
Happy reading
"Aku dijebak oleh pak tua itu, bahkan aku tak bisa melawan karena jika aku melawan. Papa yang akan dicelakai olehnya," ucap Cleo penuh dengan dusta. Entah darimana dia mendapatkan di pemikiran itu.
Tapi yang pasti Dewa tak akan lagi percaya dengan wanita yang ada di depannya ini. Bahkan ia sudah terlanjur ilfill dengan Cleo yang dengan mudahnya memberikan keperawanannya pada orang lain yang bukan suaminya.
"Cih dipaksa tapi lu juga menikmati. Lu pikir gue percaya dengan apa yang lu ucapkan hah? Wanita bit*** seperti lu akan selamanya seperti itu."
Dewa berkata seperti itu karena ia terlanjur kecewa dan benci dengan Cleo yang dulu pernah ia banggakan. Ternyata wanita yang ia banggakan di depan teman temannya tak lebih dari seorang sampah.
Tapi syukurlah sekarang Dewa sudah menemukan cintanya kembali yaitu Dewi. Dewi yang sedari lama sudah berada di sekitarnya, kini menjadi kekasih hatinya.
"Aku tidak seperti itu, aku wanita baik baik. Bahkan kalau kamu mau aku bisa membuktikannya," ucap Cleo yang saat ini sudah berdiri dan ingin duduk dipangkuan Dewa.
Untungnya laki laki itu langsung bangun jadinya Cleo terjatuh di lantai dengan tidak etisnya. Dewa berusaha untuk tidak tertawa walaupun di dalam hatinya ingin tertawa dan memaki maki Cleo.
"Awhh sakit banget. Dewa tolongin," ucap Cleo merengek pada Dewa. Tapi Dewa hanya menatap tak peduli Cleo, ia memang sangat jarang memperdulikan orang lain jika itu bukan orang yang ia sayang.
Disana tidak banyak orang hanya dia sampai tiga orang saja. Tapi hal itu membuat Cleo malu pada orang orang yang ada disana.
"Ohh ayolah aku tahu kamu menginginkan tubuhku ini?" goda Cleo yang sudah berdiri untuk menutupi malunya. Ia mendekat ke arah Dewa dengan gerakan pelan. Ia masih berpikir jika Dewa itu hanya syok saja, Cleo yakin rasa cinta Dewa masih ada untuknya.
"Kamu janji akan menjadikanku satu satunya untuk kamu. Tapi kenapa sekarang kamu mau menjauh dari aku? Apa kamu sudah memiliki pacar baru?" tanya Cleo dengan nada menggoda.
Dewa yang sudah muak dengan apa yang diucapkan oleh Cleo itu langsung menepis tangan Cleo yang ingin menyentuh tubuhnya.
__ADS_1
"Sejengkal saja lu sentuh tubuh gue, gue pastikan tangan lu gak akan tersambung dari tempatnya sekarang," ancam Dewa yang langsung memanggil sekretarisnya.
Sebelumnya Farisa sudah menyelidiki tentang siapa saja yang akan bekerja sama dengan perusahaan mereka nanti. Dan kenyataan yang Dewa terima adalah perusahaan Tuan Sartono adalah perusahaan yang selalu menggunakan jasa gadis gadis untuk memperlancar kerja sama mereka. Bahkan yang membuat Dewa tak habis pikir adalah ketika, Tuan Sartono mengorbankan anaknya sendiri sebagai umpan.
"Maaf kami tidak bisa terima kerja sama kali ini. Kami juga merasa jika dalam proposal itu ada kecurangan yang akan membuat kami merugi nantinya," ucap Farisa dengan tegas.
Ia akan bekerja dengan profesional walau ia juga sangat menyukai Dewa. Tapi ia masih tahu batasan dan sadar diri juga karena sudah memiliki calon istri walau usianya baru 19 tahun.
Akhirnya dengan berat hati Tuan Sartono menerima keputusan ini. Ia tak mau semakin dalam berurusan dengan pihak Papa Albert dan Dewa karena sudah dipastikan jika dia yang akan kalah.
Ternyata membuat perusahaan Papa Albert bekerja sama dengan perusahaan miliknya sangatlah susah, selain orang orangnya yang cerdas. Keturunannya juga tak bisa ia tebak.
Biasanya banyak pimpin yang akan tergoda dengan body putrinya tapi kenapa laki laki ini tidak tergoda? Apa karena ada dirinya.
"Maaf jika menganggu waktu Nak Dewa. Tapi alangkah baiknya jika kita makan siang dulu di sini."
***
"Huhh akhirnya terbebas juga dari ulat itu," gumam Dewa duduk di kursi mobil itu.
Farisa yang mendengar itu hanya menggeleng. Sebenarnya kenapa anak bosnya ini bisa sebenci itu dengan yang namanya wanita apa karena dulu pernah ada problem.
Mobil itu berlalu menuju perusahaan yang jaraknya cukup jauh dari mall tadi. Tapi mau gimana ini juga yang namanya pekerjaan.
Dewa mengambil ponselnya dan menghubungi Dewi lagi kenapa kekasihnya itu tidak juga mengangkat telepon bahkan membaca pesan darinya. Apa Dewa sudah tak penting lagi untuk Dewi? Kenapa ia jadi sedih seperti ini, apa karena baru saja ia bertemu dengan wanita dari masa lalunya?
__ADS_1
Tak terasa mereka sudah sampai di kantor. Dewa langsung masuk ke dalam ruangannya dan menyelesaikan urusannya. Ia tak sabar ingin pulang ke rumah dan memeluk kekasihnya. Andai saja Dewi sudah menjadi istrinya pasti Dewa akan sangat senang dan bisa setiap hari memeluk tubuh Dewi yang wangi itu.
"Kemana saja dia? Biasanya dia tak akan pernah betah jika tidak membuka ponsel tapi ini apa. Dari tadi kenapa gak aktif. Apa Dewi masih tidur ya," ucap Dewa menghubungi Dewi berkali kali tapi hasilnya tetap nihil.
***
Sedangkan di rumah, Dewi yang mendengar ponselnya berbunyi berkali kali itu membiarkannya saja. Ia tahu jika itu adalah panggilan dari Dewa. Tapi ia masih ingin bersantai sebentar, setelah ia selesai membuat kue tadi. Tapi sayangnya belum ia dekorasi karena lelah juga.
Jika mengandalkan Naila ia tak yakin akan jadi. Karena apa? Karena tadi saja Naila sudah membuang hampir 90 gram tepung terigu karena salah resep. Dan banyak juga yang tumpah tumpah.
Dan lihatlah Naila yang sedari tadi membantunya sudah tidur di kamarnya dengan posisinya yang unik bagi Dewi.
"Tidur yang nyenyak ya Dek. Kakak sudah anggap kamu sebagai adik kakak sendiri kok, kakak juga gak tahu kenapa selama ini perlakuan Papa sedikit berbeda sama kamu tapi yang pasti mereka sayang sama kamu."
Dewi mengelus lembut rambut Naila yang tak tertutup hijab. Kadang ia bingung kenapa Naila ingin berhijab karena di rumah ini tidak ada yang memakai hijab selain pembantu yang mengasuh Naila dari kecil.
Naila yang merasakan kenyamanan dari elusan Dewi itu malah tambah nyenyak apalagi tangan Dewi hangat sekali membuatnya makin betah memejamkan matanya.
Tak terasa jam sudah menunjukkan pukul setengah tiga. Sudah terlalu lama mereka bersantai. Dewi mulai turun dari kasur dan berjalan menuju dapur dimana kue yang tadi ia buat ada disana.
Dengan senyum mengembang Dewi menghias kue ulang tahun itu dengan cantik. Walau tak sebagus hiasan para ahli tapi lumayanlah tak akan malu maluin.
Setelah setengah jam Dewi menghias kue itu, akhirnya kue ulang tahu buatannya selesai dibuat. Dewi menyimpannya kembali seraya menunggu Dewa untuk pulang dari kantor seraya berganti pakaian.
Tadi Mama dan Papa juga sudah pulang dari mall hingga bisa membuat kejutan untuk kekasihnya. Yang pulang sekitar jam 4 sore nanti. Walaupun nanti perayaannya sederhana tapi Dewi berharap bisa membuat Dewa bahagia dan tak akan melupakan momen ini.
__ADS_1
Karena ini kali pertama Dewi merayakan hari ulang tahu Dewa. Dan ia akan memberikan hal yang istimewa untuk kekasihnya yang bertambah satu tahun usianya itu.
Bersambung