
(Maaf sebelumnya karena ceritanya gantung dan kurang memuaskan. ☹️
Kali ini aku mencoba untuk up dulu ya. Semoga para pembaca suka. Aminn. selamat Membaca😊)
.
.
Hari ini yang sepertinya akan menjadi hari yang memuakkan dan menjengkelkan sepanjang sejarah Dewa. Bagaimana mungkin semalaman suntuk dia harus berdebat dengan papanya hanya karena ia harus pergi untuk fiting baju pengantinnya dengan Dewi. Kenapa sepertinya keluarganya yang mengebu-gebu ingin segera ia menikah dengan mahasiswinya. Sesungguhnya Dewa malas jika harus melawan ucapan papanya. Ini semua demi perusahaan Pertambangan besar milik keluarganya. Tidak akan senang dan tentram hati serta jiwanya kalau ia mengetahui bahwa Fanda sepupunya lah yang akan memimpin itu nantinya. Sungguh akan menjadi penghinaan seumur hidup. Sebenarnya, ia tak pernah membenci Fanda namun perasaan ingin segalanya lebih unggul dari siapapun selalu saja jadi prioritas hidupnya termasuk tak ingin di ungguli oleh sepupunya tersebut.
Hari ini ia harus menemui Dewi. menurut informasi yang ia dapat. Gadis itu bekerja paruh waktu di cafe yang tak jauh dari kampus. Ia tau perjuangan gadis itu, dia juga tau bahwa Dewi merupakan mahasiswa pintar yang tak pernah bermasalah di kampus. Tetapi ia kecewa kenapa harus menikah dengannya. Sekalipun selama ia menjadi dosen tidak pernah masuk kelas untuk memberikan materi. Ia hanya akan memberikan kelas online dengan waktu yang lumayan singkat. Dengan singkat bukan berarti tidak berkualitas. Setiap materi yang ia berikan selalu jelas dan sesuai dengan kapasitas mahasiswanya untuk mengerti. Terbukti nilai ujian setiap semesternya mereka tak ada yang bermasalah dengan Dewa.
Tak terasa mobil Dewa sudah berhenti tepat di cafe tempat Dewi bekerja. Sesegera ia turun dari mobil. Namun langkahnya terhenti sesaat. Menatap mobil yang terparkir tepat disebelah mobilnya. Range rover abu-abu.
"B 1729 FA.." gumamnya sambil menatap mobil itu dengan seksama.
"Selamat pagi Tuan Dewa?" panggil seseorang tepat didepan Dewa berdiri. Dewa menoleh dengan cepat dan menatap Orang itu dengan tatapan bingung sekaligus terkejut. Ekspresi yang tak bisa disembunyikan.
"Fanda???". ya dia adalah Fanda. Sepupunya sendiri. Kapan dia kembali ? Sejak kapan dia ada di Indo? Lalu apakah ia telah menyelesaikan pendidikan nya di Korea? Lalu apa keperluannya datang ke cafe ini?. Pertanyaan itu pastinya sudah ada dibenak Dewa tentunya.
"Kak Dewa? apa kabar?" lelaki itu datang sambil memeluk Dewa. Pelukan rindu namun tatapannya berbeda. Tatapan itu bukan tatapan rindu sepertinya.
Tiba-tiba suara langkah kaki yang berlari terburu-buru mendekati kedua lelaki itu yang masih berpelukan (maaf disini bukan berpelukan karena h*m* ya. lebih tepatnya seperti abang kepada adeknya).
"Maaf tuan, sepertinya andaa meninggalkan ini di mejj....." belum sempat rasanya gadis itu menjelaskan maksudnya. Dompet itu jatuh. Ia menunjukkan tatapan terkejutnya.
Dewi POV
"Dew..." lidahku terpatah patah, badanku kaku seketika, dan pengelihatanku tak salah kan. Bagaimana bisa mereka saling kenal dan aku tidak salah juga kan setelah apa yang terjadi di cafe tadi. Apa yang kudengar dari mulut Fanda bahwa ia akan menikahiku dan aku juga terkejut sekarang jantungku ingin lepas rasanya. Mataku tak salah kan?. Aku melihat Dewa bersama Fanda saling berpelukan. Sepertinya mereka saling kenal.
"Kak, kenalkan dia adalah pacarku" ujar lelaki itu didepan Dewa. Ia memanggil Dewa "Kak". Setahuku Dewa itu anak tunggal dan tidak memiliki adik kandung. ya Allah kepalaku pusing.
"Oohhh.. dia pacarmu??" Ucap Dewa sedikit penekanan pada kalimat yang terakhir. Aku tak tau harus jawab apa. Tapi percayalah aku tidak selingkuh Dewa. Kulihat mata nya memerah dan tangannya mengepal.
__ADS_1
"Dewi,, kenalkan ia kakak sepupuku dari Keluarga Ayahku" Dewi membelalak kan matanya ketika tau bahwa Fanda dan Dewa adalah saudara sepupu. Tak mungkin baginya untuk merusak hubungan keduanya. Sudah gila apa. batinnya.
#Flashback 10 menit sebelum kejadian'''
.
.
"Siapa yang menyuruhmu yang mengantarkan pesananku? tanya Fanda sambil menatap lelaki setengah jadi itu dengan tatapan muak.
"ehhmmm anu Tuan, hmm..." ucapnya dengan gugup. Membuat Fanda semakin malas.
"cepat, suruh Dewi yang mengantarkannya!" pintanya dengan wajah yang memerah. Dengan segera pelayan itu memutar arah dan berlalu dengan cepat. Beberapa menit setelahnya Dewi pun datang dengan membawakan pesanan Fanda. Dengan wajah datarnya ia meletakkan pesanan itu dan kemudian berlalu. Namun, dengan cepat Fanda meraih tangannya.
"Mau kemana Kamu?" tanyanya. Membuat Dewi mematung.
"temani aku disini, ada yang ingin aku bicarakan padamu!" Dengan masih memegangi tangan Dewi. Akhirnya tanpa adanya kata-kata protes Dewi menurutinya.
"Ada apa Fanda ?" tanyanya dengan lembut.
"Menikahlah denganku Dewi!" Fanda mengucapkan kata-kata yang sama dengan Yang di ucapkan Dewa waktu itu. Ingatannya malah tertuju pada Dewa. Apa-apaan ia sampai mengingat lelaki itu. Lelaki aneh dan tak punya sopan santun.
"kamu gila ya??" Dewi sedikit mengeraskan suaranya. Betapa terkejutnya ia mendengar itu langsung dari mulut Fanda. Bagaimana mungkin Dewi ingar terhadap Dewa. Tapi, perasaan tak bisa di bohongi. Nama Fanda masih terselip di hatinya.
"tidak Dewi, aku serius. Menikahlah denganku!"
"apaa-apaan kamu tiba-tiba mengajakku menikah?"
Kini mereka saling adu mulut.
"Pokoknya aku tunggu jawabanmu 1 minggu lagi!" tuntutnya dengan nada otoriter. Dewi masih tak percaya dengan apa yang dia alami. Fanda yang dulu dimana ? tanyanya dalam hati.
"Aku pamit!" Dia segera berlari keluar. Sikap yang aneh. Batin Dewi.
__ADS_1
Flashback Off#
"Apa dia tidak tahu bahwa aku ini calon suami Dewi? ha ? bagaimana mungkin dia seberani itu denganku?"
Dewa melajukan mobilnya dengan kecepatan tinggi. Moodnya benar-benar berantakan sekarang. Bukan karena mencintai Dewi. Namun, sayembara gila yang di buat ayahnya itu. Menikah dengan Dewi maka Perusahaan Papa nya akan menjadj miliknya. Jika gagal, maka Fanda lah penerusnya. Dan jika Dewa tidak berhasil Menikahi Dewi sama saja ia akan selamanya jadi kacung Fanda. Menjijikan.
ARGHHHHHH!!!!!!!!!
"FANDA SIALANNN!!!"
"KENAPA KAMU SELALU MENGUSIK SEMUA RENCANA KU?"
Dengan segala umpatan keluar dari bibir sensualnya. Perasaan yang tak bisa dijelaskan. Sambil memukul-mukul stir ia masih saja mengumpat menyumpahi Sepupunya itu.
"Dengar Fanda. Aku tak akan membiarkan kau Mengambil Dewi dariku. Tanpanya aku akan semakin terhina nantinya. Dewi itu miliku!" gumam Dewa. Sebenarnya dalam hati ia tak ada perasaan untuk gadis itu. Kalaupun nantinya mereka menikah Dewa juga tak akan menelantarkan Dewi. Ya, mereka saling tau dan faham posisi masing-masing.
Tiba-tiba ponsel Dewa berdering. Diliriknya Ponsel tampak nama Dewi di layarnya. Dengan cepat Dewa meraih ponsel itu dan menjawabnya.
"ya, Pacarnya Fanda!" sindirnya dengan nada ketidaksukaan.
"kita perlu bicara!" pintanya. Namun Dewa ingin menolak itu. Hatinya tak baik sekarang. Ia tak menjawab.
"tolong...!" pinta Dewi dengan suara lembut.
"Baiklah tunggu aku!" suruh Dewa sambil memutuskan panggilan telfon mereka.
.
.
.
Bersambung.
__ADS_1
Semoga Suka ya. Suport aku untuk semangat dalam menulis ya. Terimaksih. Assalamualaikum