
flashback on
"Dewi, kamu saya skors selama 3 minggu. Karena apa? kamu sudah memancing kegaduhan di area sekolahan. Dan itu tindakan tidak baik!" Ucap kepala sekolah yang masih terngiang di telinga gadis manis yang kini menyusuri lorong demi lorong menuju kelasnya. Sungguh tak adil hidup ini. Hukum Rimba sudah berlaku dimana-mana. Dimana nilai pancasila ketiga "keadilan bagi selurih rakyat Indonesia". Harusnya mereka berterima kasih atas apa yang telah Dewi lakukan hari ini. Namun malah membalasnya dengan skorsing.
Brukkk....
"Aw....!" pekik gadis itu sambil mengusap kepalanya. Sepertinya ia menabrak sesuatu dan karena sambil melamun tentunya.
"Eh, Dewi. maaf!" Ucap seseorang sambil memegangi kepala Dewi lembut.
"Fanda?" sebutnya. mereka saling menatap untuk beberapa detik. Sulit sekali sepertinya untuk tidak terkesima dengan mata Fanda. Matanya bagai menghipnotis siapa saja yang melihatnya, apalagi secara dekat.
"Aku sudah dengar semuanya, Wi. Yang sabar ya. Tetap semangat!" Ucap Fanda sambil mengepalkan tangannya. Dewi hanya mengangguk sambil menebar senyum singkat.
"Baiklah terima kasih Fanda!" Ucapnya berlalu dari hadapan Fanda.
Tiba-tiba...
Tap.....
"Tunggu wi!" cegah Fanda sambil memegang tangan Dewi.
"Ada apa Fanda?"
__ADS_1
"Jangan sungkan untuk berbagi keluh kesahmu denganku ya!" Pintanya dengan jawaban dari pertanyaan singkat Dewi.
Untuk sejenak gadis itu terdiam. Baru kali ini rasanya ia mendapat perhatian walaupun hanya sekedar menjadi teman cerita berbagi keluh kesah layaknya teman sejati pada Umumnya.
"Terima kasih Fanda!" Lagi lagi gadis itu hanya mengucapkan terima kasih dan melanjutkan langkahnya yang sempat tertunda.
"Baiklah hati-hati ya wi!" ujarnya dibalas anggukan kembali.
Sejujurnya Dewi bukannya gadis sombong. Tapi, ia takut jika terlalu dekat dengan Fanda maka bukan persahabatan yang terjadi. Ya, Dewi takutan adalah perasaan suka. Apalagi Fanda juga teman sekelas bahkan sebangku. Tentu saja itu semakin membuat hubungan mereka akan dekat nanti.
Flashback off
Dewi POV
Hari ini kembali melakukan aktifitas seperti biasanya. Bekerja mencari se cukupnya rupiah untuk menyambung hidup pada kini, dan esok tentunya.
Kenapa dia makin tampan saja! Dan kenapa dia harus datang saat aku akan menjadi istri dosen gila itu ya?
Hati dan pikiranku terus bertabrakan memikirnya. Jujur saja, aku juga kecewa dengannya. Dia sudah berbohong padaku namun aku menyukai caranya.
Ah sudahlah mungkin saja ia sudah memiliki pacar bahkan tunangan sekarang. Mohon maaf aku gak mau merusak citra namaku dengan menjadi seorang pelakor.
"Dewi.......!" panggil Tera. Waiters lelaki yang memiliki suara tercempreng disini. Telingaku sakit mendengar teriakannya. Segera ia menuju sumber suara itu.
__ADS_1
"Iya iya ada apa sih ... teriak-teriak?" tanyaku padanya dia hanya memanyunkan bibir dan menatap kearah sudut kiri dari ruangan itu. Aku membulatkan mata tak percaya.
"Fanda?"
"kenapa dia kesini?" batinku tak lupa kutatap jam tangan yang melingkar. Belum makan siang. Tapi kenapa dia kesini?. Ah mungkin saja dia mau ngopi aja kali ya. Terus saja aku tanya sendiri dan jawan sendiri mencoba berbaik sangka.
"Ganteng banget tu cowok ya wiiiii... huhhh gemes pengen bawa pulang dehh. " ujar Tera dengan gaya khasnya yang belok. Dewi mengerinyitkan kening dengan ekspresi yang diberikan rekan kerjanya itu.
"Yaudah kamu aja gih yang kesana.!" Suruhku dia tersenyum sumringah serta mengangguk gembira. Terlihat sekali gaya manjanya. Aku segera kebelakang.
Fanda POV
Aku sengaja untuk mengunjungi kafe tempat Dewi bekerja. Ini belum makan siang dan aku baru sekali ini mengunjunginya. Aku melihat disekitar. Dimana Dewi? aku tak menemukan tanda-tanda keberadaannya?. Aku sungguh ingin bertemu dengannya?.
Tiba-tiba seorang Waiters boy datang menghampiriku.
"Maaf mas, bisa dibantu pesanannya?" tanyanya sambil kubolak balikan menu dari kafe ini.
"moccacino nya 1. Itu saja !" jawabku singkat. Aku berharap setelah ini Dewi yang mengantarkannya untukku. Sungguh aku ingin pertemuan kedua ini ada yang harus aku sampaikan. Sungguh sakit menahan ini.
Setelah 5 menit menunggu pesananku datang.
Dan Lihatlah..
__ADS_1
Pas sekali yang datang adalah Dewi Fortunaku. Dia tak berubah sama sekali. Dewi yang manis dengan rambut bergelombang nya. Sungguh aku tak bisa melupakan itu walau aku sudah tinggal lama di Korea Selatan.
"Ini mas pesanannya. Silahkan di nikmati