
Happy reading
"Kamu tidur yank?" tanya Dewa memeluk Dewi dari belakang bahkan ia meletakkan lengannya untuk menjadi bantal Dewi.
"Sayangnya aku, kenapa kok tidurnya cepat banget. Katanya tadi mau nonton drakor," ucap Dewa memancing Dewi sebelum Dewi benar benar tidur.
Mendengar kata drakor membuat Dewi langsung membuka matanya. Karena drakor kesukaannya banyak yang belum ia lihat. Karena Dewi tipe mageran jika menonton sendiri.
"Laptop aku ada di kamar, Ay."
"Ya diambil dong, kan jarak kamar kita gak jauh."
Yah sebagai fyi aja pintu yang menyambungkan kamar mereka tetap terbuka sejak tadi.
Bahkan kamar Dewa sudah rapi kembali karena Dewa meminta salah satu pembantunya untuk membereskannya tadi.
"Mager, enak kasurnya," jawab Dewi masih membelakangi Dewa karena ia juga masih cukup malu dengan apa yang dilakukan Dewa tadi.
Akhirnya dengan langkah malas Dewa berjalan ke kamar Dewi. Kemudian ia berjalan menuju kamar Dewi dan mengambil laptop yang ada di kamar itu.
Dewi yang melihat Dewa membawa laptopnya itu langsung membuka laptop miliknya. Sedangkan Dewa yang tak suka dengan drama Korea itu hanya bisa menggelengkan kepalanya pelan.
Memang cowok dan cewek di Korea cantik cantik tapi semua itu tak akan mengubah pandangannya terhadap Dewi.
Ia mengambil bantal yang ada di sana dan meletakkannya di paha Dewi. Dewi yang tahu jika Dewa ingin tiduran di pahanya itu hanya tersenyum kemudian mencari drama yang sudah ia unduh itu.
"Kenapa gak drama dari Indonesia aja sih yank?" tanya Dewa pada Dewi yang sudah mulai membuka Video berdurasi satu jam lebih itu.
"Karena drama di Indonesia itu gak bisa totalitas kalau main. Kalau drama luar itu beda, Ay. Tempat shootingnya bagus, dan pemainnya juga totalitas banget. Lah kalau di sini yang ketabrak perutnya yang di perban kepalanya kan gak nyambung padahal ya kalau aku lihat itu tuh ya yang nabrak itu gak keras keras banget."
"Terus?"
"Terus ya tempatnya itu itu aja, gak ada adegan romantisnya. Padahal banyak loh penulis hebat yang bisa bikin skenario bagus dan ada romantisnya. Coba kalau para sutradara itu mengambil cerita dari novel novel romantis atau action dari penulis di Indonesia pasti bagus."
"Dapat pemikiran darimana itu hmm?" tanya Dewa pada Dewi.
"Dari otakku yang cerdas ini. Bahkan aku punya cita cita buat punya stasiun televisi sendiri ya Ay. Terus di dalamnya itu menampilkan drama drama seperti itu, dan juga beritanya bukan berita tentang kasus artis aja. Tapi juga prestasi dari orang Indonesia yang ada di kancah dunia bahkan bisa mengharumkan bangsa Indonesia."
__ADS_1
"Karena prestasi itu jarang di beritakan bahkan sering kali di lupakan. Aku gak mau Indonesia semakin tertinggal seperti ini."
Pemikiran Dewi memang luas, kekasih ya itu suka Korea juga suka tentang berita dan budaya yang sedang berkembang di negaranya saat ini.
Tak jarang Dewa mendengar eluhan Dewi tentang bagaimana Indonesia memviralkan sebuah kasus yang tidak terlalu penting. Hanya karena seseorang itu terkenal jadi terus menerus menjadi berita entah itu pagi, siang, sore. Bahkan Dewi sampai tak mau menonton televisi yang isinya hanya itu itu aja.
"Calon istrinya siapa sih nih, pemikirannya luas banget. Aku janji akan wujudkan cita cita kamu itu sayang. Aku juga yakin banyak yang menyukai dan mendukung idemu itu."
"Kapan?"
"Kalau aku sudah sukses dan kamu jadi istriku, aku yang akan mendirikan stasiun televisi sendiri untuk kamu."
"Beneran ya jangan bohong loh."
"Janji sayang, kamu bisa pegang omongan aku sampai aku sukses nanti."
"Tapi nanti kalau kamu jadi CEO, kamu akan sibuk dan jarang punya waktu sama aku dan anak anak kita nanti lagi," ucap Dewi yang sedikit memikirkan masa depannya nanti.
"Aku gak akan sesibuk itu sayang, aku punya anak buah. Bahkan aku sudah merencanakannya dari saat ini. Aku akan bekerja dari rumah dan akan pergi jika benar benar dibutuhkan."
Dewa pun sebenarnya tidak kalah dewasa dari Dewi tapi Dewa selalu memendamnya sendiri karena apa? Karena ini masa depan yang akan menjadi masa depan Dewi juga. Ia tak mau salah mengambil langkah.
"Tontonan kamu gak mendidik sayang."
"Ih ini tuh bagus, berkualitas Ayang. Lihat betapa totalitasnya pemain Korea yang bisa profesional dalam acting."
"Apapun yang membuat kamu senang sayang, tapi jangan yang seperti ini."
"Aku suka sayang, mereka gak takut untuk berbuat romantis. Ke profesionalan dalam dunia maya itu juga sangat diperlukan. Bukan cuma gimick aja"
Dewa yang mendengar itu hanya bisa diam, ia memang akan kalah dari Dewi jika seperti ini. Kapan ia menang dari Dewi jika soal ini.
"Kamu udah packing baju kan?" tanya Dewa dan dianggukkan oleh Dewi.
"Nanti kumpulnya dimana?" tanya Dewi pada Dewa.
"Di rumah ini sayang, mereka akan kesini kemudian baru berangkat bersama sama."
__ADS_1
Dewi hanya mengangguk dengan senyum manisnya. Ia jadi membayangkan jika nanti ada seorang pemain drama di stasiun televisinya yang acting di puncak bagaimana. Dewi yakin dramanya bisa mengalahkan drama Korea.
"Tapi aku bingung deh, Ay?"
"Bingung kenapa sih? Bukanya kamu serba tahu?"
"Hais aku tak sepintar itu. Kan di sebuah drama itu ada adegan gituan gitu apa ya terus dilakukan beneran atau gimana ya?"
Dewa yang mendapat pertanyaan dari Dewi itu hanya tertawa. Kenapa pikiran Dewi tak terpikir sampai kesana.
"Ya jarang sih yang memang di lakukan beneran, biasanya mereka akan menyeting seolah olah mereka memang melakukan itu. Dengan kamar yang berantakan dan juga pakaian yang berserakan padahal mereka masih pakai baju lengkap di dalam selimut."
Jawaban Dewa membuat Dewi mengangguk, jadi kesimpulannya adegan itu tak benar benar terjadi begitu.
"Kalau ada yang sampai mende*ah gitu gimana? Muka mereka juga kelihatan bukan cuma setingan belaka."
"Astaga sayang pikiranmu kenapa sampai ke sana sih hmm? Pikiran kamu sepertinyan harus di cuci lagi biar bersih."
"Hehehe kan aku kepo, aku tahu itu dari Beby. Dia yang memberikanku cuplikan adegan itu.
Awalnya aku gak mau tapi apa salahnya melihat sebentar."
"Dasar Beby setan, kenapa kamu terima pemberian dia hah? Kamu tahu kan apa yang kamu lihat itu juga bagian dari dosa, kamu gak takut sama Tuhan kita?"
"Aku minta kamu buat hapus semua video itu, aku gak mau kamu lihat yang enggak enggak," ucap Dewa yang langsung dianggukkan oleh Dewi.
Tapi gadis itu terlebih dahulu melihat adegan kissing di laptop itu. Kemudian setelah selesai kissing Dewi keluar dari video itu dan mencari berberapa video yang ada di laptop itu.
Dewa menghapus semua video berdurasi 4-5 menit itu. Ia tak menyangka jika Dewi akan lihat video seperti itu. Sepertinya Beby harus mendapat sedikit pelajaran dari Dewa besok.
Kemudian Dewa menutup laptop itu dan meletakkannya di nakas. Hingga membuat Dewi kesal pasalnya ia belum selesai menonton video itu.
"Udah aku gak mau kamu lihat yang enggak enggak sekarang tidur. Besok kita ke puncak," ucap Dewa dengan tegas.
Mau tak mau Dewi harus menurut ia tak mau mendapat amarah Dewa karena hal ini. Dewi jadi merutuki kebodohannya kenapa tadi ia bilang begitu.
Akhirnya sebelum jam 8 mereka sudah tidur dengan pelukan tanpa ada kissing kissing selama malam. Karena Dewa masih sedikit marah dan Dewi yang masih kesal dengan Dewa.
__ADS_1
Bersambung
Gak nyangka Dewi punya video seperti itu. Tua aja juga baru tahu.