Dewi Untuk Dewa

Dewi Untuk Dewa
Permintaan Yang Tak Terkabulkan


__ADS_3

Hari ini terasa berat bagi Dewi. bukan karena aktivitasnya, tetapi karena pikiran yang membebaninya. Kebingungan dan ketidaktahuannya dengan apa yang terjadi dimasa lalu yang harus ia bayar tunai sekarang. Tidak adil bukan. Berbakti itulah kata yang selalu ia tanamkan dalam hati dan fikirannya. Dia masih terhanyut dalam alam pikirannya yang sekarang entah dimana. Sejenak ia memikirkan perkataan Dewa. Sedangkan beberapa detik berlalu memikirkan ada apa kejadian di masa lalu?. Membuatnya ingin berteriak sekencang-kencangnya.


#Dikamar


"Wi...Dewi..!" panggil seorang wanita dari luar kamarnya beberapa kali. Tak ada jawaban


.


.


.


Cekrek...


pintu terbuka. . .


"Wi..!"


seorang wanita memasuki kamar yang bernama Dewi tersebut. Terlihat ia sedang terhanyut dalam lamunan.


" hei... wi!" wanita itu menepuk pelan bahu sang putri yang tampak tak menyadari kehadiharannya.


"eh ibuk, ada apa buk?" ia terkejut sangat jelas masih dengan wajah yang tak biasa pastinya.


"kamu ini kenapa sih wi?, semenjak pulang dari kampus kok melamun aja?" tanya ibunya dengan wajah yang sedikit khawatir akan keadaan putrinya.


Dewi mengeleng pelan. Ia ragu untuk menanyakannya namun ia sungguh penasaran. Walau bagaimapun ia harus tau penyebab perjodohannya dengan dosennya itu.

__ADS_1


"Ibu tau, coba kamu cerita ada apa nak?" Sambil menggengam tangan Dewi dan menatapnya dengan lembut. Dewi tersenyum tipis.


"Kamu ada masalah di Kampus nak?" seakan tak mendapatkan jawaban dari sang putrinya yang sedari tadi diam itu. Ibunya kembali melontarkan beberapa pertanyaan kekhawatiran.


"bu, Siapa Arini Ayu?" bukan nya malah menjawab kekhawatiran sang ibu Dewi malah menanyakan hal lainnya dan kali ini sukses membuat sang ibu membulatkan matanya.


Dengan langkah kaki yang tergesa-gesa Ibunya berlari keluar kamar sepertinya ingin menunjukkan sesuatu berkenaan dengan pertanyaannya Putri Sulungnya itu.


Beberapa menit kemudian...


Ibunya datang dengan membawakan beberapa Surat serta Album yang belum pernah di liat Putrinya itu selama ini.


"itu apa bu?" dia kembali bertanya atas kepemilikan benda yang baru dilihatnya sekarang ini. Jantungnya berdegup kencang seolah akan ada jawaban yang akan diterimanya dengan penuh misteri dan teka teki. Dengan sangat hati-hati Ibu nya membuka lembaran Album foto lama itu untuk ditunjukkan ke hadapan Dewi. Baru lembaran foto pertama saja ia sudah dibuat terkejud oleh penampakan 2 pasang yang sepertinya mereka adalah seorang kekasih. Laki-laki yang pertama ia lihat adalah Ayahnya tentunya, wajahnya dan ayahnya tentu sangat mirip bak pinang dibelah dua. Dengan menebarkan senyum kerinduan saat menatap foto sang Ayah.


Dewi PoV


"Apa dia yang bernama Arini Ayu?" tanyaku. Ibu hanya mengangguk dan tersenyum sambil memelukku. Aku semakin bingung.


"Arini adalah Sahabat sekaligus nona Muda, ibu nak!" jawab ibuku singkat. Aku memasang wajah datar seolah aku merasa kenapa harus aku yang jadi korban perjanjian kalian berempat.


"Lalu bu?, Kenapa dia berada di samping Ayah ? dan bukan ibu?, dan siapa juga pria yang disamping ibu? " begitu banyak pertanyaan yang kulontarkan ke pada ibuku saat ini. Aku mengerti ini salah satu rahasia masa lalu hingga aku ujung-ujung nya pasti akan ikut menjadi pemain utama disini. sudah terbaca sepertinya.


"Apa kau sudah mengetahui kalau Dewa itu akan menjadi Calon suamimu ?" lagi lagi salah satu pertanyaan yang sama tema nya saat aku hampir saja menampar dan kena surat teguran dari Fakultas kalau aku melakukannya tadi siang. Tebakanku benar dalam beberapa detik kan?. Beri aku pujian bahkan Aku sudah berbakat mengerti maksud dan membaca pikiran orang sejak dulu serta melihat masa lalu.


Tanpa menjawab aku hanya terdiam sambil menggenggam tanganku dengan sangat erat perasaan marah, sedih dan kecewa. Kalian buat perjanjian apa padaku?. Bahkan aku tak dikasih kesempatan untuk mencari Pria yang aku Cintai. Dengan egoisnya kalian menjodohkan aku dengan Dosen yang udah gak Waras itu.


"Wi, baca surat ini nak. Ibu mau kamu memahami dahulu. Ibu akan beri kamu Ruang sendiri untuk memahami semuanya. Maafkan tindakan kami!" ucap Ibunya dengan meninggalkan barang yang tadi dibawanya dan keluar dari kamar Anak Gadisnya itu.

__ADS_1


#Di kediaman keluarga Airlangga


Author Pov


Dewa yang masih berkutat dengan Pekerjaannya sebagai seorang dosen plus pengusaha membuatnya keliatan sangat sibuk sampai tak menyadi bahwa seseorang yang sedari tadi memperhatikannya sejak tadi.


"Wa,.." teriak Lelaki tersebut. keliahatannya Seperti ayah dan anak. Namun, seperti sahabat saja.


"Astaghfirullah Pi, buat kaget aja lah, ada apa ?" tanyanya yang memperhatikan sekilas namun tetap menatap layar laptop dengan serius.


"Kamu sudah bertemu Dewi Shinta ?, Kamu tidak lupa kan?, Hargailah permintaan Mendiang Mami mu nak, dan Biarkan papi menyaksikan kalian menikah sebelum Papi Menyusul Mami mu." ucap Papinya sambil memandangi anaknya penuh pengharapan. Dibalas senyuman dan anggukan oleh Sang Putra Semata Wayangnya itu.


"Papi apaan sih kok ngomongnya ngawur gitu pi!" protes Dewa.


"Ingat ya Wa, jikalau Dewi menolak untuk menikahimu. Jangan harap kamu dapat sepeserpun dari Warisan papi. Baik itu Perusahaan Properti, Pertambangan ataupun Yayasan" ancam papinya sukses membuat Dewa terdiam dan lagi-lagi ia berfikir keras untuk mendapatkan Dewi. Sekalipun hanya untuk sebuah Perusahaan dan Uang sekalipun Dewa harus merelakan dirinya dengan terpaksa untuk menikah dengan Dewi.


"dan satu lagi ya Wa, jika kamu gagal. Papi yakin Fanda juga tidak akan menolak permintaan Papi untuk memimpin Perusahaan kita." Lagi-lagi kalimat ancam yang Dewa dengar. Entah siapa sebenarnya yang jahat disini. Namun Dewa bukanlah Dewa jika menyerah sebelum berperang.


"pi, tapikan aku ini Putra semata wayang papi, masa Fanda sih pi yang memimpin perusahaan dan aku yang nantinya jadi kacung Fanda. Apa Papi tega?" rengek Dewa. namun Papinya tetap pada pendiriannya. Bahkan nasib Dewa sekarang tergantung dengan keputusan Dewi.


.


.


.


.

__ADS_1


BERSAMBUNG


__ADS_2