
Amanda masih ragu. Bagaimana mungkin dia bisa melakukan itu kepada pamannya sendiri ? Roy memang gila !
Amanda duduk di depan meja riasnya, dengan cermin besar yang memantulkan wajahnya yang ayu. Wanita itu menyisir rambut hitam panjang lurus itu dengan perlahan. Dia masih memikirkan apa yang akan dia lakukan malam ini. Menggoda Darius ? Memikirkannya saja membuatnya bergidik, jijik dan... tidak tega. Bagaimana pun pria itu adalah pamannya. Satu-satunya keluarga yang masih Amanda punya. Aksa benar-benar memanfaatkan hidupnya. Ini sama saja dipenjara, meski tidak di dalam sel jeruji besi tapi Aksa memenjarakannya dalam sangkar emas.
Amanda menarik nafas panjang dengan sedikit berat, meletakkan sisirnya dibatas meja rias dan beranjak berjalan ke sisi ranjang.
Tadi Roy memberikan satu gaun yang harus dia pakai malam ini. Amanda meraih tas di depannya dan mengeluarkan gaun hitam panjang yang ketat, yang memiliki belahan panjang pada pahanya, memarkan punggung dan lehernya, gaun ini benar-benar seksi dan terbuka. Manda mendelik kaget. Jika dia harus mengenakan gaun ini di depan Aksa, dia akan sangat bersemangat. Tapi di depan pamannya yang sudah paru payah itu ? Amanda tersenyum kecut.
Membayangkan dia harus membuat pamannya tergoda membuat nya bergidik lagi.
Tiba-tiba ponselnya berdering. Dengan malas Amanda mengangkat telepon itu. Sepertinya dia sudah tahu jika yang menelepon adalah Roy.
"Ya, Hallo ?"
"Sudah siap belum ?" Tanya Roy dengan berbisik. Amanda tahu, karena Roy dan Satria sedang bersembunyi di sekitar rumahnya.
"Baru mau pakai baju. Kenapa ? gugup amat ?!" Jawab wanita itu ketus.
"Buruan, mobil Darius sudah masuk halaman rumah Lo." Roy memberitahu.
Rasanya Amanda ingin kabur dari jendela kamarnya. Tapi mana mungkin bisa ? Roy dan Satria akan langsung menangkap nya. Amanda bingung. Di depannya ada jurang, dan di belakangnya juga ada jurang. Sama-sama membuatnya terjatuh jika memilih salah satu.
"Roy ! Kenapa tidak menyewa wanita malam saja, sih ? Kan mereka lebih lihai melakukan yang begituan. Aku takut Om Darius curiga." Terang Amanda.
"Yang cocok melakukan tugas ini hanya Lo ! Udah deh, gak usah banyak protes. Mau gue telponin Aksa lagi ?" Andam Roy sedikit menaikkan nada bicaranya.
Wanita itu langsung terdiam. Sepertinya dia memang takut dengan ancaman Aksa.
"Gue tutup telepon nya
Lo harus berhasil dengan rencana ini. Jika tidak, gue akan suruh Lo melakukan hal yang lebih gila lagi dan menjebloskan Lo ke penjara. Lo ingat ? Kami sudah memiliki semua bukti kejahatan Lo !" Bentak Roy dan langsung memutus panggilan.
__ADS_1
"Arghh ... sial !!" Dia melempar ponselnya ke sembarang tempat untuk melampiaskan kekesalannya.
Amanda kemudian melepaskan handuk yang menutupi tubuhnya, langsung mengenakan segitiga berenda yang tipis dan transparan. Mengenakan gaun seksi itu di depan cermin. Manda memoles lagi bibirnya dengan lipstik yang warnanya lebih menantang. Dari balik gaun itu tubuh Manda terlihat benar-benar menggoda. Wajahnya sangat terlihat cantik dan menggairahkan. Dia menyemprotkan parfum khas yang bisa membuat lawan jenisnya terangsang.
Amanda segera menyimpan handuk dan tas dari Roy tadi. Dia mengeluarkan gelas dan botol anggur dari lemari, seraya mengambil obat yang Roy berikan dan mencampurnya dalam anggur yang di botol.
Amanda memutar lagu sedih yang cocok untuk berdansa.
Semuanya sesuai instruksi.
Saat mendengar pintu di ketuk, dia segera menyambar gelas yang berisi anggur lalu menghampiri pintu. Sebelum itu, Amanda meneteskan sesuatu pada matanya hingga membuatnya bisa mengeluarkan air mata.
"Manda !!" Panggil seseorang dari luar pintu. Amanda tahu itu adalah pamannya.
Di luar, Darius sedikit gelisah karena mendengar suara sesuatu di lempar begitu keras dari dalam kamar Amanda. Darius mengetuk lagi. Dia tahu saat-saat seperti ini Amanda sangat terpuruk karena perceraiannya dengan Aksa.
"Aku sudah mengingatkan mu untuk jangan sampai jatuh cinta sungguhan dengan Aksa. Tapi kamu langgar." Batin Darius sedikit kesal dengan keponakannya itu.
Manda yang sempoyongan sengaja maju mendekati pamannya.
"Ada apa paman ?" Tanya Amanda dengan suara rendah. Benar-benar seperti orang mabuk berat. Gelas yang dia pegang jatuh, dan Amanda menjatuhkan dirinya di dada Darius. Membuat jantung pak tua itu berdesir hebat. Ia benar-benar terkejut. Manda menangis dan mulai meracau.
"Manda ! Kamu kenapa ?" Darius menggoyang tubuh Amanda dengan pelan dan mengangkat wajahnya.
"Kamu mabuk ?" Tanya Darius saat mencium bau alkohol dari bibir Amanda.
"Aksa jahat, paman ! Aksa jahat !" Amanda memukul dada Darius berkali-kali.
Darius masih belum bisa fokus. Dari potongan gaun yang tanpa kerah itu, dia bisa melihat pundak dan leher Amanda yang terekspos. Dan belahan gundukan besar itu membuat Darius berkali-kali menelan Saliva nya. Amanda berusaha membuka matanya lagi. Dia menatap wajah Darius lama. Dia ingin Darius mengira bahwa dirinya sedang menganggap Darius adalah Aksa.
"Kenapa kamu jahat sekali, Sa !"
__ADS_1
"Kenapa kamu ceraikan aku ? Kenapa kamu tidak memberikan kesempatan kedua untukku ?"
"Lalu, kenapa malam ini kamu datang memenuhi panggilan ku ? Hah ?!"
Amanda menangis hebat tapi langsung melingkarkan tangannya di pinggang Darius, dan menempelkan kepalanya di dada Darius dengan manja.
"Karena kamu sudah datang, aku janji cuma semalam saja. Setelah itu kamu boleh pergi." Racau Amanda.
"Manda, ini Paman ! Bukan Aksa !" Dengan sedikit ragu Darius ingin melepaskan dirinya dari Amanda, tapi Amanda semakin bergelayut manja.
"Anak ini kenapa sih ? Aku bisa tidak tahan jika di dekati seperti ini terus !" Desah Darius dalam hati.
Amanda meraih tangan Darius dan menariknya memasuki kamar. Laki-laki tua itu mulai mengikuti instruksi Amanda tanpa benar-benar mau menolak. Jiwa muda Darius terbangkitkan. Mana bisa dia melewatkan malam ini ? Amanda terlalu menggoda. Bukan salah dirinya jika sampai sesuatu terjadi. Dia mungkin jahat memanfaatkan keadaan Amanda yang sedang hancur. Tapi Darius hanya laki-laki biasa.
Dengan genit Amanda mendudukkan Darius di tepi ranjang. Meraih botol anggur dan menuangkan satu gelas untuk Darius. Dia duduk di atas paha Darius dan menghilangkan kakinya, sengaja membuat kakinya terekspos sempurna.
Darius merasakan gelenyar aneh menggerayangi sekujur tubuhnya. Amanda menyodorkan gelas berisi anggur dan Darius meneguk isinya hingga habis lalu melemparkan gelas itu ke sembarang arah.
"Aksa sayang, aku akan memuaskan mu malam ini." Ucap Amanda sembari memainkan dasi Darius. Suaranya di buat parau dan serak. Laki-laki tua itu hanya diam. Dia mungkin sudah berumur tapi kejantanan nya masih kuat. Dia sudah merespon. Kedua tangan Amanda melepas jas yang masih Darius pakai, melemparnya ke sembarang arah, lalu beralih melepas kemejanya. Mendorong tubuh Darius hingga terbaring ke permukaan ranjang.
Jantung laki-laki itu berdetak begitu kuat dan cepat. Darahnya berdesir hebat saat jari-jari Amanda menggerayangi dadanya yang bidang. Meski sudah berumur, Darius memiliki badan yang atletis. Membuat Amanda sampai kaget.
Dia menahan rasa jijik karena harus menikmati tubuh pamannya sendiri. Tapi... sekali lagi ini karena perintah Aksa brengsek !
.
.
.
Bersambung,
__ADS_1