
Happy reading
Setelah selesai merapikan pakaian Beby menatap Dewi yang sedang berbaring dengan bermain ponsel itu.
"Dew, aku keluar dulu ya."
"Hmm."
Beby membuka pintu kamar itu dan keluar dari kamar. Ia masuk ke suatu ruangan yang dia tak lain adalah kamar neneknya yang sudah lama meninggal.
"Nek, Beby kembali lagi ke vila ini. Besok Beby akan ke makam nenek sama kakek, maafin Beby kalau dulu Beby banyak salah sama kalian," gumam Beby menatap sekeliling kamar bernuansa cokelat itu. Bangunan itu memang sudah lama ditinggalkan lama oleh pemiliknya itu.
Ceklek
Satya masuk ke dalam kamar itu dan memeluk tubuh Beby dari belakang.
"Jadi ini kamar nenek kamu hmm?" tanya Satya menatap sekitar.
Kamar itu hanya dipenuhi oleh foto foto Beby saja tanpa ada foto keluarga bahkan foto nenek dan kakek hanya 1 atau 2 saja.
"Kakek dan Nenek pasti sangat menyayangi kamu sayang, lihat saja foto kamu di berbagai umur ada disini."
"Iya, aku juga merasa hanya Nenek dan Kakek yang sayang sama aku dari kecil. Aku sangat sulit mendapatkan perhatian Mama dan Papa hingga saat ini aku menyerah untuk mendapatkannya," jawabnya.
Satya yang mendengar itu hanya bisa mengelus punggung Beby dengan lembut. Ia tak banyak komentar karena dia juga korban broken home.
"Sabar ya sayang, masih ada aku disini. Aku janji akan menyayangi kamu dengan setulus hatiku," ucap Satya menenangkan Beby yang mulai mengeluarkan air matanya.
"Iya, aku mohon jangan tinggalkan aku. Aku gak mau kehilangan orang yang aku sayang untuk ketiga kalinya. Aku gak mau, cuma kamu yang aku minta," jawab Beby menatap Satya yang mengangguk.
"Iya sayang, aku gak akan pernah ninggalin kamu. Kamu juga begitu, awas aja kalau kamu sampai dekat dengan cowok lain. Siap siap cowok itu bakal kehilangan masa depannya," ucap Satya yang malah di balas tawa ringan oleh Beby.
Bukan hal yang aneh lagi jika mereka saling takut jika nanti akan saling meninggalkan. Satya dan Beby hanya memiliki satu permintaan yang sama, mereka ingin hidup bahagia dengan anak anak mereka nanti.
Broken home membuat mereka menjadi takut untuk kehilangan lagi. Sebisa mungkin Beby dan Satya akan mempertahankan hubungan mereka walau kadang mereka bertengkar phebat tapi tak sampai putus.
Bahkan bagi mereka kata putus itu adalah kata sakral yang tidak boleh diucapkan mereka.
"Bucin ya," ucap Beby mencubit hidung Satya.
"Kalau kamu yang aku bucinin gak apa apa, tapi kalau cewek lain itu yang apa apa. Aku udah terlanjur jatuh sedalam dalamnya sama kamu. Maaf jika aku membuat kamu kehilangan kegadisanmu. Aku minta maaf sayang, tapi kamu jangan khawatir aku akan tanggung jawab kok," ucapnya dengan senyum manisnya kemudian mengecup bibir Beby yang selalu menjadi candu Satya sejak saat pertama dia mengecup bibir Beby.
__ADS_1
Satya membawa Beby untuk duduk di ranjang itu, kemudian dengan gerakan pelan Satya sudah berhasil mengu**kung tubuh Beby.
Plup
Ciuman mereka terlepas bahkan mereka sampai tak sadar jika sekarang masih berada di kamar Nenek dan kakeknya.
"Nek, Kek. Kamarnya Satya pinjam dulu ya," ucap Satya dengan senyum manisnya.
Laki laki itu mulai mencium kembali bibir pink itu hingga ciuman lembut itu turun ke bawah. Leher putih Beby selalu menjadi sasarannya ketika bersama Beby.
"Ahh Satya."
Bukannya berhenti Satya malah memperbanyak bekas bekas ciuman itu di leher Beby. Dasar laki laki kalau sudah dikasih ikan asin siapa sih yang nolak.
Beby meremas rambut Satya yang sedang berada di atas tubuhnya itu. Kadang Beby mengutuk tubuhnya yang selalu mau jika sudah seperti ini.
"Honey sakit," ringis Beby saat Satya menggigit dada putihnya lagi.
"Maaf sayang sudah kebiasaan."
Satya menatap hasil karyanya di leher Beby. Ia tersenyum tapi juga bersalah karena sakitnya Beby.
"Honey cepet banget tegangnya," ucap Beby menatap wajah berga***h Satya yang menatapnya.
"Jangan disini, aku gak mau tempat tidur Nenek sama Kakek kotor."
"Terus."
"Kamar mandi Honey, mau aku bantu enggak?" tanya Beby menyentuh tonjolan itu.
Satya langsung menatap Beby yang kembali menggoda adik kecilnya. Satya tahu Beby sedang datang bulan. Hari hari yang paling tidak Satya sukai.
Akhirnya mereka berjalan menuju kamar mandi dan mulai melakukan apa yang tidak seharusnya dilakukan. (Gimana sih tahu ah capek.)
Tya gak dibolehin masuk sama mereka ke dalam kamar mandi jadi gak tahu apa yang mereka lakukan.
***
Dewi yang sedang memejamkan matanya itu berdecak kesal karena pintu kamarnya di ketuk dari luar.
"Siapa?"
__ADS_1
"Aku sayang, kamu gak mau bukain," ucap Dewa dari keluar.
"Buka aja aku ngantuk mau bobo," jawab Dewi dari dalam kemudian menarik selimutnya karena ia ngantuk entah kenapa kalau sudah nemu kasur Dewi akan cepat ngantuk dan tidur.
Ceklek
Dewa membuka pintu kamar itu dan masuk kemudian menutupnya kembali ke dalam kamar itu.
"Sayang kamu kenapa sih? Kok gak bukain pintu kamar kamu buat aku?" tanya Dewa menatap Dewi yang mulai menutup matanya.
"Ngantuk banget aku pengen tidur," jawabnya dengan suara parau.
Dewa pun berjalan menuju tempat tidur itu dan ikut naik ke atas kasur hanya untuk memeluk tubuh Dewi yang sudah menutup mata.
Dewa memeluk tubuh kekasihnya dari samping karena Dewi tidurnya terlentang tapi masih baik untuk ukuran gadis.
"Kamu capek banget ya sampai tidur di jam segini?" tanya Dewi merapikan anak rambut Dewi.
"Hmm."
Dan sial, Dewa baru tahu jika Beby memakai kaos oblong saja, hingga membuat dadanya terlihat walau tak semua.
"Aku cium boleh gak yank?"
"Hmmm."
"Beneran boleh, dikit aja aku pengen ngerasain," ucap Dewa yang mulai mengelus atas dada itu.
Akhirnya karena pertahanan Dewa yang sangat lemah membuat ia mengecup singkat bibir Dewi kemudian menurunkan ciumannya ke leher Dewi dan membuat dua tanda cinta disana.
Sekilas Dewa bahagia melihat hasil karyanya itu, ia memeluk kembali tubuh Dewi dan membenamkan wajahnya di dada Dewi dengan nyamannya.
"Enak banget, aku udah siap kok kalau kamu bakal marah nanti saat lihat dada kamu," ucap Dewa ikut memejamkan matanya.
Melihat betapa pulasnya Dewi tidur membuat Dewa juga ikut ngantuk. Mungkin ngantungnys ketransfer ke Dewa.
Akhirnya mereka berdua tidur di satu tempat tidur yang sama, jika saja nanti Nafisah melihat mereka pasti sudah di ceramahi oleh gadis bercadar itu.
Semoga saja Nafisah tidak tahu jika mereka tidur bersama dan apa kabar dengan Beby dan Satya yang sedang ehem ehem.
Bersambung
__ADS_1
Lihat judulnya pasti pikiran kalian yang enggak enggak. Hayo ngaku....