Dewi Untuk Dewa

Dewi Untuk Dewa
Ujian Dadakan


__ADS_3

Happy reading


Sampainya di kelas Dewi dan Dewa langsung duduk di kursinya. Hadiah hadiah dari teman teman Dewa tadi sudah diangkut oleh siapa hingga meja Dewa terlihat bersih.


"Tumben gak ada hadiah di meja kamu?" tanya Dewi pada Dewa. Tak mungkin kan anak anak tak memberikan hadiah untuk Dewa.


"Tumben gak ada hadiah dimeja kamu?" tanya Dewi pada Dewa yang sedang duduk disampingnya dan sedang mengambil ponselnya.


"Ada tadi, tadi udah aku buang," jawab Dewa dengan santainya.


"Kau buang? Ih gak menghargai pemberian orang banget," ucap Dewi tak suka dengan sifat Dewa yang ini.


Dewa yang mendengar itu hanya menatap Dewi dengan pelan. Dewi terlihat kesal saat tahu ia membuang semua kado dari anak anak itu.


"Kamu marah?" tanya Dewa memegang tangan Dewi tapi langsung ditepis oleh wanita itu.


"Kamu nanya?"


Sepertinya kekasihnya ini belum sembuh juga dari sindrom tok***.


Hufftt


"Aku gak buang semua kado itu sayang, tapi aku berikan pada anak-anak. Kamu tahu kan aku gak suka barang dari orang yang aku gak kenal? Makanya tadi sebelum aku ke kantin nemuin kamu aku minta tolong sama Ozi dkk buat dibawa mereka."


Dewi menatap tak percaya Dewa, jika benar Dewa tak membuang barang barang itu ya bagus. Tapi jika Dewa sampai membuang barang barang pemberian teman temannya itu yang tidak bagus.


"Bener?"


"Iya, kalau gak percaya kamu bisa tanya Ozi," jawab Dewa pada Dewi.


"Hmm aku percaya."


Akhirnya Dewa bisa bernafas lega, tak lama Guru Fisika yang bisa dibilang killer itu masuk dengan setumpuk kertas. Ini yang paling ditakutkan anak anak. Ujian dadakan versi guru killer.


"Selamat pagi anak-anak," ucap guru itu. Kenapa bukan salam? Karena agamanya saja juga bukan Islam.


"Selamat pagi Bu."


"Oke karena kemarin kita libur, udah pada puas kan di rumahnya? Udah dong pasti, satu hari gak ketemu Ibu yang cantik ini," ucap guru fisika itu mencoba bercanda tapi bukannya lucu malah terkesan menakutkan.


"Oke, jadi hari ini kita ulangan dadakan. Bab 3 sampai bab 4, ibu beri waktu kalian 15 menit untuk belajar."


Haaa


Kaget? Benar sekali, siapa yang tidak kaget dengan ulangan dadakan berkedok Fisika ini. Mereka tahu pelajaran ini hanya pendek disoal saja, jawabannya bisa sampai satu lembar.

__ADS_1


"Bu kok gak bilang bilang kalau mau ulangan? Bu Niken gak asik mah, kita belum belajar nih Bu," protes Kenzi yang merupakan salah satu siswa dengan potong rambut cepmek ala Dilan KW. Karena itu yang sedang ngetren saat ini. Potong rambut cepmek alias cepak mekar.


"Kan kemarin ibu udah chat untuk mempelajari bab 3 dan 4, kalian gak lihat emang? Salah siapa kalau gitu? Gak ada bantahan hari ini kita ulangan."


Akhirnya mereka belajar dengan khusuknya, tapi bisa dibilang kebut sih. Karena hanya diberi waktu 15 menit untuk belajar.


"Ayang belajar dong bentar," ucap Dewi menyengol Dewa yang sedang bermain ponsel itu.


"Aku males sayang," jawab Dewa yang membuat Dewi menggeleng.


Dia belajar walau hanya 15 menit, karena bagi Dewi waktu itu adalah uang.


Tak terasa 15 menit berlalu, Bu Niken yang sedari tadi menunggu mereka langsung memberitahukan untuk menutup buku dan mengumpulkannya di depan.


"Ayo ayo, jangan lupa juga Hp semua dikumpulkan di depan."


Mereka semua mengumpulkan semua buku dan hp ke depan kelas. Bu Niken memang tak akan segan segan untuk memberi sangsi pada anak muridnya yang menyontek atau mengcopy dari Hp. Bu Niken juga tak pernah takut dengan Dewa yang notabene anak pemilik SMA ini. Yang namanya salah ya tetap salah tidak boleh di biarkan begitu saja.


Dewi juga mengambil ponsel serta buku yang ada di laci itu. Ia tak mau Dewa mendapat kasus karena tak mengumpulkannya.


"Awasi pacar kamu, jangan sampai mencontek. Kalau ibu tahu kamu memberikan jawaban pada Dewa, Ibu sendiri yang akan turun tangan," ucap Bu Niken memberikan kertas soal dan lembar jawaban untuk Dewi dan Dewa.


"Iya Bu, saya yakin Dewa bisa menjawab pertanyaan ibu dengan mudah," jawab Dewi dengan yakin.


"Jangan nyontek, kami harus buktikan pada teman-teman dan juga Bu Niken kalau kamu bisa lebih pintar dari siswa dikelas ini," ucap Dewi dengan senyum.


Dewa menatap lembar kertas itu, kemudian menatap Dewi yang sedang menulis namanya itu.


"Aku butuh kiss sebelum mengerjakan soal soal ini," ucap Dewa yang membuat Dewi menatap Dewa.


"Haiss ini itu kelas Ayang. Nanti kita kena kasus kalau aku cium kamu," ucap Dewi dengan lirih.


"Tapi aku gak mau kerjain soal ini kalau kamu gak cium aku," ucap Dewa dengan kesal.


Tak apa kan kalau Dewa mengambil kesempatan dari kesempitan yang ada. Baginya tidak ada yang lebih baik daripada ciuman Dewi.


"Haiss, yaudah bentar."


Dewi menjatuhkan bulpoin milik Dewa di bawah bangku. Kemudian Dewi meminta Dewa untuk mengambilnya.


"Aku minta cium bukan jadi babu," ucap Dewa sedikit kesal.


"Mau dicium apa enggak?" tanya Dewi mengancam Dewa.


"Iya oke."

__ADS_1


Dengan terpaksa Dewa mengambil bulpoin itu tapi sebelum ia bangun Dewi menahan pindah Dewa.


Cups


Dengan berani Dewi mengecup bibir Dewa dengan lembut, bahkan Dewi menekan sedikit tengkuk Dewa.


Plup


Dewi tersenyum dan mengambil bulpoin itu dan bangun. Ia sedikit malu dengan apa yang dilakukannya. Tapi sepertinya hanya itu yang mau membuat Dewa ingin mengerjakan soal soal ini.


Sedangkan Dewa yang baru sadar dengan akal akalan Dewi itu langsung bangun dan tersenyum manis. Bahkan berberapa orang yang melihat Dewa tersenyum itu langsung terpana.


"Udah kan sekarang kerjakan," bisik Dewi dan dianggukkan oleh Dewa.


Dewi dan Dewa mengerjakan soal soal itu dengan serius, Dewa pintar jadi tanpa perlu belajar ia sudah bisa. Walau masih meminta bantuan Dewi.


Tanpa mereka sadari Bu Niken hanya tersenyum tipis, dia tahu Dewi yang mencium Dewa tapi ia biarkan karena ia tahu itu cara Dewi. Karena Dewi selalu bisa membuat Dewa patuh walau harus ada imbalannya.


Bu Niken adalah adalah adik kandung dari Papa Albert yang sangat tegas dengan siapapun bahkan anak anaknya sendiri juga tak pernah ia bedakan dengan siswa siswanya.


Bu Niken tahu jika Dewa termasuk murid yang berprestasi tapi hal itu tertutup dengan sifat nakalnya. Ia berharap dengan adanya Dewi, Dewi bisa sepenuhnya berubah menjadi yang lebih baik.


Bu Niken memotret Dewa dan Dewi yang mengerjakan ujian itu dan mengirimnya di grup keluarga.


Bersambung


Hai hai jangan lupa mampir ke novel teman Tya yukkkk↓


Napen : Bhebz


Judul : Back To Mantan


Blubr: Kata orang, mantan itu seharusnya dilupakan dan dibuang di tempat yang sewajarnya.


Tapi bagi Hazel Almondo, mantan harus diraih kembali untuk memperbaiki ketidaksempurnaan hubungan dimasa lalu.


Dan Bagi Vanila Granola, kembali ke mantan adalah hal yang sangat luar biasa jika itu bisa terjadi dalam hidupnya. Karena ia bahkan tidak pernah lagi menjadikannya tujuan.


Sakit hati pada sang mantan membuatnya jadi perempuan kuat dan tangguh.


Perempuan itu ingin memulai lembaran baru yang lebih berwarna.


Mampukah mereka merajut kembali kisah yang pernah hancur?


__ADS_1


__ADS_2