Dewi Untuk Dewa

Dewi Untuk Dewa
Wanita Masa Lalu Dewa


__ADS_3

Warning bocil skip dulu.


Tapi sebelum itu mari kita istighfar bersama dulu, dosa ditanggung masing masing.


Happy reading


"Jadi begini, dia adalah anak saya. Namanya Cleopatra Andini. Jika Anda menerima kerja sama ini, saya bersedia menyerahkan anak saya ini untuk Anda," ucap Tuan Sartono yang membuat Dewa muak pada anak dan bapak ini.


Bisa bisanya seorang ayah mengumpankan anaknya untuk sebuah kerja sama. Ya Tuhan walaupun Dewa di beri 100 wanita seperti Cleo tak akan membuat Dewa langsung menerima karena bagi Dewa hanya Dewi satu satunya wanita yang ia cinta.


"Saya tidak menerima kerja sama ini."


"Tapi Anda belum mengatakan hal ini pada Tuan Albert bagaimana bisa bilang tidak?" tanya Tuan Sartono tak terima jika kerja sama ini tidak di terima oleh Dewa.


"Papa saya akan setuju dengan apa yang saya ambil ini. Bahkan seharusnya Anda tak bisa mengumpankan anak Anda hanya untuk kerja sama seperti ini," ucap Dewa dengan tegas.


"Tapi kita bisa kembali seperti dulu lagi kan, Dew? Aku masih cinta sama kamu, dan aku yakin kamu juga masih cinta sama aku," ucap Cleo percaya diri.


Mendengar ucapan Cleo membuat rasa jij** kembali dalam diri Dewa. Ia masih mengingat bagaimana dengan nikmatnya dulu Cleo menikmati tubuh laki laki tua di apartemenmya.


Tuan Sartono menyerahkan hal ini pada anaknya, ia yakin dengan tubuh anaknya yang sangat indah ini bisa membuat dia menerima kerja sama dari Dewa.


"Saya kira kalian butuh waktu berdua," ucap Tuan Sartono meninggalkan Cleo dan Dewa.


Cleo yang masih menatap mantannya yang semakin tampan itu sedikit merasa menyesal. Karena dulu ia pikir Dewa hanya menang tampang saja tapi ternyata Dewa sangat tampan. Tahu begini dulu ia tak mengikuti apa yang diinginkannya ayahnya.


Sedangkan Dewa yang di tatap itu langsung menatap tajam dan benci kenarah Cleo. Gara gara wanita itu ia jadi seperti ini, Dewa jadi anti sosial kenapa seorang wanita karena Cleo.


"Aku minta maaf untuk semuanya, saat itu aku dijebak Dewa. Aku tak menyukai itu tapi aku dipaksa," cerita Cleo meminta simpati Dewa.


Tapi Dewa bukannya simpati malah ji**k karena ucapan Cleo. Dewa akui jika tubuh Cleo memang bagus bahkan sangat bagus tapi semua itu tak akan membuat Dewa luluh. Dewi lebih cantik dan seksi daripada Cleo. Walau Dewi tak pernah memamerkan auratnya tapi ia tahu dibalik pakaian Dewi terdapat tubuh yang indah.


"Dijebak tapi kamu menikmatinya kan?" tanya Dewa dengan senyum seringainya.


Cleo yang mendapat ucapan itu langsung pucat, benar selama ini ia hanya menjadi budak se** bagi klien klien Papanya. Karena ia memiliki tubuh yang sangat indah diusianya yang masih terbilang muda.


"Aku... Aku tidak seperti itu," jawab Cleo gugup. Tentu saja Dewa tidak percaya ia masih mengingat bagaimana Cleo bermain di atas tubuh laki laki gempal itu.

__ADS_1


Flashback on


Hari itu tepatnya hari Sabtu, Dewa dan Cleo memang beda sekolah. Dewa ingin memberikan kejutan yang ia pikir akan membuat Cleo terkejut.


Bahkan Dewa sudah rela berbohong jika ia tak bisa pergi dengan Cleo karena ada kelompok. Padahal Dewa ingin memberikan kejutan. Dia rela menabung untuk membelikan kalung yang sangat indah untuk Cleo. Kalung berliontin ungu yang seharga 50 juta. Dewa harus menyisihkan sebagian uang sakunya untuk membeli ini. Karena ia juga belum memberitahukan pada orang tuanya jika dia memiliki pacar.


Dengan semangat Dewa masuk ke dalam apartemen besar itu dan mencari unit apartemen kekasihnya. Sebenarnya apartemen Cleo juga termasuk apartemen mewah jadi ia tak akan kesusahan jika masuk.


Akhirnya Dewa sampai di depan pintu apartemen itu, ia menatap kotak bludru berwarna biru itu dengan senyum.


Hari ini juga ia akan jujur pada Cleo tentang siapa dia sebenarnya. Karena ia juga sudah yakin pada Cleo, jika dia akan mengenalkan Cleo pada orangtuanya.


Ia menekan pin unit apartemen itu, dan akhirnya bisa terbuka. Saat ia masuk, Dewa tak melihat siapapun di ruangan itu, bahkan Cleopun tak ada di ruangan itu.


"Kemana dia? Bukankah katanya tadi dia sedang menonton televisi?" tanya Dewa masuk ke dalam unit apartemen itu lebih dalam.


Dewa mengecek seluruh ruangan hingga sampailah ia di sebuah kamar yang ia tahu itu adalah kamar Cleo.


Saat tangannya ingin menyentuh knop pintu itu terdengar suara yang tak asing masuk ke dalam indra pendengarannya.


"Ahh ouhhh yah terus Baby."


Terdengar suara tamparan di kulit seseorang yang ia yakini itu adalah kulit kekasihnya.


"Lebih cepat, jangan lambat!!"


"Ahh uhhh ahhh omm aku mau sampai."


Dewa hapal suara itu, ia yakin suara yang tadi ia dengar itu adalah suara Cleo. Apa kekasihnya sedang menghianati kepercayaannya.


Dewa begitu jiji* mendengar desa*an yang saling bersahutan dari dalam kamar itu. Tapi ia tetap ingin membuktikan bahwa jika yang ia dengar Dewa adalah Cleo. Kekasihnya yang paling ia sayang.


Dengan perlahan Dewa membuka pintu kamar itu dan ia bisa melihat tubuh seorang wanita yang p**os tanpa seh*lai benang pun sedang bergerang diatas seorang laki laki bertubuh gempal itu.


Apa benar itu adalah kekasihnya, apa iya jika yang ada di depan itu adalah Cleo. Wanita baik baik yang selalu ia banggakan di depan teman temannya.


"Om ahh Cle capekk ahhh ahh ahh," ucap Cleo yang masih bergerak bebas di atas laki laki itu.

__ADS_1


Bahkan bisa Dewa lihat jika gerakan Cleo sangat bruntal padahal umur Cleo masih 16 tahun. Apa Cleo sudah terbiasa melakukan semua ini.


Hati Dewa hancur melihat adegan itu, bahkan ia berucap istighfar berkali kali melihat itu. Tapi tetap saja ia melihatnya, kapan lagi ia melihat adegan live seperti ini.


"Ahhh om.."


"Ouhhh."


Prok! Prok! Prok!


Dewa menepukkan tangannya dan menyalakan lampu kamar itu. Dewa bisa melihat wajah terkejut keduanya saat melihat Dewa ada di kamar itu.


Bahkan tubuh mereka masih menyatu tanpa ditutupi. Dewa tersenyum sinis menatap mereka.


"Bagus sekali gerakan kalian, aku sampai takjub dengan gadis yang aku kira polos tapi ternyata sudah tak perawan lagi. Gimana om rasanya udah kendur ya?" tanya Dewa dengan tawa jenaka. Tapi percayalah jika Dewa sangat sakit hati dengan semua ini.


Pacar mana yang tidak sakit hati jika pacarnya sedang berhubungan ba*** dengan laki laki yang bahkan sudah sangat pantas disebut ayahnya.


Cleo yang melihat itu langsung melepas penyatuan itu dan meraih selimut tebal itu.


"Ini gak seperti yang kamu bayangkan dewa, aku di jebak laki laki ini. Aku gak tahu, tolong jangan begini."


Cleo bingung bagaimana cara membuat Dewa percaya. Jika sampai Dewa pergi, ia bisa malu kepada teman temannya jika pergi. Karena baginya walau Dewa tak kaya tapi sangat tampan.


"Seperti apa? Bahkan aku tidak mengatakan apa apa. Tapi kamu sepertinya menikmati semua yang kalian lakukan. Apalagi dengan tubuhmu ini, cih aku tak sudi memiliki pacar lac** sepertimu."


"Tidak jangan seperti ini. Aku mohon," ucap Cleo tak ingin berpisah.


"Sudahlah baby pacarmu itu miskin tidak bisa memuaskan kamu pula. Dia hanya menang tampang saja."


"Bagus, lagipula aku tak ingin punya cewek murah seperti dia."


"Mulai hari ini, jam ini, menit ini dan detik ini juga kita putus. Dasar mu**han," ucap Dewa meninggal kedua pasangan mes** itu di kamar itu.


Jijik rasanya ia pernah dicium Cleo dulu saat masih pacaran, ternyata Cleo sudah terbiasa dengan sebuah ciuman.


Dewa tak menghiraukan teriakan Cleo, lagipula ia sudah memutuskan untuk tidak lagi mengenal yang namanya wanita jika sudah seperti ini.

__ADS_1


Flashback off


Bersambung


__ADS_2