Dewi Untuk Dewa

Dewi Untuk Dewa
Kebodohan Langit


__ADS_3

Happy reading


Dewa dan Langit kini berduel untuk memenangkan pertarungan ini. Dewa dan Langit yang sama sama sudah kelelahan itu tak lagi memiliki akal yang mereka pikirkan adalah memang dan memang.


"Mati aja lu ban*sat," teriak Langit dengan tonjokan di perut Dewa.


Darah kental itu keluar dari mulut Dewa, melihat kelemahan Dewa. Langit langsung menerjang tubuh Dewa berkali kali. Langit yang kesetanan itu tak bisa membuat Dewa menghindar.


"Dewi maafin aku," gumam Dewa dengan pelan bahkan tak terdengar karena seperti gerakan bibir saja.


"Mama, Papa, Naila. Maafin kakak yang tak mengindahkan larangan kalian," tambahnya sebelum ia menutup mata karena tidak sanggup lagi untuk membuka matanya.


Katakanlah Dewa lemah tapi apa boleh di kata, tadi ia di keroyok oleh teman teman Langit juga sedangkan Vino sudah digiring anak anggota Black Lion. Hingga tak bisa membantu dirinya lagi.


"Dewa," teriak anak Alaska saat melihat ketua mereka tumbang.


Sedangkan Langit yang belum puas itu hanya bisa tertawa keras kemudian ia mengambil balok Kayu yang entah kenapa ada disana.


Dewa yang sudah terkapar dengan luka di sekujur tubuhnya itu langsung Langit hantam dengan balok kayu itu.


Bugh


Saat ingin melayangkan pukulan kedua, Tama datang dan menendang balok kayu itu.


Tama datang bersamaan dengan polisi yang langsung mengamankan anak anak Black Lion.


Dewa dan teman-temannya juga langsung ditangani oleh tim medis yang datang bersamaan. Kemudian di bawa ke rumah sakit.


Kini hanya tinggal Tama, Nafisah, dan Langit saja disana. Tama menatap langit dengan tatapan permusuhan. Tidak ada habis habisnya langit ini mencari masalah.


"Pengecut sialan lu," teriak Tama membalas apa yang sudah Langit lakukan pada Dewa.


"By udah jangan main tangan," ucap Nafisah dengan tangan yang sudah ngelus dada Tama. Langit yang mendengar itu langsung tertawa lihat saja mantan Wakil ketua itu yang sangat patuh pada seorang wanita.


Dewa adalah malaikat untuk anak anak Alaska, siapa sih yang jika kesusahan Dewa tak membantunya? Tidak ada, karena Dewa selalu membantu siapapun anggota yang kesusahan.


"Sayang izinkan suamimu ini untuk memberi pelajaran anak itu ya sayang," pinta Tama menujuk Langit.


"Nanti kamu kenapa napa lagi," jawab Nafisah menatap khawatir suaminya.

__ADS_1


"Aku janji gak akan kenapa napa lagi," ucap Tama menenangkan Nafisah.


"Baiklah tapi jangan sampai kamu luka sedikitpun, aku gak mau kamu lecet."


Mendapat perizinan dari Nafisah membuat Tama langsung mengangguk dan mengecup kening Nafisah.


"Kamu cari tempat yang aman ya, jangan mendekat karena aku gak mau kamu kenapa napa," ucap Tama dan dianggukkan oleh Nafisah.


Nafisah meninggalkan suaminya dan kini Tama sedang berada di sana dengan langit. Sepertinya Tama tak akan kasih ampun lagi pada Langit mendung itu.


"Hahaha gue bahagia, karena gue sudah membunuh sahabat lu itu. Gue sangat bahagia karena gue udah membalaskan dendam Cleo pada Dewa," teriak Langit pada Tama yang kini ada di depannya.


Tama yang mendengar asal muasal dendam Langit itu kesal setengah mati. Wanita ular itu sepertinya sudah mempengaruhi Langit.


"Sialan cuma gara gara salah paham ini, lu celakain Dewa hah. Lu cuma balas dendam sama ja*ang sialan itu hah?" tanya Tama memukul wajah Langit.


"Salah paham apa? Dewa yang sudah memutuskan hubungan dengan Cleo secara sepihak. Cleo datang dengan berantakan, dia sangat memperihatinkan Tama. Dia baru saja di lecehkan oleh sahabat lu itu!!"


"Hahaha Langit! Langit! Kalau gue bilang Cleo itu alat pemuas nafsu om om apa lu bakal percaya?" tanya Tama yang membuat Langit terkejut.


Kenapa Tama tahu jika Cleo suka main dengan om om. Karena jujur saja Langit pernah sekali melihat Cleo jalan bersama om om yang ia kira pamannya.


Ia masih mengingat berberapa bulan lalu, setelah putus dari Dewa. Cleo pernah ingin lompat dari gedung, jika saat itu ia tak ada disana mungkin Cleo sudah innalilahi wa innailaihi raji'un.


"Hahaha lu memang gampang dibodohi, bahkan dengan bodohnya lu percaya sama cewek yang baru lu kenal berberapa bulan lalu. Sedangkan sama orang yang sudah membantu dari lu susah, lu lupa semua kebaikan dia, Langit Andara!!!!" teriakan Tama tak lagi bisa ia bendung.


Ia masih mengingat kala Dewa selalu membantu Langit walau mereka tak punya hubungan apapun. Bahkan dulu teman-teman Dewa pernah memperingati Dewa jika orang yang ia tolong itu bisa saja menjadi musuhnya.


Tapi Dewa kalau sudah bilang A ya A, gak bisa B walau bagiamana pun teman temannya memperingati Dewa bagaimana pun.


Deg


Langit menatap Tama yang sudah siap ingin menyerangnya. Dia tak tahu kenapa ia bisa bodoh karena Cleo.


Bugh


Bugh


Bugh

__ADS_1


Tiga pukulan Tama layangkan di wajah tampan Langit hingga membuat Langit terhuyung ke belakang.


Langit tak melawan karena ia teringat saat tangan Dewa yang saat itu masih kelas 2 SMP terulur dalam membantunya dan Ibunya saat di usir dari rumah. Ibunya sedang sakit, hingga tak ada yang mau membantu mereka selain Dewa.


Dewa datang dan menjadi malaikat penolongnya. Tapi apa yang ia lakukan sekarang, ia buta karena cintanya pada Cleo.


"Dewa memutuskan hubungan dengan Cleo itu karena Dewa melihat dengan mata dan kepala Dewa sendiri jika Cleo, wanita ular itu sedang berset*buh dengan laki laki tua. Dan asal kamu tahu Cleo sangat menikmati apa yang mereka lakukan. Selama ini Cleo hanya menjadi pem*as **fsu laki laki yang bekerja sama dengan bokapnya. Cleo dijadikan jala** oleh bapaknya sendiri, agar mendapat keuntungan. Dan bodohnya Cleo mau saja," ucap Tama menarik jaket Langit.


"Cleo menikmati apa yang ia lakukan, Langit. Dia bahkan memanfaatkan semua itu untuk hal buruk."


"Dan satu lagi Dewa tak pernah mele**hkan Cleo, karena gue tahu bagaimana Dewa menjaga Cleo saat mereka masih pacaran tapi apa yang Dewa dapat dari hubungan itu? Hanya penghianatan, lu pasti tahu kan kalau Dewa sangat membenci akan penghianatan?" tanya Tama kembali melayangkan pukulan di wajah Langit hingga tak terbentuk.


"Tapi dengan teganya wanita yang lu suka dan lu cintai itu malah membuat Dewa sempat trauma dengan yang namanya perempuan. Untungnya sekarang dia sudah menemukan wanita yang tepat untuk dia. Jika tidak aku sendiri yang akan turun tangan untuk membunuh wanita yang membuat sahabatku itu trauma," ucap Tama lagi dengan air mata yang mengalir.


Bugh


"Gue benci sudah pernah menganggap lu sebagai teman gue. Kalau terjadi apa apa pada Dewa lu yang akan mendapat ganjaran dari gue. Lu pasti tahu siapa gue sebenarnya kan? Gue bahkan lebih berbahaya dari Dewa," tambah Tama meninggalkan satu tonjokan di perut Langit.


Tama menghampiri Nafisah yang langsung memeluk Tama. Berharap Tama tidak lagi emosi seperti tadi.


"Aku cuma emosi sayang," gumamnya meletakkan kepalanya di leher Nafisah.


"Aku tahu."


Bersambung


Hai hai jangan lupa mampir ke novel teman Tya yukkk↓↓↓


DIKIRA MELARAT TERNYATA KONGLOMERAT


Author : Nirwana Asri


Apa jadinya jika gadis yang berasal dari keluarga kaya tiba-tiba memilih untuk menjalani hidup tanpa kemewahan dari orang tuanya?


Kristal Quenara ingin membuktikan pada keluarganya kalau dia bukanlah gadis manja dan bisa hidup mandiri. Di tengah penyamarannya dia bertemu dengan Ruli Megantara, pemilik restoran tempatnya bekerja.


Akankah terjalin hubungan percintaan di antara mereka?


__ADS_1


__ADS_2