
Pagi ini Dewi yang bekerja part time sebagai waiters di sebuah kafe dekat kampusnya. Pekerjaan sampingnya yang entah ke berapa. Dia sendiri saja lupa. Di hidupnya hanya ada Kerja, kerja, kerja dan sisanya kuliah. Sungguh keras sekali bila harus menjadi anak pertama dan menjadi tumpuan serta tulang punggung keluarganya sendiri. Namun prinsipnya jika ia mengeluh sama saja tak kan ada rezky yang mau mendekatinya. Di umurnya yang sudah ke 23 Tahun membuatnya semakin menjadi sosok gadis dewasa yang sayang keluarga.
bruukkkkk......
Suara keras hingga memberhentikan segala aktivitas didalam kafe. Termasuk beberapa pengunjung lainnya. Melihat ke arah luar. Salah satu pengunjung kafe menyebutkan bahwa ada mobil yang tiba-tiba menabrak sepeda motor tepat di depan kafe mereka. Dewi segera berlari ke depan. Dilihatnya seorang lelaki berumur sudah terduduk lemas di badan jalan. Dengan cepat Dewi berlari menolong nya.
"bapak baik-baik saja ?" tanya Dewi sambil melihat dengan wajah yang sangat khawatir kepada lelaki yang mungkin seumuran dengan almarhum ayahnya itu. Kaki, tangan, wajah dan kelihatannya semua aman. batinnya.
"tidak apa-apa nak, terimakasih ya!" ucap bapak itu dengan wajah pucat. Dewi menggangguk dan membawa bapak itu masuk ke dalam kafe nya untuk di tenangkan atas kejadian beberapa saat lalu.
"bapak disini dulu ya. saya mau kedepan. Saya mau buat perhitungan sama orang yang udah nabrak bapak." Dewi yang kini merasa kesal berjalan kembali kedepan dengan wajah penuh amarah. Dipandangnya mobil Range Rover abu-abu yang berhenti ditempat dimana terjadi kecelakaan tersebut. Memang orang kaya selalu saja hidup dengan semenah-menah ya. Kalimat itu seolah sudah tertanam di benak Dewi sedari dulu.
tok... tok.... tok....
"hey keluar anda. Anda harus tanggung jawab kepada bapak itu!" suruh Dewi sambil mengetok-ngetok kaca mobil itu dengan kasar. Tak kunjung keluar. Habis sudah kesabaran Dewi untuk mengalah dan menunggu. terpaksa ia Mengeraskan volume suara.
"jika kamu ngak mau keluar. Aku akan memecahkan kaca mobimu dan sekaligus kamu!!" pekik Dewi sambil memukul-mukul kaca mobil tersangka kasus tabrakan tersebut.
__ADS_1
Tak ada jawaban lagi. Kini Ia berbuat nekat, Diambilnya Batu blok yang ada di pinggir jalan dan berjalan mendekati kaca mobil mewah itu. Ia memang seorang gadis bar bar. Tak perduli dampak tentunya. Namun, atas rasa Empati dia menomorduakan resiko. Terdengar seperti munafik. Namun itulah Dewi, sudah terlalu baik sedari kecil. Namun sangat beringas dan bar bar tentunya.
"satuuuuu...!" ia mulai mengambil ancang2 untuk mendaratkan batu blok besar itu ke mobil mewah yang sedari tadi pemiliknya tak ingin bertanggung jawab.
"Duaaaaaa!" Kali ini posisinya sedikit ekstrem. Jika ia sekali saja mengayunkannya maka batu itu bisa mengenai tepat didepan kaca kemudi.
"ttiii..."
"Ia ia aku keluar!" terdengar suara seseorang dari dalam mobil itu. Bersikap tak gentlemen, mengulur-ulur waktu untuk segera menyelesaikan masalah, dan tidak meminta maaf kepada korban membuat Dewi semakin tak sabar untuk memberikan wejangan dan pelajaran hidup untuk si Tersangka itu.
Seorang pria Turun dari mobil range rover tadi dengan perawakan yang tak biasa. Menyegarkan mata, wajah tampan dan menawan, kulit putih bersih, badan yang tinggi dan tubuh yang ideal sebagai seorang pria. Dewi terkesima. Dia sampai lupa daratan pemirsa.
wajahnya tidak asing. Sepertinya aku pernah bertemu dengannya. batin Dewi
Dewi masih menatap pria itu dengan wajahnya membingungkan. Ia semakin lucu kalau seperti ini terus.
"kamuu!" ucapnya ekspresi yang sama dengan Dewi. Bingung, dan sekaligus perasaan bahagia.
__ADS_1
"Dewi Shinta bukan?" tanyanya dengan mata yang berbinar-binar. Dewi mengangguk. Sudah kuduga bukan. Wajahnya tidak asing dan akupun sepertinya pernah bertemu dia. Tapi aku lupa.
Bagaimana mungkin ia bertemu dengan Pria ini diwaktu yang kurang mengenakan seperti sekarang. Batinnya lagi.
"Lupa denganku?" tanyanya. Tentu saja Dewi lupa. kalau ingat tak mungkin ia berbuat begitu pada orang yang ia kenal.
Ditatapnya wajah pria itu lebih dekat. Ingatannya membaik kembali. Sekarang ia tau siapa pria tampan ini.
.
.
.
.
BERSAMBUNG
__ADS_1
Assalamualaikum. ini adalah karya pertama saya. Selamat menikmati. Maaf jika dalam penulisannya kurang sempurna dan Jika menyukainya. Tolong suport dan vote ya. Terimakasih 😊☺