Dewi Untuk Dewa

Dewi Untuk Dewa
Pacar Laknat


__ADS_3

Happy reading


Dan kini hanya tinggal Dewi dan Dewa yang ada di kamar rawat itu. Dewi melihat wajah Dewa sangat parah. Banyak bekas memar berwarna ungu di wajah tampan ini.


"Jadi ini firasat aku tadi malam, aku merasa gak enak saat kamu ingin balapan."


"Kalaupun kamu memang itu tak akan mengubah hari ini kan?" tanya Dewi mengusap air matanya kasar.


Dewi menggenggam tangan Dewa kemudian ia mengecupnya. Ia hanya ingin Dewanya bangun, ia tak pernah melihat Dewa seperti ini hingga jika Dewi melihat Dewa sakit itu membuatnya tak baik baik saja.


Andai kalian tahu, tadi saat Dewi ke rumah sakit tak memakai helm ataupun jaket. Gadis itu hanya memakai baju piyama saja. Tak tahu jika nanti ia akan demam lagi, tapi jika ia demam siapa yang akan merawatnya.


"Cepat sembuh my boy, jangan lama lama tidurnya. Aku mau kamu yang rawat kalau aku sakit," ucap Dewi mengecup kening Dewa.


Dan pagi ini Dewi banyak bicara manis pada Dewa walau tenaganya ingin segera tidur. Tapi Dewi berharap nanti Dewa bangun dan melihat dirinya.


"Aku capek ngomong sama kamu, kamunya gak ngerespon apa apa," ucap Dewi yang sudah capek berbicara. Akhirnya Dewi memutuskan untuk menjatuhkan kepalanya di samping ranjang Dewa dengan tangan yang masih menggenggam Dewa.


***


Sedangkan disisi lain, Satya langsung menghubungi Beby yang masih menunggu kabar dari Satya.


Drrtt.


"Nah panjang umur ni anak, awas aja tadi kalau dia gak ada kabar bakal aku cekek dia," gumam Beby mengangkat telepon dari Satya.


"Halo, kamu kemana aja sih habis dari arena balap hah. Gak ingat waktu banget ini tuh sudah mau pagi."


Belum juga Satya ngomong Beby sudah mencak mencak saja, kadang ia kangen ocehan Beby kadang ia kesal sendiri jika Beby berbicara panjang kali lebar seperti ini.


"Udah ngomel ya? Heran deh sama kamu, padahal Mama sama Papa gak ada yang cerewet kayak kamu tapi kenapa anaknya malah cerewet gini?"


"Kamu bilang aku cerewet hah? Udah mulai berani kamu sama aku ya, oke nanti kamu kalau pulang jangan cari aku," sarkas Beby yang membuat Satya kalang kabut. Ia tak bisa tidur tanpa Beby.


"Beby dengerin aku dulu ya cantik. Aku lagi di rumah sakit."


Ucapan Satya terhenti kala mendengar nada khawatir dari Beby.


"Kamu kenapa sampai bisa masuk rumah sakit?" tanya Beby.


"Aku gak kenapa napa cantik. Kamu nih kebiasaan motong ucapan orang lain," ucap Satya yang membuat Beby diam.


"Dewa yang masuk rumah sakit. Tadi dia diserang oleh anak anak Black Lion. Dan sekarang Dewa koma," ucap Satya yang membuat Beby terkejut. Seberapa parah sampai Dewa masuk rumah sakit dan koma.

__ADS_1


"Terus Dewi?" tanya Beby yang kini malah menanyakan sahabatnya.


"Nah maka dari itu aku telepon kamu."


"Oh jadi kalau kamu gak butuh aku kamu gak telepon aku gitu?" tanya Beby ngegas.


"Kamu kenapa sih ngegas terus? Aku cuma mau bilang tadi Dewi kesini cuma pakai piyama pendek, dan dia sempat pingsan."


"Astaga, kok bisa kan Dewi gak tahan sama dingin."


"La maka dari itu, tolong kamu bawain dia jaket. Nanti kalau Dewa bangun dan lihat Dewi sakit, kita juga yang bakal kena amukannya," ucap Satya dan dianggukkan oleh Beby disana.


"Sekarang?" tanya Beby.


"Tahun depan ya sekarang lah, kamu ini aneh aneh aja. Ya sekarang Beby sayang, cantik, pacar aku yang paling aku sayang. Jangan buat aku emosi ya lagi pagi gini," ucap Satya yang membuat Beby tertawa dibalik telepon itu.


"Siap aku bakal kesana dalam waktu 15 menit," ucap Beby.


"Jangan ngebut, aku gak mau kamu kenapa napa," ucap Satya yang membuat Beby tersenyum di balik telepon itu.


"Gak akan kenapa napa kok, kan jarak ya juga gak lama. Aku juga khawatir sama kamu, aku tahu kamu pasti ikut bonyok kan? Duh sayang banget tadi aku gak lihat kamu di serang," ucap Beby mengejek Satya tetapi percayalah Beby juga khawatir sama Satya.


"Dasar pacar laknat, kamu mau ketawain aku kan?"


"Pake mobil aku yang ada digarasi aja," ucap Satya.


"Lah emang aku mau ambil mobil di garasi. Emang kamu mau aku jalan kaki dari sini ke rumah sakit?" tanya Beby.


"Ya kalau kamu mau sih gak apa apa, sekalian hemat bensin," jawab Satya dengan senyum jahatnya.


"Ohh kamu mau buat aku mati ya di pagi pagi gini?" tanya Beby.


"Enggak juga sih, udah cepetan Beby. Kalau kamu ngomong terus gak bakal sampe sini jaketnya," ucap Satya.


"Ya makanya jangan ngomong aku lagi nyetir nih," jawabnya yang memang sudah mengendarai mobil Satya keluar dari gerbang rumah itu.


"Loh udah nyetir? Ya sudah aku matiin teleponnya. Kamu jangan ngebut bawa mobilnya. Aku tunggu di depan rumah sakit," ucap Satya mewanti wanti Beby.


"Iya."


Akhirnya panggilan itu terputus, Beby mengendarai mobil itu dengan kecepatan penuh karena jalanan juga sedang sepi. Ia tak mau sahabatnya Demam, apalagi kata Satya tadi Dewi sempat pingsan.


Tak terasa Beby sudah sampai di parkiran mobil rumah sakit. Ia melihat Satya yang sedang menunggu dirinya di depan rumah sakit seraya bermain telepon.

__ADS_1


Beby keluar dari mobil dan menghampiri Satya seraya membawa dua paper bag berisi jaket dan minuman hangat yang tadi ia beli untuk anak anak nanti.


"Dimana honey?" tanya Beby yang mengagetkan Satya pasalnya baru 5 menit lalu dia memutuskan telepon tapi kenapa Beby sudah ada disana.


"Kamu ngebut?" tanya Satya mengajak Beby masuk ke dalam rumah sakit dan berjalan menuju kamar rawat Dewa.


"Iya."


Akhirnya mereka sampai di depan kamar rawat Dewa, Beby memberikan minuman hangat itu pada Angga dan Andre yang sedang berjaga di depan kamar.


Setelah itu Beby masuk ke ruangan Dewa dan betapa terkejutnya Beby saat melihat Dewi terlelap di kursi itu dengan wajah yang sedikit pucat.


Ia memakaikan pakaian hangat yang ia bawa pada Dewi hingga membuat gadis itu terbangun.


"Loh kamu kok ada disini?"


"Aku gak akan biarin sahabat aku ini kenapa napa, nanti kalau kamu sakit Dewa siapa yang jaga?" tanya Beby menempelkan punggung tangannya ke dahi Dewi.


"Badan kamu juga hangat, kamu minum kopi ini dulu. Aku gak mau kamu demam," ucap Beby memberikan minuman hangat yang tadi ia bawa.


Dewi menerimanya kemudian mengucapkan terima kasih pada Beby.


"Aku beliin makanan ya Dew?"


"Gak usah nanti kalau aku lapar aku beli sendiri."


Bersambung


Hai hai jangan lupa mampir ke novel teman Tya yukkkk ↓↓↓


Young Mommy


Author: Sa Ekha


Ayana murid baru di sekolah Wismagara jatuh cinta pada anak sulung pemilik sekolah. Ayana pikir cintanya akan bertepuk sebelah tangan, tapi ternyata Gama juga menyimpan rasa yang sama.


Mereka pacaran dan menjadi pasangan ter the best di sekolah mereka. Kisah cinta mereka sangat manis. Tapi cinta mereka menemui kendala ketika Gama sebentar lagi lulus sekolah. Ayana Taku menjalin hubungan jarak jauh dengan Gama, karena pria itu berencana melanjutkan studi di luar negri. Namun Gama selalu meyakinkan Ayana jika ia akan setia kepadanya.


Ayana pun percaya, hingga di hari kelulusan Gama. Pria itu mengajak Ayana makan malam romantis. Tapi keduanya kebablasan hingga melakukan one night stand hingga Ayana hamil.


Lalu bagaimana kisah selanjutnya, apakah Ayana akan mempertahankan janinnya ? Apakah Gama akan bertanggung jawab ?


Yuk saksikan kisah mereka dalam novel yang berjudul "Young Mommy"

__ADS_1



__ADS_2