Di Kejar Cinta Om Dokter

Di Kejar Cinta Om Dokter
Persaingan di mulai


__ADS_3

Aksa terkekeh melihat Roy yang mengoceh tanpa henti. Benar-benar lucu baginya.


"Jadi gimana ? Kalau uangnya sudah ada, saya akan langsung membuat surat pemecatan untuk Citra !" ucap Rachel.


"Ya udah buat aja, Mi. Uang 250 juta bagi saya kecil !! Mana nomor rekeningnya !!" ucap Roy dengan sombongnya.


"Sombong !!" cibir Aksa.


"Oke, ini nomor rekening saya. Anak buah saya akan mengabari Citra mengenai pemecatan nya." ucap Rachel.


Setelah semua selesai Roy dan Aksa langsung pulang ke rumah masing-masing karena Roy yang masih kesal dengan kelakuan Aksa yang seperti sedang menjebaknya.


***


Pagi ini Citra terbangun saat perawat masuk untuk memeriksa kondisi Ibu Nurul.


Semalam saat Satria pulang, Ibu Nurul sudah sadarkan diri. Tapi karena keadaan nya masih lemah, Citra belum berani mengajak ibunya berbicara banyak. Citra membiarkan perawat memeriksa kondisi ibunya, sementara dia pergi ke kamar mandi untuk mencuci muka dan buang air kecil.


Setelah selesai dengan kegiatannya di kamar mandi, Citra terkejut karena saat ini di hadapannya ada Satria yang sedang menemani ibunya.


Satria terlihat sangat akrab saat berbicara dengan Ibu Nurul.


"Lho,, kamu udah sampai sini aja, Sat !" Tanya Citra menghampiri Satria dan ibunya yang sedang asik berbincang.

__ADS_1


"Iya, ini aku mampir sebentar sebelum ke kantor. Aku bawain kamu sarapan. Pasti kamu belum sarapan kan." jawab Satria sambil memberikan sarapan nasi uduk untuk Citra.


"Makasih ya, Sat. Lagi-lagi aku ngerepotin kamu lagi." ujar Citra tidak enak hati.


"Hhmm ... mulai lagi deh !!" balas Satria.


"Oh ya, Bu.. kemarin Satria yang bantu Citra bawa ibu ke rumah sakit." jelas Citra pada ibunya ketika mendapat tatapan aneh dari sang ibu.


"Iya Cit, tadi Satria sudah cerita sama ibu. Makanya ibu banyak-banyak terima kasih sama Satria. Entah apa jadinya kalau tidak ada Satria yang membantu mu kemarin." ucap Nurul.


"Sudah Bu, kemarin kebetulan aja aku pas lagi lewat depan rumah ibu. Sudah ya, jangan di bahas lagi. Nanti pahalaku gak di catat sama Malaikat." ucap Satria.


"Iya, iya, Sat !! Udah Bu, kalau ngomong sama pengacara dan anak Pak Haji tuh emang gitu." ledek Citra.


Setelah berbincang-bincang sebentar, Satria pun pamit untuk bekerja.


Namun saat Satria ingin keluar dari kamar rawat Ibu Nurul, ada empat orang yang masuk ke kamar tersebut.


"Pagi..." Sapa Dokter Dimas.


Pagi ini Dokter Dimas melakukan kunjungan pasien lebih pagi dari biasanya, karena pagi ini Dokter Dimas di temani Dokter Aksa dan dua perawat.


Satria sedikit terkejut saat berpapasan dengan Aksa. Satria yakin Aksa akan memulai persaingan nya. Satria tersenyum masam, sedangkan Aksa memberikan tatapan remeh kepada Satria.

__ADS_1


"Pagi, Dok..." jawab Citra terputus saat melihat Aksa. Citra tidak menyangka jika Aksa adalah Dokter di rumah sakit itu.


"Lho, ini siapanya Citra ?" tanya dokter Dimas pada Satria.


"Saya teman dekat Citra, Dok !" jawab Satria membuat Citra agak terkejut.


Berbeda dengan reaksi Citra, Aksa malah geram dan panas mendengar jawaban Satria tadi.


"Oh.. teman dekat. Saya permisi periksa Ibu Nurul dulu ya." Sahut dokter Dimas.


"Silahkan Dok. Saya juga mau permisi." pamit Satria.


Saat melewati Satria, Aksa sengaja menabrakkan bahu nya pada Satria. Dia sangat kesal karena Satria dengan lancang mengaku sebagai teman dekat Citra.


Satria menatap Aksa dengan tatapan tajam, begitupun Aksa.


Aksi keduanya pun menjadi perhatian orang-orang disana.


"Ehm-hm ..." Dokter Dimas berdehem saat mengetahui mulai ada persaingan di antara kedua pria tersebut.


Mendengar deheman dokter Dimas, Satria pun langsung keluar dan Aksa kembali fokus pada Ibu Nurul.


Bersambung,

__ADS_1


__ADS_2