salam kenal Namaku Suci. Hobi Halu ku terealisasi berkat Noveltoon. Terimakasih Noveltoon๐๐.
Aku penulis Baru. semoga kalian suka ya. Selamat membaca. Oiya, jangan lupa sukai, vote, dan tinggalkan komentar ya. ๐ค๐ค๐
__ADS_1