Dewi Untuk Dewa

Dewi Untuk Dewa
Dewi Cemburu


__ADS_3

Happy reading


Setelah berberapa saat mereka berbincang bincang masalah kartu tadi di dalam mobil. Tak terasa mereka sudah sampai di sekolah. Mobil mewah itu masuk ke area parkiran.


"Kamu mau jajan dulu gak? Biasanya kamu jajan dulu sebelum masuk kelas," tanya Dewa pada Dewi.


Kebiasaan Dewi yang sangat susah hilang adalah kebiasaan tentang Dewi yang sering membawa chiki ke dalam kelas dan memakannya.


"Emmm gak deh, males jalan ke kantin."


Mereka melepas sabuk pengaman dan turun dari mobil itu. Saat ingin berjalan ke dalam kelas. Banyak anak anak SMA Lentera Bangsa yang dominan perempuan itu langsung menghampiri mereka, ralat hanya menghampiri Dewa.


Dewi saja yang notabene pacar Dewa langsung tersisih, mereka mendesak Dewi hingga membuat Dewi kesal. Dewi sempat melihat Dewa yang sedang menerima hadiah hadiah dari fans fansnya. Bahkan ada juga yang sedari tadi nempel nempel ke arah Dewa hingga bagian tubuh mereka saling bersentuhan.


"Dasar, emang ya semua cowok itu sama aja. Kesel gue, gue yang jadi pacarnya aja jarang agresif kek gitu," ucap Dewi berlalu menuju kantin.


Ia jadi tidak mood jika melihat Dewa didekati dengan anak anak tadi. Dan sekarang Dewi butuh mood booster untuk dirinya sendiri yaitu ke makanan.


"Bang bakso udah siap apa belum?" tanya Dewi pada bang bang bakso langganannya.


"Udah neng, mau berapa?" tanya Bang Bakso pada Dewi.


Siapa sih yang tidak kenal Dewi Arabella, bahkan karena kebaikannya dengan para pedagang di kantin mereka menyebut Dewi sang penolong. Karena Dewi selalu membantu mereka jika dagangan mereka tidak habis, tanpa sepengetahuan teman teman dan Dewa sendiri.


"Komplit bang, pedes banget. Dewi lagi badmood," jawab Dewi dengan semangat.


Entah kenapa disaat seperti ini ia ingin makan yang pedas, padahal Dewa sering memperingati Dewi untuk tidak makan pedas. Dewi punya asam lambung yang membuat Dewa harus bisa menjaga kekasihnya itu.


"Oke siap neng," balas Bang Bakso.


Bang Bakso itu mulai meracik bakso pesanan pertamanya hari ini. Tapi Bang Bakso tidak memberikan banyak sambal karena apa? Karena Dewa pernah mewanti wanti mereka jika Dewi membeli makanan yang ekstra pedas mereka harus mengurangi sambalnya karena Dewi mempunyai asam lambung.


Tak lama pesanan Dewi selesai dibuat, Bang Bakso langsung mengantarkan bakso dan teh hangat itu untuk Dewi.


"Ingat Neng punya asam lambung," ucap Bang Bakso.


"Iya Bang tahu. Boleh temani saya makan gak bang? Dewi lagi pengen cerita," jawab Dewi sekaligus meminta Bang Bakso untuk menemaninya. Di sana masih sangat sepi jadi ia juga bingung mau ngapain.


Bang Bakso itu langsung duduk dan menemani pelanggannya itu makan bakso.

__ADS_1


"Kenapa Neng? Lagi ada masalah?" tanya Bang Bakso melihat Dewi memakan baksonya.


"Bukan masalah sih bang, tapi tadi itu banyak anak anak cewek yang samperin dewa karena kan kemarin itu hari ulang tahun Dewa. Bukannya Dewi gak suka kalau banyak yang mendoakan Dewa di hari ulang tahunnya. Tapi mereka itu terlalu fanatik menjadi fans Dewa."


"Tadi aja Dewi didesak sama mereka, bahkan ada cewek yang nempel nempel sama Dewa, dan terlihat banget Dewa juga menikmatinya. Dewi kesel," jawab Dewi memakan bakso mercon itu dengan kesal.


"Oalah jadi Neng Dewi teh cemburu sama Den Dewa karena banyak yang mengucapkan selamat ulang tahun dan deket deket Den Dewa?"


"Cemburu?"


"Iya Neng, dulu istri Abang juga gitu. Duh kalau lagi ngambek susahnya bujuk minta ampun," jawab Bang Bakso tanpa sadar menceritakan rumah tangganya.


"Lah terus Abang gimana bisa bujuk istri Abang?" tanya Dewi pada Abang Bakso itu.


"Ya saya kasih jatah Neng. Karena wanita juga butuh jatah juga bukan cuma laki laki," jawab Abang Bakso itu.


Dewi mengangguk paham ternyata benar, tapi kalau dirinya seperti ini jatahnya apa? Masa begituan👉👈 kan belum boleh.


"Emang jatah apa Bang?" tanya Dewi berpura pura polos.


"Jatah uang belanja Neng, istri saya itu kalau udah dikasih duit langsung berbinar itu matanya. Daripada Abang gak dikasih makan sama istri Abang," jawab Abang Bakso dengan tertawa.


"Oh iya ya neng, benar juga."


Sebenarnya bukan itu alasan jika istrinya ngambek lalu ia kasih uang. Jika sampai istrinya itu masih marah dan ngambek dengannya bisa bisa hancur sudah dunia perkasuran Abang Bakso dan istrinya.


***


Sedangkan disisi lain Dewa yang merasa kehilangan kekasihnya itu mulai menjauh dari keramaian. Sebenarnya ia sudah risih sejak awal tapi ia tak bisa keluar karena banyaknya siswi yang mengerubunginya.


Setelah teman temannya datang tadi ia langsung menujuk teman temannya dan ia langsung berlari menuju kelas.


Tapi saat ia sudah sampai di kelas ia tak melihat keberadaan Dewi. Tapi ia malah menemukan banyak kado di bangkunya.


Lagi lagi ia menghela nafasnya kesal. Ia tak suka terlalu banyak seperti ini. Dewa hanya ingin Dewi saja dan juga barang barang dari teman temannya bukan dari cewek cewek lain.


"Eh kalian tadi lihat dimana Dewi?" tanya Dewa pada salah satu teman Dewi.


"Mungkin di kantin Dew, kan biasanya Dewi makan dulu di kantin," jawab Caca pada Dewa. Hanya dia cewek yang tak terlalu over pada ketampanan dan ketenaran yang ia miliki. Caca adalah teman Dewi walau bukan sahabat.

__ADS_1


Tanpa mengucapkan terima kasih Dewa langsung keluar dan berlari menuju kantin. Pasti Dewi marah dengannya karena melihat Dewa dikerubungi banyak cewek tadi.


Kenapa juga Dewa bisa lupa jika Dewi bad mood, kekasihnya itu pasti selalu berlari ke makanan. Dan yang membuat ia khawatir adalah makanan pedas, bukan ia tak suka tapi karena asam lambung Dewi.


Akhirnya Dewa sampai di kantin, ia melihat Dewi sedang memakan bakso ditemani Abang tukang bakso. Terlihat mereka sangat bahagia karena Dewi bisa tertawa bahagia seperti itu, kemudian tatapannya beralih ke mangkuk bakso yang kuahnya tak terlalu merah itu.


Berarti Abang Bakso itu menuruti apa yang sudah ia ucapan berberapa hari lalu.


"Sayang," panggil Dewa mendekat ke arah Dewi.


Dewi yang melihat Dewi itu langsung berhenti tertawa. Ia menjadi kesal lagi saat melihat wajah Dewa.


"Udah puas sama cewek ceweknya. Sampai lupa sama cewek sendiri," sindir Dewi pada Dewa. Abang Bakso yang melihat kedatangan Dewa itu langsung undur diri.


"Aku gak lupa sama kamu sayang. Aku gak bisa keluar dari kerumunan itu. Aku gak suka mereka, kamu juga gak bantuin aku untuk keluar tadi?" tanya Dewa yang sangat takut jika Dewi sampai mendiaminya.


"Aku aja kegeser," ucapnya dengan kesal.


"Maafin aku ya sayang. Aku juga gak tahu kalau tadi bakal seperti itu."


"Hmm."


Bersambung


***


Hai hai jangan lupa mampir ke novel teman Tya yuk, judulnya Eternal Enemy, karya Navizaa


Blurb


Safara Maulida tidak pernah menyangka bahwa dia akan dilamar secara tiba-tiba oleh atasannya di kantin kantor tempatnya bekerja. Tentu saja Fara nama panggilan gadis itu merasa sangat bahagia, apalagi atasannya itu adalah cinta pertamanya di masa putih abu-abu.


Keill Abraham, tidak main-main dengan lamaran itu, dan sebulan kemudian mereka melangsungkan pernikahan. Tapi di dalam kehidupan mereka ada kejanggalan yang Fara rasakan, yaitu sikap Keill yang dingin saat di rumah. Tapi akan berubah hangat jika di kantor. Fara jelas saja tidak terima dengan sikap suaminya itu.


"Gue tahu kalau dia gak cinta sama gue, tapi apa alasannya dia ngajak gue nikah jika matanya hanya menatap ke arah wanita itu dengan tatapan sendu!" Batin Fara dengan dada sesak.


Sanggupkah Fara menjalani pernikahan yang seperti itu? apa alasan Keill menikahinya kalau hanya dianggap bayang-bayang.


__ADS_1


__ADS_2