
Happy reading
Berbeda dengan teman temannya yang sedang jalan jalan. Dewa malah senang menemani kekasihnya di vila.
"Ulululu ganteng banget sih kamu, Piko nanti mau aku bawa pulang ya Ay," ucap Dewi menciumi kucing yang baru saja ia temukan di taman tadi.
"Sayang kucing kamu udah dua loh. Nanti gimana kalau mereka gaduh gara gara ada anggota baru?" tanya Dewa memeluk perut Dewi dari belakang.
Karena saat ini posisinya Dewi dan Dewa sedang berada di lantai yang beralaskan karpet bulu itu. Dengan Dewi yang memangku kucing berbulu oren putih itu. Bahkan sedari tadi Dewa selalu dicueki oleh Dewi.
"Siapa tahu kalau Pico aku bawa pulang, Ratu bisa hamil dan melahirkan," jawab Dewi dengan antusiasnya. Sudah lama ia ingin ratu hamil dan melahirkan banyak anak kucing untuknya. Tapi sudah 6 bulan ini Dewi menunggu kucingnya tak kunjung hamil.
"Kamu mau Pico jadi pebinor hmm? Nanti kalau kamu mau bawa Pico pulang ke rumah. Aku bakal belikan satu kucing untuk teman Pico beserta kandangnya," ucap Dewa yang membuat mata Dewi berbinar.
"Serius boleh? Asikk aku bakal punya 4 kucing," girang Dewi dengan tangannya yang menggoyang goyangkan tubuh Pico.
"Dasar, kalau masalah kucing aja kamu cepat banget kalau soal yang lain aja kamu lemot. Tapi tetap kok aku sayang dan cinta sama kamu," balas Dewa mengecup pipi Dewi yang sangat menggemaskan jika tertawa seperti ini.
"Biarin aku suka."
"Lebih suka kucing atau suka aku?" tanya Dewa pada Dewi.
Dewi menatap Dewa yang ada di belakangnya itu.
"Kamu nenye aku suka kamu atau kucing? Kamu nenye?" tanya Dewi menye membuat Dewa gemas ingin mengecupnya.
"Ya jelas k...kucing lah. Ya gak Co, masa aku suka sama modelan kayak Dewa," jawab Dewi pada kucingnya yang hanya menatapnya malas.
Jika kucing itu bisa berteriak, mungkin dia akan berkata, "Lepasin gue bang*at gue gak bisa napas lu peluk peluk erat, gue alergi ciuman manusia."
Dewa yang mendengar itu langsung menatap tajam kucing yang sedang berada di dalam pelukan kekasihmu itu. Dewa tak mau ada yang merebut Dewi darinya.
Dengan cepat Dewa langsung mengambil kucing itu dan meletakkannya di atas lemari yang cukup tinggi agar Dewi tak bisa mengambilnya.
__ADS_1
Dewi yang melihat kucing barunya di letakkan di atas lemari itu kesal. Ia menatap Dewa dengan tatapan permusuhan.
"Ambil balik kucingnya, aku belum puas main sama kucing aku," ucap Dewi merengek.
Walau ia pakai kursi pun tak akan sampai karena lemari itu sangat tinggi dan bisa Dewi lihat jika kucingnya takut karena berada di atas sana.
"Dewa cepat ambil, aku takut kucingnya fobia ketinggian. Cepat ambilkan," ucap Dewi mendesak Dewa yang tak mau mengambilkan kucing itu.
Apakah kalian tahu jika kucing itu punya fobia, yah bukan hanya manusia yang punya fobia tapi juga kucing. Perasaan cemas kucing itu sering kali tak dihiraukan oleh manusia. Bahkan dari yang Tya baca fobia kucing lebih parah dari pada fobia manusia hal ini disebut ailurofobia yaitu fobia pada kucing.
"Kamu lebih suka kucing jelek itu daripada aku kan? Jadi kamu harus banyak berkorban untuk kucing jelek itu, dan aku gak akan membelikan kamu kucing lagi. Aku gak suka," jawab Dewa dengan wajah datarnya.
Mendapat jawaban dari Dewa itu membuat Dewi takut, bagaimana jika ia tak mendapatkan kucing itu. Nanti Pico tak akan punya teman.
"Aku cuma bercanda doang, aku gak mau kamu siksa kucing sayang. Nanti dia sakit," ucap Dewi melas tapi sepertinya Dewa tak bergiming.
"Iya aku suka kamu lebih dari apapun, tapi tolong jangan siksa kucing itu lagi. Aku gak mau dia stress," ucap Dewi hampir menangis saat mendengar suara kucing itu sepertinya takut.
"Nah dari tadi gini kek, jadi aku gak akan lakukan ini pada kucing jelek itu," jawab Dewa mengambil kucing itu. Tapi sebelum itu ia meminta ciuman dari Dewi.
"Kamu yang jelek bukan kucing ini," jawab Dewi setelah mencium pipi Dewa dan mendapatkan kucingnya kembali.
"Apa kamu bilang?" tanya Dewa sedikit keras hingga membuat Dewi langsung menatap Dewa tajam.
"Diam atau aku akan marah sama kamu," tegas Dewi dengan menatap Dewa tajam.
Kucing itu sepertinya tremor karena baru saja dari ketinggian. Dewi langsung mengajak Pico ke luar dari sana meninggalkan Dewi
"Astaga punya cewek gini amat kalau udah sama kucing," gumam Dewa menatap kepergian Dewi.
Hanya Dewi yang bisa membuat Dewa bertekuk lutut seperti sekarang. Hanya Dewi yang bisa memerintah sang ketua gangster Alaska menjadi seperti ini.
Jika anak-anak lain lihat seperti apa bos mereka diperintah seperti ini mungkin mereka akan berpikir dua kali untuk memilih Dewa sebagai ketua gangster Alaska.
__ADS_1
"Sayang mainnya di luar jangan lama lama. Aku gak mau kamu sakit lagi," ucap Dewa sedikit meninggikan suaranya agar Dewi mendengar.
Sedangkan Dewi yang sedang bermain dengan Pico di teras vila itu hanya menggeleng. Kenapa kekasihnya itu sangat posesif padanya. Walau Dewi tak keberatan tapi jika didengar orang kan Dewi juga yang malu.
"Iya."
"Pico nanti kalau Ayah kamu pergi kita bisa main sepuasnya. Kamu mau kan aku ajak ke kota?" tanya Dewi pada kucing itu dengan lembut.
Entah itu kucing milik siapa tapi yang pasti Dewi sudah mengklaim jika kucing itu miliknya.
Kucing itu bagaikan bayinya yang digendong Dewi, tak ada kata bosan jika sudah bersama kucing kucingnya. Apalagi ini kucing yang beda.
Dewa yang melihat apa yang dilakukan kekasihnya itu hanya menggeleng. Bisa bisanya Dewi menganggap kucing itu anak mereka. Kadang Dewa tak terima punya nama kucing jelek yang selalu dielus Dewi sedangkan dirinya jarang.
Saat ingin mendekat kearah Dewi, mobil Satya datang dan Beby keluar dengan kesal.
"Kamu kenapa?" tanya Dewi pada Beby yang tiba tiba saja terlihat marah.
"Masa tadi aku lihat Satya memfollow akun Instagramnya artis bo**p. Terus pas aku lihat tadi videonya gak jelas banget. Pingin aku banting dia kalau begini," jawab Beby menatap Satya yang hanya menggaruk tengkuknya yang tak gatal.
"Wah parah sih, gue gak nyangka cowok kek lu bisa kayak gitu."
Dasar Dewi dan Beby tak tahu diri, bahkan mereka sudah melihat sesuatu yang sangat wau lebih dari apa yang di lihat Satya. Tapi tetap saja Beby tak akan rela jika kekasihnya melihat video perempuan lain. Kalau video mereka sendiri gimana dong Beb?
"Sayang sudah ayo masuk, kucingnya juga bawa masuk aja. Lihat mau gerimis lagi," ucap Dewa menatap langit yang sudah mulai mengeluarkan air tipisnya.
"Ya Allah semoga nanti pas pulang gak hujan," doa Dewi dan di aamiinkan mereka.
Beby masih menatap Satya tajam, ia masih kesal dengan Satya sedangkan yang ditatap langsung menatap Beby balik.
"Jangan kira aku gak tahu kalau kamu sama Dewi sering lihat video fulknya kan?" tanya Satya yang membuat mata Beby dan Dewa melotot.
"Enggak kok, aku gak gitu."
__ADS_1
"Bohong banget."
Bersambung