Dewi Untuk Dewa

Dewi Untuk Dewa
Sebuah Video


__ADS_3

Happy reading


"Ayang ganteng banget dari spion motor," ucap Dewi menatap wajah Dewa yang berada dipantulkan spion motor Dewa.


"Sayangnya aku juga cantik banget," jawab Dewa yang memang mendengar ucapan sang kekasih.


Dewi yang mendengar itu hanya tersenyum dan makin mengeratkan pelukannya pada Dewa. Rasanya ia ingin melayang mendengar jawaban dari Dewa.


"Jangan gombal pagi pagi, nanti kalau aku melayang kamu gak bisa nangkap aku," ujar Dewi mencubit perut Dewa yang terhalang kaos hitam saja.


"Gak akan aku tangkap dulu, biar kamu bisa menikmati indahnya melayang," jawab Dewa seraya mengecup tangan Dewi.


Dewi memutuskan untuk diam dengan senyum manis yang sangat disukai Dewa.


Akhirnya mereka sampai di sekolah, Dewa menjalankan motornya ke parkiran tempat biasa ia memarkirkan motornya.


Dewi pun turun dari motor itu tanpa ada adegan manja manja diturunkan oleh Dewa. Apalagi harus ada adegan di cowok melepaskan helm. Karena sedari tadi Dewi tak memakai helm sama sekali.


"Ayang aku ke kelas dulu ya, mau nyalin tugas kemarin," ucap Dewi melihat sekitar.


Memang belum banyak yang datang tapi mereka yang sudah ada di parkiran sekolah itu menatap idola sekolah yang ada di depannya itu.


"Kamu gak mau ikut aku kumpul sama teman teman aku?" tanya Dewa pada kekasihnya entah kenapa perasaannya jadi gak enak.


"Enggak, lagian ini masih pagi gak akan terjadi apa apa. Kamu pasti juga sudah lelah mengurus aku hmm? Kamu butuh kumpul juga kan?" tanya Dewi yang merasa semua mata menuju ke arah mereka berdua.


"Yakin?"


"Iya," jawab Dewi mengecup punggung tangan Dewa.


"Tapi kamu gak boleh bolos kelas loh ya. Walau aku izinin kamu kumpul bareng teman teman kamu."


"Iya sayang," jawabnya seraya mencubit hidung merah Dewi.


Akhirnya mereka memutuskan untuk berpisah di area parkiran itu. Dewa menatap Dewi berjalan menjauh kemudian ia menuju warung tempat dimana anak anak sarapan pagi.


Sedangkan Dewi berjalan menuju kelasnya dengan perasaan tak enak. Semua orang menatapnya penuh keraguan. Tapi Dewi tak tahu apa yang mereka lihat.


Hingga sampailah Dewi di kelas, ia langsung berjalan menuju bangkunya yang berada di pinggir sebelah kanan urutan no tiga dari depan.


***


Sedangkan disisi lain Dewa yang baru sampai itu ditatap teman temannya. Mereka berfikir dimana Dewi, biasanya mereka selalu bersama tapi ini mereka malah sendiri sendiri.

__ADS_1


"Bos, Bu Bos mana?" tanya Angga pada Dewa.


"Dia mau nyalin tugas katanya kenapa?"


Bisa Dewa lihat wajah teman temannya jadi khawatir setelah mendapat jawaban dari Dewa.


"Bos, lu gak lihat postingan lambe turah sekolah kita?" tanya Ozi pada Dewa ia sudah mengotak atik ponselnya.


Dewa bingung, Tama yang sedari tadi diam itu langsung menunjukkan postingan yang memperlihatkan Dewi yang sedang berciuman dengan Dewa tapi sayang video itu dari belakang hingga wajah Dewa tak terlihat.


Tangan Dewa terkepal saat melihat itu, entah kenapa ia tak mengecek ponselnya tadi pagi. Komentar dari para pengikut SMA Lentera Bangsa.


Darahnya seakan mendidih ia langsung merebut ponsel Tama dan membantingnya ke lantai warung itu.


"Hp gue bangsat," umpat Tama melihat layar ponselnya. Untung masih nyala hingga wallpaper seorang gadis itu terlihat olehnya.


"Untung gak mati."


Menghiraukan semua itu Dewa langsung berlari menuju kelas yang jaraknya dari warung lumayan jauh. Perasaannya campur aduk, ia tak mau Dewi mengalami hal yang tak pernah terpikirkan olehnya dari teman temannya.


Teman teman Dewa sebagian mengikuti Dewa berlari menuju kelas tak terkecuali Tama dan Angga.


Brak


Dan benar saja apa yang dipikirkan Dewa, ia melihat kekasihnya dilindungi oleh seorang wanita bercadar yang memeluk Dewi dari serangan anak anak yang tak terima jika Dewa di duakan oleh Dewi. Padahal tanpa mereka tahu laki laki yang ada di video itu adalah Dewa.


Dewa berlari menuju Dewi yang tidak menangis, tapi gadis itu syok dengan apa yang terjadi begitupun dengan Tama. Ia tak menyangka jika wanita bercadar yang ada disana rela melindungi Dewi.


"Sayang."


Dewa memeluk tubuh Dewi hingga membuat wanita bercadar di samping Dewi itu pergi. Ke bangku dekat bangku Dewi dan Dewa.


"Are you oke Sayang?" tanya Tama lirih memegang tangan kekasih halalnya itu.


"Aku gak apa apa, By."


Dewi menatap Dewa dengan senyum, senyum yang sangat menyakitkan bagi Dewa.


"Apa aku terlihat murahan?" tanya Dewi menatap mata kekasihnya.


Walau pun ia sangat bisa karate tapi untuk menghadapi banyak wanita yang melemparinya dengan tisu basah dan saos tomat itu membuat Dewi tak bisa melawan.


"Enggak siapa yang bilang kamu murahan?" tanya Dewa dengan suara beratnya. Ia berusaha menahan amarahnya.

__ADS_1


"Mereka semua mengatakan jika aku murahan, aku menghianati kamu."


"Shitt enggak sayang kamu gak menghianati aku, mereka yang tak tahu apa apa."


Dewi mengangguk, ia memang tak mengerti kenapa ia menjadi sasaran mereka untung ada wanita bercadar itu yang menolongnya tadi.


"Apa maksud kalian aku murahan?" tanya Dewi menatap mereka satu persatu.


Dengan ragu salah satu dari mereka memberikan ponselnya dan membuat Dewi menatap Dewa.


"Udah jelas jelas lu tuh ciuman sama laki laki lain. Kita gak terima ya kamu duain Dewa."


"Kurang apa Dewa sampai kamu tega berselingkuh."


"Iya gue dulu udah setuju lu sama dia ya Dew. Tapi kenapa lu hianatin cinta tulus Dewa?"


"Siapa yang selingkuh?" tanya Dewa dengan dingin jika semudah seperti ini berarti amarah Dewa hampir saja tidak terbendung.


"Apa Dewi berselingkuh dengan laki laki yang ada di video ini?"


"Asal kalian tahu, laki laki yang mencium Dewi adalah aku. Apa salahnya aku mencium tunanganku sendiri? Aku tidak menyalahkan kalian untuk mengagumiku. Tapi jangan pernah ikut campur dengan urusanku!!"


Mereka syok dan juga tak percaya saat Dewa sendiri yang mengatakan jika laki laki itu adalah dirinya.


"Gue tahu gue laki laki brengsek, tapi itu hanya berlaku untuk calon istri gue!"


"Jadi kalian sudah tunangan?" tanya salah satu dari mereka.


Dewi yang melihat amarah Dewa hampir tak terbendung itu langsung memeluk Dewa dari belakang. Ia mengusap dada Dewa dengan lembut.


"Sudah jangan marah, aku gak apa apa. Ini hanya salah paham," ucap Dewi.


"Dan untuk kalian semua, aku tak pernah sekalipun selingkuh dari Dewa. Bahkan aku tak pernah ada niatan untuk menyelingkuhi dia, ya yang ada di video itu memang gue tapi laki laki itu juga Dewa."


Setelah mendengar itu mereka semua merasa bersalah karena sudah menuduh Dewi yang tidak tidak. Tapi apa juga yang takut dengan Dewa. Karena mereka tahu Dewa sangat berpengaruh bagi keluarga mereka.


"Gue gak yakin orang tua gue akan tetap menjalin kerja sama dengan perusahaan kalian setelah tahu calon menantunya yang bahkan sangat disayangi lebih dari gue itu di bully disekolah," ujar Dewa menatap mereka semua kemudian membawa Dewi keluar dari kelas itu.


Dewi dan Dewa yang berpapasan dengan Pak Anton itu terkejut kenapa ini dan kenapa kelasnya jadi berantakan seperti ini.


"Anak sebelah keluar kalian, kenapa kalian ada di sini ha?"


"Nemenin bos pak."

__ADS_1


Mereka yang bukan anak kelas itu keluar, hingga membuat petugas piket kelas mendapat amukan dari Pak Anton.


Bersambung


__ADS_2