Dewi Untuk Dewa

Dewi Untuk Dewa
Anak Laki Laki Yang Tenggelam


__ADS_3

Happy reading


"Nenek sama kakek pasti sudah bahagia disana kan? Nenek sama kakek pasti sudah ketemu Tuhan seperti yang kalian bilang pada Beby dulu," ucap Beby pada malam itu.


"Oh ya, disini Beby mau kenalin calon cucu mantu kalian. Dia calon suami Beby," ucap Beby lagi.


"Honey sini," panggil Beby pada Satya yang mulai berjalan mendekat kearahnya.


"Ini Nek, Kek... Namanya Satya Alfauzi, pasti kakek sama Nenek sudah kenalkan sama dia. Ternyata Satya adalah orang yang dulu Nenek sama Kakek selamatin saat tenggelam di sungai. Untung saat itu nenek sama kakek temuin dia kalau enggak mungkin jodoh Beby bukan Satya," cerita Beby yang membuat Satya kaget.


Apa sebelumnya ia sudah pernah bertemu dengan Beby serta nenek dan Kakek Beby?


"Honey kenalan lah sama Nenek dan Kekekku," ucap Beby pada Satya yang terdiam. Sepertinya Beby tahu apa yang ada dipikiran Satya.


"Assalamu'alaikum nek, Kek. Perkenalkan namaku Satya, aku pacar Beby. Cucu kesayangan kalian. Beby banyak cerita tentang kalian sama aku. Aku berterima kasih pada kalian sudah mau menjaga permata hatiku sekarang," ucap Satya mengusap batu nisan yang bertuliskan nama Nenek dan Kakek Beby. Walau sudah sedikit pudar tapi masih bisa dibaca olehnya.


Mereka bercerita sebelum akhirnya keduanya membacakan doa untuk nenek dan kakek, karena walaupun Beby dan Satya nakal. Bahkan sering berbuat dosa mereka tak melupakan tentang mendoakan orang yang sudah meninggal.


"Nek, Kek. Beby rindu sama kalian. Tapi Beby gak bisa lama lama disini. Beby harus pualng nanti kalau Satya disukai sama penghuni disini kan Beby juga yang bingung," ucap Beby dengan pelan tapi masih bisa di dengar oleh Satya.


"Beby sama Satya pulang dulu, Assalamu'alaikum."


Satya menatap Beby dengan lembut, kemudian ia menatap dua makan yang ada dihadapannya itu.


"Nek, Kek kalian tenang aja. Satya yang akan menjaga Beby sekuat tenaga Satya. Maaf juga Satya sudah merusak Beby sebelum waktunya, tapi Satya sudah janji akan bertanggung jawab dan menikahinya setelah kita menikah," batin Satya sebelum meninggalkan makam itu.


Keduanya meninggalkan makam itu menuju mobil mereka, sepertinya Beby sangat lega setelah kembali berkunjung ke makam Nenek dan Kakeknya yang paling ia sayangi.


"Sepertinya ada yang perlu kamu jelaskan sama aku Beby."


"Apa? Aku gak buat salah lagi kok," jawab Beby yang tiba tiba ngelag.

__ADS_1


"Kamu bilang aku pernah diselamatkan oleh Nenek dan Kakek kamu," ucap Satya yang langsung tahu jika Beby paham dengan ucapan Satya.


"Oalahh sekitar 10 tahun yang lalu ada seorang anak kecil yang tenggelam di sungai dekat dengan vila ini. Dia tak sadarkan diri dan tak ada orang tuanya disana. Nenek dan Kakek membawanya ke Vila. Kamu tahu tidak? Laki laki itu sangat tampan walau tubuhnya pucat," cerita Beby yang membuat Satya tak suka dengan ucapan Beby mengatakan laki laki lain tampan.


"Aku dan kakek serta nenek gak tahu dia siapa, disana Nenek dan Kakek menjaga dia dengan baik. Bahkan dia sampai koma pun nenek dan Kakek tetap merawat anak laki laki itu. Hingga suatu saat dia kejang kejang. Kamipun membawanya ke rumah sakit disana kami tahu jika orang tua anak itu juga sedang mencari anaknya yang hilang."


"Ternyata anak yang ditolong oleh Nenek dan Kakek itu adalah anak ibu dan bapak itu. Aku bisa melihat jika mereka sangat khawatir dengan anaknya itu. Aku sedih kenapa Mama dan Papa tidak seperti mereka."


"Anak laki laki itu dibawa ke kota untuk dilakukan perawatan, dan saat itu bapak dari anak itu memberi nenek kartu nama yang tak lain adalah Adam Alfauzi. Ayah kamu Honey, dia adalah kamu. Kamu yang tenggelam di sungai, dan aku juga baru tahu berberapa bulan lalu saat tahu siapa ayah kamu," jawab Beby memeluk lengan Satya.


Sedangkan Satya yang mendengar itu langsung tersenyum, pantas saja yang ia ingat hanya data ia tenggelam di sebuah sungai saja dan saat bangun sudah ada di rumah. Ternyata dulu dia pernah dipertemukan dengan Beby tanpa ia ingat.


"Sudah mau mengingatku," balas Satya dengan lembut.


Sungguh ini adalah fakta yang sangat membuat Satya senang karena tanpa sadar nenek dan kakek juga sudah mengenalnya.


"Kamu semakin tampan sejak pertama aku melihat kamu dulu. Kamu bahkan dewasa walau kadang masih suka manja," ucap Beby dengan nada jailnya.


"Habis ini mau kemana?" tanya Satya setelah melepaskan pelukan itu.


"Mau jalan jalan aja. Biar kayak orang orang pacaran, tadi malam kita kan gak malam mingguan. Mumpung besok kita udah masuk sekolah, sekarang kita habiskan liburan kita disini," jawab Beby dengan semangat dan ditanggapi anggukan oleh Satya. Tangan Satya mengelus pucuk kepala Beby dengan lembut hingga membuat Beby tersenyum.


Perlakuan Satya yang membuat Beby makin jatuh sejatuhnya dalam cintanya pada Satya.


"Kenapa sih kamu ganteng banget, padahal dulu aku berdoa untuk mendapat laki laki yang biasa aja tapi mempunyai pesona yang luar biasa. Tapi kenapa aku mendapatkan kamu yang sudah ganteng, tapi juga memiliki pesona yang kuat. Gak kalah sama Dewa."


"Itu bonus untuk kamu," jawab Satya menjalankan mobilnya meninggalkan area makam itu. Karena tak baik jika lama lama disana apalagi itu tempatnya orang yang sudah tidak ada.


Beby dan Satya saling bercanda ria di dalam mobil ini, hingga Beby bosan sendiri.


"Pinjam Hp."

__ADS_1


"Di saku ambil aja," jawab Satya dan dianggukkan oleh Beby.


Tangan lentik itu mulai mengambil ponsel yang ada disaku celana Satya. Tanpa sengaja tangan itu menyentuh sesuatu yang bobo ganteng di dalamnya.


"Beby," geram Satya.


"Gak sengaja lagian kenapa kamu naruh hp di saku celana? Pake ngumpet segala," tanya Beby yang sudah mendapatkan hp yang ia cari.


Beby membuka ponsel itu dengan sidik jarinya, dan terlihatlah foto dirinya yang hanya memakai b*a serta dal**an saja.


Pantas saja Satya sering sekali bangun jika wallpaper ponselnya aja seperti ini.


"Lain kali kalau mau pasang wallpaper aku jangan yang kebuka gini. Nanti kalau kamu pengen terus aku gak ada gimana?"


"Biar aku gak kangen kamu dan kamu gak bisa pergi dari aku," ucap Satya dengan senyum manisnya.


Beby hanya menggeleng kemudian mengganti wallpaper itu menjadi foto mereka berdua yang saling memeluk.


"Ini bagus?"


Beby memperlihatkan foto yang ia jadikan wallpaper.


"Bagus apapun yang kamu pasang itu bagus," jawab Satya yang suka dengan wallpaper ponselnya itu.


Akhirnya di perjalanan itu Beby berselancar dalam hp Satya sedangkan tangan Satya tak henti hentinya mengecup punggung tangan Beby. Bahkan ia menyetir mobil hanya memakai satu tangan saja.


"Honey kamu ngikuti yang beginian!!!!"


Bersambung


Kura kira apa yang diikuti oleh Satya? Ada di bab selanjutnya.

__ADS_1


__ADS_2