Dewi Untuk Dewa

Dewi Untuk Dewa
Shasa dan Vino


__ADS_3

Happy reading


Shasa yang dipangku Vino itu tampak ngomel ngomel dengan tangan yang sibuk mengobati luka lebam di wajah Vino.


"Lagian kamu mau mau aja di ajak Langit join. Kamu mau bikin aku khawatir aja kalau baku hantam kayak tadi," ucap Shasa saat mereka sudah berada di kamar Vino yang ada di markas.


Fyi, markas yang mereka gunakan adalah sebuah gedung kosong yang Vino dan teman temannya beli untuk berkumpul 5 tahun lalu.


Dan di gedung ini Dewa punya kamar pribadi yang ia desain sendiri. Hingga saat ia berusia 23 tahun ia bertemu dengan gadis cantik yang menolongnya saat ia dikeroyok oleh geng lain.


Saat itulah Vino dan Shasa bertemu, Shasa yang dasarnya baik dan suka menolong walau ia cerewet, Shasa malah membantu ketua geng warrior itu dan membawanya ke kostnya


Shasa tak tahu jika pria yang ia tolong adalah seorang ketua geng motor. Maka dari itu Shasa mau menolong Vino. Jika saja Shasa tahu jika Vino adalah ketua geng motor mungkin tak ia tolong.


Oke back to story


Vino bukannya kesal tapi ia tersenyum dan menikmati apa yang kekasihnya lakukan pada wajah tampannya.


"Cie yang khawatir," goda Vino melingkarkan tangannya di perut Shasa yang ia ada buah hati mereka.


Kapan Vino menikahi Shasa? Jawabannya adalah setelah Shasa lulus SMA. Shasa sudah memprediksi jika ia lulus kurang 3 bulan setengah hingga perutnya belum terlalu besar.


Dan setelah Shasa ketahuan hamil, Vino memerintahkan Shasa untuk tinggal bersamanya saja. Karena Shasa juga seorang pendatang. Orangtuanya Shasa sudah tiada dan neneknya juga sudah meninggal 1 tahun lalu.


Selama ini Shasa hidup dengan kesederhanaannya, ia bekerja di sebuah toko roti mulai jam 3 sore sampai jam 8 malam.


Tapi setelah Shasa pacaran dengan Vino, Shasa sudah di larang oleh Vino untuk bekerja. Dulu saat Vino ingin PDKT dengan Shasa, Vino juga menyamar menjadi pelayan restoran agar bisa melihat Shasa yang bekerja di toko kue.


"Aku khawatir karena kamu itu bapak bayi aku, nanti kalau kenapa napa bayi kita gimana hah? Kamu gak mikir kita ya, kamu mau cari pacar baru hah?" tanya Shasa dengan garang.


Entah Vino sendiri juga tak tahu kenapa Shasa makin garang aja sekarang, tapi ia senang kalau Shasa seperti saya ini daripada seperti setahun lalu. Saat awal bertemu Shasa, Vino melihat Shasa adalah sosok yang terlihat kuat dan mandiri. Tapi Vino tak suka akan hal itu, ia ingin Shasa ini bergantung padanya.


"Aku gak akan cari ibu baru buat anak kita kok. Cukup kamu aja, kalaupun nanti aku gak ada kamu jangan cari ayah lagi buat anak kita."


"Lohh ya ndak bisa, kalau aku gak ada nanti kamu kawin lagi. Masa aku gak boleh sih, nanti kalau anak anak butuh bapak baru gimana?" tanya Shasa menekan luka lebam Vino.


"Ahhh sakit baby," ringisan Vino yang mirip dengan des****.


Plak


"Mulutnya nakal," geram Shasa menepuk bibir Vino. Hanya Shasa yang bisa membuat Vino jatuh dan patuh pada wanita 19 tahun ini.

__ADS_1


"KDRT kamu nih," ucap Vino dengan muka melas.


Shasa membiarkan Vino yang seakan ingin dibelas kasihi olehnya itu.


Akhirnya setelah berberapa saat berlalu, Shasa selesai mengobati Vino. Ia mengakhiri dengan kecupan di bekas bekas luka Vino.


"Boy, Mommymu sangat manis saat mengobati Daddy," ucap Vino mengelus perut Shasa.


"Daddy mau Mommy mencak mencak lagi?" tanya Shasa mengelus rambut Vino yang sangat harum. Bahkan rambutnya saja kalah harum sama rambut Vino.


"Gak mau boy. Tapi Daddy suka kalau Mommy kamu itu mencak mencaknya pas di kasur," jawab Vino dengan santainya.


"Dasar Daddy kamu otaknya se*ang***gan terus Boy."


"Normal."


Shasa hanya menggeleng saja, karena ia tahu meladeni kekasihnya ini hanya menghabiskan suaranya saja.


"Maaf tak bisa membuat Langit menghentikan aksinya tadi. Dewa celaka karena aku yang kurang tanggap," ucap Vino menggendong Shasa menuju kasur itu.


"Semua udah takdir, tadi aku juga sudah teman teman dia kok. Pasti sekarang Dewa sudah ditangani," jawab Shasa mengalungkan tangannya di leher Vino.


"Syukurlah kalau begitu."


"Lagian ya, kalah menang itu karena kemampuan kamu sendiri. Kamu harus terima kalau kamu itu kurang jago jadi pembalap," ucap Shasa yang membuat Vino mengangguk.


Apa yang Shasa bilang memang benar, dendamnya ini tak akan membuat ia tenang.


Vino membaringkan kekasihnya yang sedang hamil muda itu di kasur. Otomatis Shasa juga langsung melepaskan tangannya di leher Vino.


"Kamu gak mandi?" tanya Shasa saat Vino juga sudah membuka kaos yang dipakainya.


"Gak mau, mager. Boy juga gak mau Daddynya malam malam mandi," jawab Vino yang kini hanya memakai celana pendek untuk menutupi asetnya saja.


Vino memang sudah terbiasa jika tidur hanya memakai celana pendek saja. Bahkan membiarkan asetnya dilihat oleh Shasa.


"Semoga kamu gak nurun Daddy kamu ya Boy. Dia memang gak tahu malu, cuma pakai dalam** aja," gumam Shasa mengelus perutnya.


Jika ditanya Shasa menyesal atau tidak saat mengetahui dia hamil itu, ia menyesal tapi sekarang ia bersyukur karena dengan adanya anak yang ada di dalam kandungannya ini bisa membuat Vino lebih baik dari sebelumnya.


"Boleh jenguk Boy gak yank?" tanya Vino yang sudah siap.

__ADS_1


"Belum boleh, nanti Boy kaget."


"Terus Nasih pedang pamungkas aku ini gimana?" tanya Vino yang sudah sangat ingin bermain Boba dengan Shasa.


"Tunggu sampai Boy 3 bulan," jawab Shasa menepuk ranjang sebelahnya.


Malam ini mereka memutuskan untuk menginap di markas itu karena jika pulang ke rumah utama Vino itu sangat jauh.


Vino membaringkan tubuhnya di samping Shasa, kemudian menarik Shasa agar mendekat.


"Gak boleh masuk sangkar, tapi kalau masuk ini boleh kan?" tanya Vino menunjuk bibir merah Shasa.


Gadis itu sudah berganti pakaiannya karena ia tak nyaman memakai pakaian kurang bahan tadi.


"Aku capek Vino sayang, nih aku kasih B*ba dulu ya. Terserah kamu mau kamu apakan," ucap Shasa yang sebenarnya lelah akan apa yang terjadi hari ini.


Mendengar ucapan Shasa langsung muat Vino berbinar, setidaknya ia mendapat vitaminnya malam ini.


Dengan semangat Vino melepas pakaian atas Shasa dan membuka kaca mata busa itu. Dengan gerakan pelan ia memainkan boba itu.


Vino memang melepas keperjakaannya pada Shasa. Dan hal itu membuat dia ketagihan sampai sekarang.


Tapi tenang saja, Vino orangnya sangat bertanggung jawab terhadap Shasa. Bahkan sekarang Shasa sudah tak bekerja paruh waktu lagi karena semua kebutuhan Shasa sudah ditanggung oleh Vino.


Dan yang menjadi pertanyaan adalah apakah orang tua Vino tahu jika Vino menghamili seorang wanita? Jawabannya tahu, bahkan orangtua Vino yang berada di luar negeri ingin pulang saat mendengar jika anak tunggalnya menghamili anak orang.


Tapi Vino menolak karena belum saatnya kekasihnya itu menikah, Shasa belum mau walaupun ia sedang hamil. Padahal Vino juga ingin menikahi Shasa secara resmi.


Bersambung


Hai hai jangan lupa mampir ke novel Teman Tya yukk↓↓↓


Wanita Pengganti Kekasih Sang CEO


Author: SyaSyi


Clara Wilson dan Elena Gloria adalah dua wanita yang berbeda, tetapi memiliki wajah dan bentuk tubuh yang sangat mirip. Mereka seperti kembar. Namun, mereka memiliki sifat yang berbeda. Clara memiliki sifat angkuh, sedangkan Elena memiliki sifat ramah dan lembut.


Demi sebuah karier, Clara rela memutuskan hubungan dengan Alexander Dimitri. Pria yang sudah dua tahun menjalin hubungan dengannya. Bahkan dua bulan lagi mereka berencana menikah, dan sudah bertunangan. Pertemuan Alexander dengan Elena merubah segalanya. Alexander menjadikan Elena sebagai wanita pengganti, kekasihnya yang telah pergi meninggalkan dirinya.


Akankah Alexander jatuh cinta dengan Elena, wanita sang pengganti? Bagaimana kisah selanjutnya hubungan mereka? Apa reaksi Clara saat dirinya mengetahui sosok pengganti dirinya?

__ADS_1



__ADS_2