
Hai hai balik lagi dengan aku Tya, di kesempatan hari ini Tya mau bilang season 2 Dewa untuk Dewi sudah rilis ya.
Judulnya: LDR
Napen: Tyatul
Sinopsis:↓
"Tunggu aku pulang ya," ucap Dewa melabuhkan kecupan di kening Dewi.
Hari ini Dewa harus mengambil keputusan dengan berat hati, yaitu pergi dari Indonesia untuk menuntut ilmunya di Belanda.
"Jaga hati dan diri kamu buat aku disana."
Meninggalkan keluarga, pacar, dan sahabat sahabatnya yang ada di Indonesia tentu tak mudah untuk Dewa. Apalagi Dewi tak mau diajak ke Belanda.
*****
Maaf covernya gak bisa Tya masukin ke sini. Yang kepo bisa langsung cus kesana. Masih anget-angetnya nih.
Di novel ini menceritakan kisah LDR dari Dewa dan Dewi, Belanda-indonesia.
Dimana Dewa harus melanjutkan Kuliahnya di Belanda sedangkan Dewi memilih untuk kuliah di negerinya sendiri yaitu Indonesia.
*********
Bab 1
Happy reading
"Semua udah siap kan?" tanya Dewi yang ikut mengemasi barang barang Dewa yang akan dibawa ke Belanda.
Malam ini juga Dewi akan menginap di rumah keluarga Dewa. Karena itu adalah keinginan kekasihnya, Dewa ingin Dewi menemaninya sehari sebelum ia ke Belanda besok jam 9.
"Foto kamu, baju kamu, dan yah parfum kamu jangan lupa. Setidaknya kalau ada itu aku bisa nahan kangen aku sama kamu yang ada disini," ucap Dewa dengan senyum manisnya.
"Udah semua kok, di bawah juga ada surat surat dari aku. Jangan lupa nanti dibaca satu satu hari satu. Jangan sekaligus, biar kamu betah sama tulisan aku," ujar Dewi menutup koper milik kekasihnya.
Sedangkan sedari tadi Dewa tak juga melepas pelukannya pada Dewi. Ia berharap kebersamaannya ini tak akan cepat berakhir.
"Makasih sudah mau bantu aku paking baju baju buat besok."
"Aku senang bisa bantu kamu sayang."
__ADS_1
Dewa tersenyum dan mengecup pipi Dewi dengan lembut. Kemudian laki laki itu mengajak kekasihnya untuk duduk di ranjang kamarnya yang berukuran king size jika untuk sendiri.
"Maaf ya aku belum bisa tepatin ucapan aku saat itu. Aku belum bisa menikahi kamu, Papa dan Mama bilang pernikahan kita jika tergesa gesa tak akan baik. Apalagi kita akan LDR nanti."
"Gak apa apa aku paham. Asal kamu gak main sama perempuan lain disana. Kalau sampai aku tahu kamu punya cewek lain, aku pastikan kamu tidak akan pernah bisa menjadikan aku istrimu bahkan sebagai teman. Karena aku sangat benci penghianatan," jawab Dewi mengelus pipi kekasihnya. Lembut memang tapi jawaban Dewi juga bersifat ancaman yang mampu membuat Dewa mati kutu.
"Enggak akan kok. Aku gak akan tergoda," jawab Dewa dengan yakin. Apalagi disana nanti ia tak sendiri, sepupunya juga akan ikut bersama dirinya kuliah di Belanda.
"Yakin?"
"Yakin sayang."
"Oke aku pegang ucapan kamu, awas aja kalau kamu mendua."
Dewa menggeleng, mana mungkin ia nanti akan mendua saat di Indonesia saja ia memiliki seorang wanita yang amat sangat cantik dan sangat sempurna seperti ini.
Mereka larut dengan obrolan malam mereka di ranjang itu, posisi mereka juga sudah berganti. Keduanya sudah berbaring dengan tangan yang saling bertaut jangan lupakan kaki Dewa yang mengelus kaki Dewi yang bertumpu padanya.
"Jangan macam macam selagi aku di Belanda, aku punya banyak mata mata kalau kamu main main disini," ucap Dewa yang terdengar posesif pada Dewi.
"Iya," jawab Dewi dengan senyum.
Dewi tak bisa janji karena, di kampus barunya nanti pasti banyak hal baru.
"In syaa Allah."
Hingga akhirnya mereka sama sama terdiam dengan pikiran masing masing. Bagaimana mereka LDR nanti. Pasti akan susah, walau sekarang ada hp.
"Ay."
"Hmm, ada apa?" tanya Dewa yang saat itni sedang berada di atas dada Dewi.
"Gimana nanti kalau kita LDR, akan banyak masalah?" tanya Dewi yang memikirkan jika nanti mereka memiliki masalah tak mungkin mereka menyelesaikannya lewat hp. Pasti ada yang kurang jika tidak saling bertatap muka.
"Kunci utama LDR itu adalah kejujuran dan juga komunikasi sayang. Walau nanti kita gak bisa setiap hari vidcall atau teleponan tapi aku pastikan akan menghubungi kamu setiap hari entah itu lewat chat misalnya," jawab Dewa dengan senyum manisnya.
"Janji kalau ada masalah gak boleh emosi sendiri. Harus diselesaikan dengan kepala dingin ya. Aku gak mau gara gara salah paham kita harus terlibat masalah terus menerus," ucap Dewi dengan tatapan menerawang ke depan bagaimana hubungan mereka nanti.
"Siap sayang."
Dewa sendiri tahu jika nanti hubungan mereka tak akan semudah saya masih di Indonesia tapi Dewa jalani ini sebagai ujian hubungan mereka selama 4 tahun ke depan.
"Aku mau hadiah aku sebelum aku ke Belanda besok," ucap Dewa mengelus dada sang kekasih.
__ADS_1
"Kebiasaan kalau kamu sudah gini," ucap Dewi dengan cemberut.
Jika Dewa sudah berbicara soal hadiah, pasti akan sampai pagi. Dan hal itu kadang membuat dadanya perih.
"Aku akan lama tak merasakan dada indahnya ini. Jadi biarkan malam ini aku puas dengan mainan aku ini," jawab Dewa membuka baju Dewi yang sangat mudah.
Bahkan gadisnya itu tak memakai batok pelindung itu hingga membuat Dewa mudah untuk mengambilnya.
"Makin besar aja yank. Aku pasti akan kangen sama dua duanya ini," ucap Dewa mengelus dada Dewi dengan lembut.
"Kan ini juga gara gara kamu, kalau aja saat itu aku gak mau mungkin bentuknya masih sama. Lagian kamu itu maniak tahu gak, nawar mulu kalau dibilang cuma 3 kali."
Yah pasti kalian sudah ingat dimana Dewa dan Dewi dulu yang bilang jika jatah Dewa akan menjadi tiga jika sudah sembuh. Nyatanya setelah Dewa sembuh dari cederanya dulu itu. Pria itu meminta setiap hari, jika tidak pastilah Dewa akan mengancam Dewi.
"Gak apa apa buat investasi anak kita nanti, biar gak kekurangan sumber makanan dan aku juga gak kehabisan jatah susu kalau mereka sudah lahir," jawab Dewa yang lagi lagi membuat Dewi menghela nafasnya panjang. Selalu saja begini jawaban Dewa.
"Pikiran kamu selalu aja mesum, aku aja belum kepikiran tentang anak. Kamu udah sampai sana aja," ujar Dewi mengelus rambut Dewa yang dibiarkan panjang tapi tak sampai gondrong.
"Berpikir masa depan sayang," jawab Dewa dengan senyum manisnya tak lupa juga dengan aktivis yang ia hentikan sebentar.
"Aku pasti rindu mereka."
"Kalau kamu pulang kan, bisa minum lagi," ucap Dewi yang merasa nada Dewa adalah nada sedih.
"Kalau disana aku pengen gimana sayang?" tanya Dewa dengan melas.
"Nanti aku kasih secara virtual," jawab Dewi dengan tertawa pelan.
"Ahhh sakit kamu mah jangan kenceng kenceng!!"
Dewa tak mengindahkan apa yang di katakan Dewi, ia malah asik dengan aktivitasnya sendiri tanpa memperhatikan Dewi yang menatapnya.
"Kalau disana kamu mau nen, jangan cari cewek lain buat kamu mintain minum ya sayang. Aku gak mau kamu minum selain milik aku," ucap Dewi yang langsung dianggukkan oleh Dewa.
Entah kenapa jika seperti ini sifat posesif Dewi akan muncul hingga membuat Dewa senang. Pasalnya Dewi jarang memperlihatkan kekhawatiran mereka yang berhubungan dengan hal hal begini.
Setelah berberapa saat akhirnya Dewa puas dengan minumnya, hingga membuat laki laki itu bersendawa dengan keras. Jangan lupakan juga dengan bibir yang selalu tertarik untuk tersenyum. Sangat sangat tampan.
Dewa menatap Dewi dengan senyum manisnya, kemudian ia menutup kembali dada itu dengan selimut. Dewa ingin menghabiskan malam mereka ini dengan melihat wajah Dewi terus.
Lengannya dijadikan bantal oleh Dewi kemudian Dewa memeluk tubuh kekasihnya itu dengan lembut. Begitupun dengan Dewi.
Bersambung
__ADS_1