Dewi Untuk Dewa

Dewi Untuk Dewa
Aku Memilihmu dengan Syarat


__ADS_3

Dewa memarkirkan mobil nya tepat di depan taman. Ramai sekali disini. Pikirnya. Tidak tepat untuk tempat bercerita. Dewa berjalan sambil sesekali melihat dimana wanita itu. Ya, wanita yang saat ini dia sangat ingin temui dan dimintai penjelasan secara detail. Bagaimana bisa Sepupunya mengenal dia dan dengan lantangnya mengucap kalau Calon istriku juga akan menjadi calon istrinya. Siapa yang sudah gila disini?. Pikirnya


"Pak!!" tiba-tiba tangannya ditarik oleh seseorang. Ya, seseorang itu adalah Dewi. Menuntunnya dengan cepat. Mencari tempat yang cocok untuk menjelaskan apa yang terjadi.


"baiklah Aku bukan anak kecil!" protes Dewa sambil melepaskan tangannya dari cengkraman Dewi.


"maaf!"


"jelaskan padaku ada hubungan apa kau dengan Fanda?" tanya Dewa langsung pada intinya. Dewi menarik nafas untuk memulai cerita panjang yang akan segera ia utarakan pada Dewa.


"Dengarkan aku, disini aku tidak menuntutmu untuk percaya. Aku hanya menceritakan kisah yang terjadi antara aku dan Fanda." jelasnya. Dewa hanya mengangguk malas.


"Aku dan Fanda adalah teman 1 SMA. Sebelum ia menutuskan untuk pindah ke Jepang. Hingga suatu hari aku yang terkena masalah karena menghajar salah satu siswi karena dia sudah merundung siswi lainnya dan akhirnya aku dipanggil kepala sekolah sampai akhirnya aku di skorsing. Saat itu aku dan Fanda semakin dekat. Hingga aku terlibat perkelahian yang sama dengan siswi itu lagi. Kali ini lebih parah dari sebelumnya. Aku membuatnya malu saat mengtahui ia merokok di belakang sekolah dan dengan sengaja aku merekamnya. Niatku hanya ingin melaporkan pada guru BK saat itu. Tapi, setelah ia yang sudah membuat ku menjadi Yatim saat itu akhirnya aku memutuskan untuk menyebarkan Videonya keseluruh sekolah. Ia menjadi Depresi dan saat itu pindah Keluar negri, dan saat yang bersamaan Fandapun juga meninggalkan ku. Secara bersamaan mereka yang dekat denganku pergi." Dewa yang mendegarkan itu sambil menatap Dewi melihat bola matanya yang mulai menggenang air.


"jadi maksudmu, gadis itu membunn..." belum sempat Dewa mengatakan Dewi sudah menggangguk. Ia tak sanggup dan akhirnya tumpahlah seluruh air yang tadi menggenang.


"Hikkss... hikssss... hikssss. karena dia aku kehilangan orang yang berarti dalam hidupku. karena dia aku... hikssss... hikssss..." Dengan isakan demi isakan ia mencoba melanjutkan kata-katanya. Namun, tangis nya malah pecah. Dewa yang melihatnya langsung memeluk Dewi.

__ADS_1


"sudah, jangan menangis lagi!" ucapnya sambil menepuk pelan punggung Dewi.


kasihan sekali gadis ini. Dipaksa terima keadaan bahkan saat ini pun sepertinya ia akan dipaksa untuk menerima kenyataan lagi. Maafkan aku.


Tak terasa sudah 10 menit Dewi menangis. Matanya yang sembab dan hidungnya yang sudah berair menandakan tangisnya lama sekali. Belum lagi setelah ia melihat jas Dewi menjadi basah karena airmatanya.


"Maafkan aku!"


"tidak apa-apa!" sambil mengusap airmatanya. Sayangnya, Dewa lupa membawa tisu ataupun saputangan miliknya. Akibat terburu-buru tadi.


"tapi tunggu Dewi, kau belum menjelaskan Kenapa Fanda bisa seberani itu padamu, kau malah menceritakan hal yang berbeda?" tanyanya dengan masih diselimuti rasa penasaran.


Apa? jadi dia menyukai Fanda ?


"apa karena dia tampan?" tanya Dewa dengan cepat. dijawab hanya dengan anganggukan.


polos sekali dia menyukai pria karena tampan.

__ADS_1


"Cepat beritahu dia kalau kita akan menikah seminggu lagi!" titah Dewa. Diikuti dengan tatapan sinis ala Dewi.


"jangan menatapku seperti itu. Lakukan saja apa yang sudah menjadi janjimu!" balasnya tak kalah sinis menatap dari Dewi.


"Baiklah!" Dengan keterpaksaan Dewi hanya mengikutinya.


"Tapi bolehkah aku mengajukan 1 syarat jika kita sudah menikah nanti?" Dewi sebenarnya tak yakin kalau ia akan meminta ini pada Dewa namun, ia harus memberanikan diri.


"Apa itu?" tanyanya.


"Jangan pernah berharap aku mau melakukan hal-hal Yang bersifat Dewasa padamu dan begitupun sebaliknya!" Dewa hanya terpaku mendengar permintaan Dewi yang dia sendiri belum yakin apa itu dari mulut Dewi atau bukan.


"jangan terlalu berharap gadis kecil Aku bukan pria yang menyukai gadis kecil sepertimu!" ujarnya dengan Yakin diikuti dengan kata-kata menyepelekan khas ala lelaki sombong. Dewi yang mendengar hanya tersenyum puas dan tak mau melanjutkannya.


.


.

__ADS_1


Maaf lama ngak update ya. soalnya aku lagi sibuk dengan Tugas Akhir ku. Doain lancar ya. Aminn


. selamat membaca😊


__ADS_2