Di Kejar Cinta Om Dokter

Di Kejar Cinta Om Dokter
Istri Kedua


__ADS_3

Citra meninggalkan Instalasi Gawat Darurat dan berjalan menuju kamar rawat ibunya.


Dalam perjalanan, dia terpikir ucapan Aksa yang memintanya untuk menjadi istri kedua.


"Apakah takdirku harus menjadi wanita murahan ? Bahkan laki-laki yang ingin melamarku hanya ingin menjadikanku istri kedua !! Citra Wulandari, sangat hina kah dirimu ?" Citra berbicara dalam hatinya.


Citra masuk kedalam kamar rawat ibunya dan betapa terkejutnya dia saat melihat sang ibu sedang Anfal memegangi dadanya sambil meringis kesakitan.


Citra panik. Dia langsung berteriak memanggil perawat dan berlari ke arah sang ibu sambil menangis.


"Ibu... Ibu !!!" lirih Citra.


Citra di minta untuk menunggu diluar oleh para medis.


Saat ini dia benar-benar bingung. Ibunya anfal !! Dalam pikirannya, bagaimana jika sang ibu pergi meninggalkan nya seorang diri di dunia yang kejam ini. Dan Citra benar-benar menjadi anak yang tidak berguna karena tidak bisa mengusahakan kesembuhan ibunya.


Dokter jaga keluar dari kamar Ibu Nurul dan menghampiri Citra.


"Mbak Citra, mohon maaf sepertinya Ibu Nurul harus segera di terbangkan ke Singapura. Pasien harus segera di operasi. Jika tidak, mohon maaf kami tidak bisa membantu pasien lebih lama lagi disini." Tutur sang Dokter.


"Baik Dok, saya akan upayakan segera !" lirik Citra.


"Saya dan Dokter Dimas hanya bisa berusaha semampu kami. Selebihnya Sang Pemilik kehidupan lah yang menentukan." ucap Dokter jaga tersebut dan meninggalkan Citra.


Citra menunduk lemas dan menangis sejadi-jadinya. Dia benar-benar merasa Tuhan sangat tidak adil padanya. Dari kecil dia harus hidup dengan seorang ayah yang pemabuk hingga sang ayah meninggal dunia dalam sebuah kecelakaan saat Citra masih duduk di bangku SMA.


Citra terpaksa harus memupus keinginannya untuk menyandang gelar sarjana karena sang ibu yang di vonis gagal jantung dan membutuhkan biaya pengobatan yang cukup besar, membuat Citra harus bekerja di Club malam sebagai seorang Lady Escort yang digunjingkan oleh para tetangga, dihina dan dijauhi teman-temannya. Dan sekarang dia harus dihadapkan dengan menerima kenyataan untuk melihat ibunya pergi meninggalkannya seorang diri di dunia ini.

__ADS_1


"Ya Allah, apakah aku benar-benar Manusi berdosa ? Sehingga Engkau memberi aku hukuman seberat ini. Rasanya aku tidak mampu lagi." ucapnya lirih.


Citra berdiri menguatkan kakinya yang sangat lemas. Ia mendekat ke kamar rawat ibunya yang sedang terbaring lemah tidak sadarkan diri.


Tangan dan bibir Citra bergetar, melihat kondisi sang ibu.


"Ibu... Ibu... Bangun Bu !! Cita disini. Ibu gak boleh ninggalin Citra sendiri." lirih Citra.


"Ibu harus selamat !! Ibu harus operasi !!! Bagaimanapun Citra akan mengusahakan Ibu untuk operasi !! Doakan Citra, Bu !!" ucap Citra terisak.


***


Aksa tiba di kediamannya, disambut oleh Bi Ana asisten rumah tangga dirumahnya.


"Nyonya ada kerjaan di Bali selama lima hari, taun. Tadi sebelum pergi nyonya meminta saya menyampaikan nya pada tuan jika tuan pulang." ucap Bi Ana.


"Terserah dia mau kemana, Bi. Bukan urusan say !!"


Tubuhnya sudah sangat lelah hari ini.


Aksa membuka semua pakaian nya dan merendam dirinya dengan air hangat yang sudah dicampur sedikit sabun Aroma therapy ingin menghilangkan penatnya.


"Sialan !! Lo berani bermain-main sama gue !!" umpat Aksa tiba-tiba saat teringat kejadian di rumah sakit.


Setelah memikirkan semuanya, Aksa yakin jika Satria hanya ingin memancingnya. Dan bodohnya dia dengan mudah terpancing dengan jebakan Satria.


Sepertinya dia tidak bisa begitu saja meremehkan Satria.

__ADS_1


Setelah selesai dengan aktifitas berendam nya, Aksa keluar dan berganti pakaian mengenakan kaos oblong dan celana training.


Aksa kemudian meraih ponselnya dan mengecek beberapa pesan yang masuk.


"Ibu Nurul Anfal ?" gumamnya.


Aksa membalas pesan tersebut dengan senyum seringainya.


Tok... tok...tok...


Pintu kamar Aksa berbunyi.


"Maaf tuan, ada tamu ingin bertemu dengan tuan." ucap Bi Ana.


"Tamu ? Malam-malam begini ?"


"Iya tuan. Dia sedang menunggu di ruang tamu." jawab Bi Ana.


Tak berselang lama, Aksa pun turun menemui tamunya.


Aksa tersenyum sumringah melihat siapa tamu tak diundang yang datang kerumahnya malam-malam begini.


"Dari mana kamu tahu alamat rumahku ?" tanya Aksa."


"Itu tidak penting !! Aku datang kesini untuk memberi jawaban atas penawaran mu !" ucap Citra.


"Baiklah, apa jawabanmu ?!"

__ADS_1


"Aku siap jadi istri keduamu !!" jawab Citra.


Bersambung,


__ADS_2