
Happy reading
Dan benar saja grup keluarga itu seketika ramai, bahkan Mama Riska saja tak percaya jika Dewa mau mengerjakan soal soal ujian itu.
Bu Niken membalas dengan jujur, jika Dewa mau mengerjakan soal soal itu dengan jujur.
Hingga berberapa saat berlalu, jam Fisika telah selesai. Bu Niken menyuruh anak anak didiknya untuk mengumpulkan hasil ujiannya.
"Ayo ayo, mau udah selesai atau belum. Kalian harus mengumpulkan ujian ini."
"Yah ibu mah, belum selesai Bu. Masih kurang tiga nomor," ucap Zeril salah satu siswa yang sedari tadi masih mengerjakan dua soal saja.
"Ibu gak mau tahu pokoknya semua harus dikumpulkan," ucap Bu Niken tak menerima protes.
Akhirnya mereka mau tak mau mengumpulkan hasil ujian mereka. Daripada kena omel Bu Niken.
Setelah mereka semua mengumpulkan ulangan itu, Bu Niken melihat hasil pekerjaan mereka semua.
Ia menatap kertas dengan nama Dewa itu dan Bu Niken tersenyum bangga pada keponakannya itu. Memang keturunan keluarga Sanjaya tak akan pernah gagal.
"Baik, ibu harap nilai kalian memuaskan," ucap Bu Niken.
"Ya Bu."
"Saya tutup mata pelajaran kali ini. Dan selamat siang."
Bu Niken keluar dari kelas itu dengan senang, kemudian ia berjalan menuju ruangannya yang ada di lantai atas. Kenapa dia memiliki ruang sendiri? Karena Bu Niken hujan hanya guru Fisika tapi juga Guru BK.
Saat masuk ke dalam ruangan itu, ia terkejut mendapati suaminya yang sudah duduk disana dengan gagahnya.
"Papa ngapain kesini?" tanya Bu Niken pada suaminya.
Karena baru saja tadi pagi mereka berpisah bersama anak anaknya yang masih SMP. Kok suaminya ini sudah ada di ruangannya.
"Kangen Mama dong. Kenapa emang kalau Papa kesini?" tanya suami Bu Niken yang diketahui namanya Alex.
"Baru tadi pagi kita pisah masa sudah kangen aja. Memang papa gak ada kerjaan?" tanya Bu Niken duduk di depan suaminya kemudian mengoreksi tugas tugas anak didiknya.
"Papa bosnya, jadi bebas mau ngapain aja."
Kadang Niken kesal dengan suaminya ini, kenapa bisa malas malas seperti ini. Padahal jika Alex jika fokus dan konsentrasi pada pekerjaannya bisa melebihi kakak kandungnya tapi kenapa malah selalu dipendam?
"Capek Mama bilangin sama Papa."
Alex hanya tersenyum, membuat istrinya cemberut seperti ini sudah membuat Alex bahagia. Karena ini juga alasan kenapa ia sangat mencintai Niken. Jika orang itu belum mengenal Niken lebih jauh mungkin mereka akan beranggapan jika Niken itu sombong tapi jika sudah dekat Niken adalah wanita yang sangat asik.
"Mau Papa bantuin?" tanya Alex pada istrinya.
Niken memberikan berberapa kertas pada suaminya kemudian mencocokkan hasil tugas anak anak didiknya.
"Dewa pintar juga bisa menjawab pertanyaan dari kamu," ucap Alex memperlihatkan jawaban Dewa.
"Gak salah kalau dia memang keturunan Albert, karena kecerdasan yang dia miliki hampir sama dengan yang dimiliki kakak kamu," tambah Alex juga mengagumi tulisan tangan Dewa.
__ADS_1
"Itu juga karena tunangannya yang mengancam untuk mendapatkan nilai bagus. Dewi berperan besar dalam perubahan Dewa, dan aku cukup bangga dengan anak itu," jawab Niken.
"Benar, andai saja anak laki laki kita sebaya dengan Dewi pasti kita sudah menikahkan mereka," ucap Alex kembali mencocokkan hasil ujian itu.
"Andai kamu tahu saja, Dewi itu sudah di klaim Kakak sejak masih dalam kandungan. Kak Albert sudah feeling jika anak sahabatnya itu cewek. Dan yah gitu sekarang mereka hampir menjadi keluarga," balas Niken.
"Aku juga pernah mendengar hal itu."
"Aku harap kejadian berberapa saat lalu terulang lagi dan merubah kembali sifat Dewa. Aku tak sanggup melihat wajah Kak Riska yang setiap hari sedih mengingat Dewa," ucap Niken dan dianggukkan oleh Alex.
Setelah menyelesaikan mengoreksi kertas kertas itu. Niken langsung memasukkan nilai ke daftar nilai anak anak kelas 12 MIPA.
"Sayang udah?"
Niken menatap suaminya dan mengangguk, kemudian ia berjalan menuju suaminya dan duduk dipangkuan Alex.
"Ada tujuan apa, Tuan Alex datang ke sini?" tanya Niken menarik dasi suaminya.
"Tentu saja bertemu istri cantikku ini," jawab Alex dengan senyum membuat wajah tampannya makin terlihat.
"Tuan Alex yang terhormat saya juga memiliki pekerjaan lain selain mengurusi Anda."
"Jadi Nyonya Niken sudah tak sudi mengurusi saya?" tanya Alex menatap mata indah sang istri yang sudah menemaninya selama 15 tahun ini.
Niken menggeleng, tangannya beralih membuka kancing baju kemeja Alex.
"Aku tahu kalau kamu lagi pengen."
Alex tersenyum, tahu saja istrinya ini jika sedari tadi ia memang mengungkap tubuh indah Niken.
"Kenapa tidak selagi aku masih mampu untuk mengandung," jawab Niken.
Sejujurnya mereka sudah mendapatkan tiga anak, anak pertama berusia 14 tahun, anak kedua berusia 10 tahun dan anak ketiga mereka berusia 7 tahun.
Dan berberapa malam ini Alex harus menahan hasrat karena anak ketiga mereka tak ingin lepas dari Niken.
"Dita gimana?"
"Emm mungkin 1 lagi cukup, anak anak juga butuh adik baru," jawab Niken sengaja menggoyangkan tubuhnya.
"Nakal," ucap Alex mencubit hidung Niken.
Niken dan Alex yang sudah sama sama terbakar ga**** dalam tubuh mereka itu mulai aktivitas mereka.
Kursi yang kecil itu tak membuat Niken dan Alex berhenti. Mereka sudah sama sama ahli dalam hal pemersatu bangsa. Hingga didalam kondisi apapun ia tetap bisa.
"Ahhh ni**at banget kayak gini," gumam Niken bergerak pelan di atas paha suaminya.
Alex menatap wajah puas sang istri dengan senyum, mereka sudah tak terlalu muda tapi ga**** dalam diri mereka tak pernah surut. Apalagi Alex yang tahu jika istrinya ini sering melakukan perawatan khusus untuk itunya.
Untungnya ruangan itu distell kedap suara dan juga sudah dikunci otomatis tadi jadi tidak ada yang tahu tentang aktivitas mereka.
Mereka sudah dalam keadaan pol** bahkan Alex hanya memakai kemeja saja sekarang.
__ADS_1
Setelah puas di kursi, mereka mencoba gaya lain. Dengan Niken yang menu***ing di depan Alex.
"Siap sayang?"
"Kenapa kamu banyak tanya sih?" tanya Niken yang sudah tak sabar.
Dengan pelan Alex mulai memajukan tubuhnya dan hal yang kalian pikirkan pun terjadi. Tidak banyak yang Tya sampaikan karena Tya juga malu sendiri jika menceritakan hal ini.
"Ahh ahhh ouhh Papa."
Alex hanya diam dan memberikan kepuasan untuk istrinya yang sedari tadi menggoda iman dan takwanya itu.
"Ahh."
"Ahh."
Le**han mereka saling bersautan saat mereka sudah sampai puncaknya. Bahkan Niken langsung bangkit saat ia sudah capek dengan posisinya itu.
"Mama capek."
Niken mengeluh capek kemudian melepas pernya**** itu kemudian membalikkan badannya menatap suaminya yang juga sedang mengatur nafasnya itu.
"Peluk," ucap Niken merentangkan tangannya dalam keadaan po*** hingga membuat Alex sedikit kesal karena Niken memancingnya lagi.
"Oke, sudah cukup untuk pagi ini. Nanti malam aku mau jatahku juga double," jawab Alex memeluk tubuh Niken yang masih seperti anak remaja.
"Dasar maniak."
"Hei aku ini suamimu," ucapnya dengan santai. Kemudian mengendong tubuh Niken kesofa dan mengambil pakaian baru untuk istrinya.
Dengan telaten Alex membersihkan keringan di barang Niken dan juga badannya kemudian memakaikan pakaian.
"Kelas kamu lagi jam berapa?" tanya Alex.
"Jam 1 siang, anak anak kelas 10," jawab Niken. Ya guru fisika bukan hanya satu tapi ada dua jadi ia bisa sedikit leluasa.
"Ya sudah sekarang kamu istirahat aja hmm," ucap Alex membaringkan tubuh Niken di sofa dan memeluknya.
"Pelukannya jangan dilepas sebelum aku tidur."
"Hmm."
Bersambung
Dasar tangan tangan dosa.
****
Hai hai jangan lupa mampir ke novel teman Tya yukkkk, judulnya Pemandu Hati Pengganti, karya kak Chika Ssi
Pradha Ratnamaya seorang model ternama terpaksa menggantikan adik kembarnya untuk menikah, karena sang adik meninggal dunia. Sebelum pernikahan berlangsung, Pradha menemui Abipraya (calon suaminya) untuk membuat sebuah kesepakatan.
Keduanya menjalin hubungan tanpa cinta. Satu bulan setelah pernikahan, Abirama (kakak kandung Abipraya) pulang dari luar negeri. Rama adalah cinta pertama Pradha. Seiring berjalannya waktu, cinta yang lama terpendam pun kembali mencuat ke permukaan. Akhirnya, keduanya menjalin hubungan terlarang di belakang Abi.
__ADS_1
Akankah cinta terlarang Pradha dan Rama dapat bersatu? Atau Pradha berubah pikiran dan memilih mempertahankan rumahtangga demi karir?