
Author POV
"Fanda ?" panggil Dewi pelan. Disusul senyuman oleh lelaki yang bernama Rafanda Mahesa itu.
"Dewi, apa kabar? sudah lebih dari 3 tahun ya kita ngak pernah ketemu lagi." ujarnya ramah. Pria yang pernah satu sekolah dengan Dewi saat SMA. dan akhirnya setelah lulus. Fanda memutuskan untuk menuntut ilmu ke Negri Gingseng. Impian yang sejak dulu Dewi pendam untuk kuliah disana. Namun karena restu dari kedua orang tuanya lebih penting dari itu semua. Ia memutus keinginan besar nya itu.
Flashback on
"Fanda!" ucapnya sambil memperkenal kan diri pada gadis sebelahan tempat ia duduk.
" Dewi" dibalas dengan sebutan nama singkat gadis itu. Mereka bersalaman dan saling menatap. Hingga sadar si Gadis bernama Dewi melepaskannya.
Ini adalah hari pertama Fanda sekolah di Indonesia setelah sejak kecil ia selalu berada di Jepang. Wajahnya saja hampir mirip penduduk asli sana. Kulit putih bersih, mata sipit coklat yang indah dimilikinya, tubuh tinggi proporsional sekali, Dan jangan lupa. Ia juga pintar. Prestasinya di bilang lumayan mendukung untuk kedepannya, menguasai 4 bahasa sekaligus Indonesia, Inggris, Arab, dan Jepang. Lelaki ini sempurna di mata para gadis.
Jam istirahatpun tiba. Semua Murid berhamburan keluar. Ada yang kekantin, ada yang ketoilet, dan lain-lainnya.
"Fanda, aku duluan" ucap Dewi dibalas oleh anggukan dan berlalu meninggalkan Fanda yang masih di kelas.
Sementara itu. Siang hari saat semua sedang menikmati makanan mereka di kantin. Terdengar suara yang sedikit membuat terganggu.
"Hei.... heiii... para orang-orang susah, rakyats jelantah. Dengerin nihhh.. kami ada pengumunan!" teriak seorang salah satu dari 5 gadis. Dandannya yang sedikit nyentrik dan norak menurut sebagian orang. Namun siapa perduli dan tak mau mencari masalah oleh para gadis-gadis yang berdiri sejajar dengan tatapan khas mereka. Sombong dan angkuh lebih tepatnya. Ditengah para gadis itu sepertinya ketua geng dari mereka. Wajahnya cantik dan gayanya juga tak senorak teman-teman di sampingnya.
"ada rakyat jelantah Kamseupay. yang berani cari masalah sama kita nihhh. Kalian mau tau ngak itu siapa ? " Teriak Hervia, siswi yang tadi memulai. Diikuti jawaban iya oleh siswi yang pastinya suka kepo serta hobi mendikte hidup orang lain. Sementara di sudut kantin Dewi memandangi kegiatan bodoh mereka yang membuatnya malas serta hilang selera makan. Badannya berbalik dengan segera.
"aaaa.. sakit Stel" teriak siswi.
Langkahnya terhenti. Tiba-tiba ia mendengar suara meringis kesakitan. Sepertinya ada perlakuan yang tidak baik diterimanya.
Dewi hanya menatap geng sok iya dalam semua hal itu sambil sesekali mereka menjambak dan memaki gadis itu tanpa ada rasa kemanusian. Dewi ingat, gadis yang bernama Stela adalah Penyumbang dana terbesar di sekolah tempat ia belajar. Kalaupun ia beri sedikit pelajaran pada sang Iblis itu, bukan hanya ia saja yang kena masalah. Keluarganya pun juga.
"Ambilkan air selokan tadi, Syer!" perintah Stela ke teman sebelahnya. Dengan cepat Syerli memberikan air itu disambut dengan senyum licik wanita berwajah malaikat namun kelakuan iblis itu. Membuat mata Dewi memerah dan tangannya mengepal dengan keras.
__ADS_1
Disiramnya air itu dari atas kepala gadis yang sedang di rundung itu.
"tidak bisa tinggal diam. Tanganku sudah gatal ingin menamparnya!" batin Dewi sambil berjalan untuk lebih dekat dengan iblis-iblis itu.
"Ini hukuman bagi siapapun yang berurusan dengan Stella Angine" Ucapnya masih dengan wajah khas orang sombong dan kejam.
"Hey... Stela An**ng" teriak Dewi. terdengar seperti kata-kata kasar. Tapi, niatan Dewi bukanlah untuk berkata kasar ia hanya merevisi sedikit nama Gadis itu. Namun, sukses membulatkan Wajah gadis-gadis kejam itu. Tidak membuat langkah kakinya maju menuju hadapan mereka.
"Beraninya kau memanggil Stela dengan sebutan An**ng?. Mau bertemu dengan malaikat maut ya?" hardik Angelica. Dengan mengepalkan tangannya seolah-olah ingin mendaratkan kepalan tangannya ke wajah imut Dewi.
"Hahahahahaha, kau mau lemparkan godok betangkai ini padaku??" Kali ini Dewi tertawa geli mendengarnya. Jujur saja, bukannya sombong Dewi adalah Pesilat wanita terkenal di perguruan silat ********* dan sudah meraih sabuk Hitam serta memenangkan beberapa kerjuaraan. Tak ada yang mengetahuinya namun itulah sedikit bekalnya untuk menjaga diri kejuaraan dan lainnya adalah bonus dari kerja kerasnya.
"Beri dia pelajaran.!" perintah Stela yang diikuti oleh anggukan oleh beberapa teman sebelahnya.
Adegan-adegan perkelahian tak dapat terelakkan. Seluruh siswi yang terlibat tak bisa menolak untuk di interogasi ke ruangan kepala sekolah. Nampak wajah mulus dari geng yang sedari tadi mencoba menahan darah yang keluar dari hidung mereka serta beberapa dari mereka mencoba untuk membenarkan rambut mereka yang berantakan. Kecuali Gadis bernama Stela. Ia tetap tenang dan rambut yang masih rapi tak ada setetes luka maupun darah yang terlihat di wajah cantik dan mulusnya.
"Dewi.....! berani sekali kamu mencari masalah dengan mereka-mereka ini!" Cecar kepala sekolah pada Dewi. wajahnya pun tak takut sama sekali. Sama seperti Stela. Dewi pun tak memiliki luka diwajahnya. Sebab ialah penyebab babak belurnya anggota Geng Stela.
.
.
.
.
BERSAMBUNG. . .
.
Baiklah disini aku nunjukin visual dari setiap karakter dalam novel ku. Maaf kalau misalkan ini tidak sesuai sama ekspetasi raiders semua. 😁
__ADS_1
Dewi Shinta
Si gadis tangguh dan baik hati. Dengan babyface nya.
Dewa Ramana
Dosen sekaligus Pengusaha kharismatik dan pintar yang harus menjadi suami Dewi atas perjanjian Orang tua mereka. Postur tinggi, serta wajah tampan serta kaya semua itu dengan mudah ia dapatkan
Rafanda Mahesa
Lelaki yang pernah bersemi di hati Dewi. Tak kalah tampan dari sepupun
Stella Angine
Paras cantik dan anggun dan juga mata yang menggoda yang ia miliki.
__ADS_1