Dewi Untuk Dewa

Dewi Untuk Dewa
Kebalikan Dewi Padaku


__ADS_3

Dewi POV


"baiklah kau ingin kembali bekerja?" tanya Dewa padaku. Aku hanya mengangguk dan tak mau memperpanjang pecakapan kami lagi. Segera meninggalakan taman dan masuk kedalam Mobilnya. Sepanjang jalan menuju ketempat kerjaku hanya keheningan yang tercipta. Tak tau harus berbicara apalagi. Dan akupun hanya memilih diam.


Ciiiiiiiitttttttt............


Tiba-tiba....


Saat Sedang berjalan untuk kembali ketempat kerja ada mobil yang menghadang kami didepan. Untung saja Dewa Reflek dan menginjak rem dengan tepat. Jantungku berdegup kencang, tiba-tiba lutut juga lemas.


"Dewi? kau baik-baik saja ?" tanyanya diikuti dengan ekspresi cemas dan panik. Aku hanya menggeleng lemah. Bukan dibuat-buat atau hanya sekedar mencari perhatian. Tapi, memang sedari kecil aku memiliki kebiasaan seperti ini. Belum terfikir untuk memeriksakan diri ke dokter karena takut-takut diagnosa yang kuterima membuatku tambah terkejut dan nantinya akan jadi beban tersendiri.


"Tunggu sebentar disini. Aku akan keluar. Jangan kemana-mana, okey?" pintanya. Sambil memegang pundakku. Lagi-lagi jawabanku hanya mengangguk.


Dewa keluar dari Mobil dan langsung menghampiri Siapa pengendara mobil yang hampir menabrak kami barusan.


Dewa POV

__ADS_1


Aku melihat Dewi panik dan ketakutan saat mobil ku hampir menabrak pengendara yang ugal-ugalan. Dengan tidak terima akupun bergegas keluar dari mobil untuk menghampiri pengendara yang hampir membuatku berkunjung ke Rumah Sakit.


"Hei, keluarlah!!!" kuketuk kaca mobil nya. kenapa kacanya begitu gelap. Aneh, aku harus berhati-hati kalau dia menyerangku secara tiba-tiba.


"heiiiii... keluarlah. . bagaimana kau bisa berdiam disitu. Saat kau tau ada orang yang hampir saja mengunjungi Rumah sakit karena ulah semberonoh mu itu?" lagi-lagi kuketuk kaca mobilnya, tetap sama. Tak ada respon dan tanggapan darinya sama sekali.


"jangan sampai aku hilang kesabaran dan menelpon polisi!" ancamku sambil mengeluarkan ponsel dan menekan beberapa serial nomor.


Tiba-tiba pengemudi dari dalam mobil membuka kacanya. Betapa terkejutnya aku saat aku melihat siapa itu.


"Kenapa kau membawanya bersamamu? dimobilmu? saat ini?" tanyanya. Aku hanya menaikan alisku dan menatapnya sambil menahan tawa. Lucu sekali dia. Jelas-jelas Dewi itu calon Istriku. Mengapa dia yang tak terima?.


"Dengarkan aku! Kita perlu bicara dan agar kau tak salah faham. Aku tak mau urusan ini diketahui siapapun termasuk Dewi!" ucapku mengambil jalan tengah atas jawaban dari pertanyaan bodohnya.


"Aku sudah tau semuanya, Kakak akan menikah dengan nya bukan?" Dia melontarkan pertanyaan yang tadinya aku tak ingin melanjutkan perdebatan ini.


"itu bukan urusanmu!" jawabku singkat sambil membalikan badan berniat untuk meninggalkannya.

__ADS_1


"Dengar Kak, aku tak akan membiarkan kau mengambilnya lagi dariku." ucapan itu lolos dari mulutnya.


"Dewi itu milikku," lagi-lagi langkahku harus berhenti karenanya. Ingin berbalik tapi hatiku yang memilih menyudahi agar tak terjadi perdebatan antar sepupuku sendiri.


"Dengar, kau sudah merebutnya dariku beberapa tahun lalu. Sekarang. giliranku mengambil hak ku sebagai calon suami sebenarnya!" kali ini aku harus bebalik dan rasanya aku tak percaya ternyata sedendam itu dia padaku sambil harus mengingat kejadian yang telah lalu. Dan dengan terang-terangan mengancamku.


"Fanda, sadarlah. Dahulu pamanmu dan Kakek sendiri yang sudah menjodohkan ku dengan Dewi hanya karena mendiang mama yang memintanya. Terima saja keputusan keluarga kita!" Ucapan ku tepat didepan wajah Fanda. kini kami saling menatap dengan mata yang memiliki pandangan kebencian yang berbeda.


"Apa tidak bisa kau tolak permintaan itu? jika kau ingin perusahaan paman Ambillah. Aku juga tidak mempermasalahkan itu. Berikan Dewi padaku!" tawar nya. Aku membulatkan mata dengan sempurna. Bagaimana dia bisa tau kalau incaranku adalah perusahaan.


"Aku tak mau memperpanjangnya!" Aku berlalu begitu saja dan berjalan memasuki mobil.


"dia tertidur?"


"Dewi???


Kasih donk like nya agar aku tetap semangat nulisnya. Terimakasih 😊

__ADS_1


__ADS_2