Dewi Untuk Dewa

Dewi Untuk Dewa
Hidup Tenang Suatu Saat Nanti


__ADS_3

Happy reading


"Udah dong sayang jangan marah lagi," ucap Dewa pada Dewi yang sudah selesai makan dan berjalan menuju kelas dengan kesal.


"Hmm."


Dewi yang sedang menahan sesuatu itu semakin kesal dengan ucapan Dewa. Dewi hanya membalas deheman.


Dewa yang merasa Dewi sedang marah padanya itu langsung berkali kali minta maaf.


"Bisa diam gak sih?" tanya Dewi dengan kesal.


Jarak tempatnya dengan kamar mandi masih lama hingga Dewi memutuskan untuk berlari dengan cepat.


Dewa yang melihat Dewi berlari itu menghela nafasnya kasar. Apa Dewi sangat marah dengannya? Sampai sampai mengabaikannya seperti itu.


Dewa mengikuti Dewi dari belakang dan ternyata tujuan Dewi adalah kamar mandi. Dewa menunggu Dewi di depan pintu kamar mandi.


"Eh Dew, ngapain lu disini?" tanya Andre pada Dewa.


"Nunggu Dewi," jawabnya santai. Apakah Dewa spesies laki laki tak punya malu, mungkin iya jika itu bersama teman temannya.


"Woilahh pake ditunggu segala, ini kamar mandi loh Dew. Ntar lu dikira ngapa ngapain lagi," ucap Andre.


"Mending nunggu di depan sana, jangan disini. Dikira tukang cabul tahu rasa lu nanti," ucap Andre dan dianggukkan oleh Dewa.


Akhirnya Dewa mengikuti Andre untuk menunggu Dewi di depan gudang bukan di depan kamar mandi.


"Eh Dew, gue rasa tuh ya. Lu bucin banget sama si Dewi, emang lu gak takut kalau semisal Dewi sama kayak Cleo yang berani khianati lu? Bukannya apa apa, gue sebagai sahabat lu dari SMP nih gak tega kalau lu disakiti cewek lagi," ucap Andre menatap Dewa.


Ia berpikir kenapa Dewa kembali bucin pada perempuan. Apa Dewa tak takut jika kejadian berberapa bulan lalu terulang lagi?


Dewa menatap Andre datar ia tak suka orang lain ikut campur dalam urusan asmaranya. Karena dia tahu Dewi.


"Gue begini juga ada alasannya, Dre. Kenapa gue bucin dan posesif banget sama Dewi juga ada alasannya. Aku tak mau hubunganku dengannya berakhir seperti dulu, aku hanya meninggalkannya berberapa saat saja dia sudah bermain api. Aku hanya ingin menjaga Dewi hingga kita sampai menikah," jawab Dewa dengan mantap.


"Kalau sudah nikah?" tanya Andre.


"Aku tak akan lagi melepaskannya," jawab Dewa dengan sejuta arti di dalamnya. Apa arti tidak lagi melepaskannya?

__ADS_1


"Aku harap kamu benar benar bahagia dengan pilihanmu. Aku hanya bisa berdoa agar kamu benar benar bahagia," jawab Andre.


"Thanks."


Tak lama mereka mengobrol, Dewi keluar dari kamar mandi dengan lega. Andre yang melihat itu langsung pamit. Ia tak mau menjadi obat nyamuk diantara mereka.


"Gimana?"


"Kamu nunggu aku dari tadi?" tanya Dewi tak enak dengan Dewa.


Ia merasa bersalah karena membiarkan Dewa menunggunya sampai seperti ini. Untung masih ada berberapa menit agar bisa sampai ke kelas.


"Aku cuma gak mau kamu kenapa napa. Lagian kenapa kamu marah sampai seperti ini? Pasti gara gara bakso tadi juga kan?" tanya Dewa mengelus perut Dewi.


Nyaman, itulah yang saat ini dirasakan Dewi. Tadi memang perutnya kurang enak, tapi setelah mendapat elusan dari Dewa.


Jika orang orang tak tahu mungkin mereka akan berpikir jika Dewi sedang hamil karena Dewa mengusap perut Dewi.


"Udah mendingan?" tanya Dewa dan dianggukkan oleh Dewi.


"Makasih Ayang," ucap Dewa dengan senyum manisnya.


"Kamu udah gak marah lagi kan sama aku?" tanya Dewa dan dianggukkan oleh Dewi.


Hari ini adalah hari pertamanya datang bulan. Makanya emosinya tadi tak terkontrol. Kerambah tadi ia makan bakso yang bisa dibilang pedas walau tak pedas banget.


"Ayo ke kelas, nanti kamu malah bolos kalau gak gini," ajak Dewi menggandeng tangan Dewa yang tadi mengelus perutnya.


"Jam pertama fisika kan yank?" tanya Dewa yang tak pernah hapal jadwal pelajaran.


"Iya jangan bilang kamu males ikut pelajaran?"


"Heeh, aku gak tahan sama angka angka yang ditulis dipapan tulis sayang, aku bahkan ingin nyeran sama pelajaran itu," jawab Dewa yang memang tak suka dengan pelajaran yang ada rumus dan menghitung.


Jika disuruh memilih ia memilih sejarah walau bukan peminatan.


"Hei hei pelajaran yang mengandung rumus juga sangat berguna untuk kamu nanti saat menganggantikan Papa Albert ayang. Bukan cuma kamu bahkan aku yang hanya ingin memiliki toko bunga saja juga memerlukan yang namanya perhitungan," jawab Dewi dengan tenang.


Yah Dewi memiliki cita cita yang sangat sederhana, yaitu memiliki toko bunga yang sangat besar. Bahkan ia ingin semua jenis bunga ada di tokonya nanti.

__ADS_1


Mereka berjalan melewati berberapa kelas, walau banyak yang menatap mereka iri tapi tak mereka hiraukan.


"Kenapa sih kamu cuma mau toko bunga? Padahal kamu kaya bisa memilih pekerjaan yang lebih baik daripada toko bunga," ucap Dewa yang kadang bingung dengan Dewi. Padahal bisa saja Dewi ingin menjadi seorang desainer atau pemilik butik sekalipun.


"Bukan tentang uang ayang. Tapi aku mau memberi kebahagiaan untuk banyak orang. Di setiap bunga yang aku jual nanti juga akan banyak memiliki arti tersendiri," ucap Dewi dengan senyum.


"Selain itu aku juga mau hidupku tenang tanpa ada kertas kertas hitungan di mejaku. Kadang aku ingin memiliki pacar yang hanya orang biasa tapi mau gimana lagi aku dapatnya kamu yang sudah paket komplit."


"Selain itu aku juga ingin keluargaku nanti hidup sederhana saja tanpa banyak orang yang mengusik."


"Kenapa gitu? Kan kamu calon istri aku sayang otomatis nanti kamu juga bakal ikut terekspos sebagai seorang istri."


"Aku banyak belajar dari orang tua kita, mereka harus bolak balik ke luar negeri hanya untuk bekerja. Sedangkan jika seorang penjual bunga kan paling paling cuma berberapa kali aja."


Dewa mengangguk pemikiran Dewi memang sudah ditebak, kadang dewasa sampai dia tak bisa menalarnya. Kadang juga membuat Dewa emosi.


"Jadi apakah aku harus jadi orang biasa?" tanya Dewa pada kekasihnya.


"Gak juga sih, aku hanya ingin kita bisa hidup normal tanpa adanya kekangan dari luar. Tapi aku juga tak mau membuat kamu keluar tanggung jawab sebagai seorang pewaris," jawab Dewi tanpa ada yang ia tutupi.


"Hmmm nanti kita pikirkan kehidupan kita kedepannya. Kamu juga harus siap karena kamu akan menjadi nyonya Dewi Sanjaya seorang istri dari Dewa Sanjaya Putra."


Dewi tertawa benar juga, selama ini belum menikah saja sudah banyak yang kenal jika ia adalah tunangan Dewa bagaimana nanti jika mereka sudah menikah?


"Aku hanya ingin anak anak kita nanti tidak selalu bergantung pada kekayaan saja. Kamu tahu moral anak anak kecil jaman sekarang kan? Gak ada sopan santunnya sama orang tua. Aku tak mau anak anak kita nanti seperti itu," jawab Dewi yang membuat Dewa tersenyum. Apa itu artinya Dewi ingin segera menikah?


Bersambung


Jangan lupa mampir ke novel teman Tya yukk, judulnya Saga Antara Cinta dan Ego, karya Eveliniq


Blurb


Kisah seorang gadis biasa yang jatuh cinta pada seorang lelaki bermata elang.


Keduanya berasal dari strata yang berbeda tetapi dengan kekuatan cinta tulus yang dimiliki Sasha berhasil menaklukkan Galaxy cowok bermata elang yang terkenal dingin dan penyendiri.


Galaxy lelaki yang punya trauma masa kecil dengan keluarganya. Selama ini hanya merasakan cinta dan kesetiaan dari seekor anjing kesayangannya yang berjenis Husky.


Husky bermata biru inilah yang akhirnya bisa mengobati trauma masa lalu Galaxy dan menemukan cinta sejatinya.

__ADS_1


Ikuti kisah Sasha dan Galaxy dalam menemukan cinta sejatinya bersama anjing kesayangan mereka Grey Husky bermata biru.



__ADS_2