Di Kejar Cinta Om Dokter

Di Kejar Cinta Om Dokter
Dokter Mesum !!


__ADS_3

"Wah.. benarkah ?!" ucap Aksa tersenyum bangga.


Berbeda dengan Bi Ana yang baru saja ingin meninggalkan tuan nya dengan tamunya itu.


Bi Ana terperangah mendengar ucapan Citra hingga spontan menutup mulutnya dengan kedua tangannya. Namun Bi Ana memutuskan untuk segera pergi kembali ke dapur, karena tidak ingin mendengar percakapan yang bukan urusan nya.


"Kenapa secepat ini kamu merubah keputusan ?" tanya Aksa.


"Ibu Anfal !! Dan aku harus menyelamatkan nyawa ibuku !!" lirih Citra.


"Baiklah !! Setelah pernikahan kita, aku akan segera mengirim ibumu ke Singapura." ucap Aksa.


"Tidak bisakah pernikahannya di tunda setelah operasi ibu ?" tawar Citra.


"Tidak bisa !! Kamu benar-benar tidak mengerti Citra, bagaimana aku harus menahan perasaan ini !!" jawab Aksa.


"Menahan perasaan ? Apa maksudnya !!" Citra bertanya dalam hati.


"Aku akan menyiapkan pernikahan kita secepatnya, dan setelah itu kita akan membawa ibumu ke Singapura !!" sahut Aksa.


"Kita ??? Kamu ikut juga ke Singapura ???" tanya Citra.


Aksa hanya mengangguk.


"Kenapa kamu harus ikut ?"


"Hei, aku ini dokter yang akan menjadi menantu ibumu. Aku harus memastikan pasien sekaligus ibu mertuaku baik-baik saja disana. Apalagi disana akan memakan waktu yang lama." papar Aksa.


"Jadi kamu juga akan menemaniku di Singapura?" tanya Citra yang kecewa karena ternyata dia masih harus berdekatan dengan Aksa.

__ADS_1


Awalnya Citra berpikir, setelah menikah dia bisa mengambil kesempatan menemani ibunya di Singapura dan berjauhan dengan Aksa, tapi sepertinya realita tak berjalan sesuai ekspetasinya.


"Tentulah, Citra !! Masa pengantin baru udah harus berjauhan ? Kapan akan muncul Aksa juniornya kalau kita berjauhan ?" jawab Aksa semangat.


"Apa kamu yakin aku akan hamil ?" tanya Citra.


"Kamu meragukan senjataku ini ???" tanya Aksa melirik tajam ke arah Citra.


"Bukan meragukan. Kalau dari aku yang sulit hamil, gimana ? Apa nanti aku akan diceraikan ?" tanya Citra.


Aksa terlihat sedikit berpikir.


Sebenarnya tujuannya menikahi Citra memang untuk memiliki seorang anak. Tapi setelah tahu Citra masih perawan, dan tahu jati diri Citra, entah kenapa Aksa hanya ingin fokus mendapatkan Citra dulu, dan melupakan niat awalnya untuk Aksa junior.


Apakah dirinya sudah mulai jatuh cinta pada Citra ?


Citra menelan ludahnya. Dia sedikit tertekan tapi juga senang kalau memang Aksa tidak ingin mempermainkan pernikahan.


Bagaimanapun pernikahan adalah sebuah ibadah yang paling panjang, dan Citra pun tidak ingin bermain-main dengan itu.


"Baiklah, tapi ada satu syarat dariku yang harus kamu penuhi !!" ucap Citra.


"Hanya satu ?? 10 syarat pun akan aku penuhi, jika permintaan mu tidak diluar nalar !!"


Citra mengangguk.


"Aku minta, jangan sampai ibu tahu tentang statusku sebagai istri kedua." pinta Citra.


"Syarat diterima !!" ucap Aksa. Sekarang sebaiknya kamu kembali ke rumah sakit, temani ibumu ! Aku akan meminta supir ku mengantarmu !" balas Aksa.

__ADS_1


"Tidak perlu, aku bisa naik ojek online. Oh iya, kapan ibuku akan di operasi ?" tanya Citra.


"Ssst ... jangan membantah calon suamimu ini !! Pulang dengan supirku !! Dan untuk operasi ibumu, bukankah sudah kukatakan setelah kita menikah !!" jawab Aksa.


"Kalau begitu sebaiknya kita cepat menikah !!" timpal Citra.


Aksa sedikit terkejut mendengar ucapan Citra.


"Wah-wah, sepertinya bukan aku saja yang sudah tidak sabar, kamu juga !! Apa kamu juga tidak sabar dengan permainan panas kita, sepertinya seru juga kalau kita mengulangi adegan panas kita di dalam mobil." ledek Aksa tersenyum.


Wajah Citra tentu saja langsung berubah merah mendengar ucapan Aksa.


Malu rasanya bila mengingat kejadian itu.


"Dasar otak mesum !! Aku ingin cepat menikah karena ingin ibuku segera di operasi !! Bukan untuk hal lain !!" tukas Citra.


"Ooh, seperti itu, aku pikir ada alasan lain."


"Diam, Dokter mesum !!" umpat Citra.


Aksa tertawa terbahak-bahak mendengar umpatan Citra.


"Sudah, cepat kembali ke rumah sakit. Supirku sudah menunggu di depan !" jawab Aksa sambil menarik Citra ke parkiran.


Dalam perjalannya ke rumah sakit, tak hentinya Citra bergelut dengan pikirannya sendiri.


"Ya Allah, jika memang takdirku harus menjadi yang kedua, aku ikhlas. Semoga keputusanku ini adalah keputusan yang terbaik untukku dan juga ibu."


Bersambung,

__ADS_1


__ADS_2