Di Kejar Cinta Om Dokter

Di Kejar Cinta Om Dokter
Hamil ???


__ADS_3

Aksa dan Roy selesai dengan beberapa rencana yang mereka susun rapih untuk menutupi identitas Citra dari Amanda.


Salah satunya dengan Roy berpura-pura menjadi suami Citra.


Meskipun sebenarnya hatinya kesal, tapi itu semua demi keselamatan Citra.


Apalagi saat ini, sudah bisa di tebak, Amanda pasti sedang mencari tahu tentang Citra.


Dan yang membuat Aksa khawatir adalah, Mami Rachel mengkhianati nya.


Aksa sangat paham dengan tipikal orang seperti Mami Rachel yang lebih mementingkan uang.


Aksa dan Roy kini kembali ke kamar rawat Ibu Nurul.


Namun saat baru masuk ke kamar rawat, Aksa tidak melihat Citra disana.


Di kamar itu hanya ada sang ibu mertua yang sedang tertidur.


Aksa melirik ke sofa, tas Citra masih ada disana. Lalu Citra kemana ?


Aksa kemudian mengecek kamar mandi dan sedikit lega saat mendengar ada suara gemericik air dari dalam. Artinya Citra sedang berada di dalam kamar mandi.


Baru saja Aksa ingin berlalu dari situ dan menunggu Citra di sofa bersama Roy, Aksa mendengar suara Citra yang sedang muntah-muntah.


Hoek ... Hoek .... Hoek ...


Aksa pun panik mendengar sang istri yang tengah muntah. Ia pun langsung membuka pintu kamar mandi yang menang tidak di kunci. Disana Aksa melihat Citra yang sedang tersiksa berusaha memuntahkan isi perutnya di wastafel.

__ADS_1


"Sayang, kamu kenapa ?!" lirih Aksa sambil memijat tengkuk leher Citra.


Citra tidak menjawab, hanya menggelengkan kepala dengan lemas.


Mata Citra terlihat sedikit mengeluarkan air mata, membuat Aksa tidak tega melihat Citra seperti itu.


"Sayang, jangan-jangan kamu hamil ?" duga Aksa setelah beberapa saat berpikir kenapa tiba-tiba istrinya bisa mual-mual seperti ini.


Citra yang masih lemas hanya diam saja tidak merespon apapun dengan ucapan Aksa.


Setelah merasa sedikit enakkan, Citra meminta bantuan Aksa untuk membantunya keluar dan duduk di sofa, karena kepala nya juga terasa sedikit pusing.


"Kamu kenapa, Cit ?" tanya Roy saat melihat Aksa yang membantu memapah Citra berjalan keluar dari kamar mandi.


"Gak tahu nih, Roy !! Mungkin masuk angin !!" jawab Citra lemas.


Citra pun segera duduk dan mengatur posisi duduk yang nyaman untuk dirinya.


"Hamil ?? Tapi, bisa juga sih Mas. Soalnya aku belum mens. Tapi Mas, aku gak mau menduga-duga kalau belum periksa. Takutnya nanti malah kecewa !!" jawab Citra.


"Ya udah Nak, kamu periksa aja sekarang !!" sambung ibu Nurul yang terbangun karena mendengar suara orang-orang berbincang di dalam kamar rawatnya.


"Ibu... ???" ucap Citra dan dan Aksa terkejut dan menoleh ke arah ibu Nurul secara bersamaan.


"Ibu sudah bangun ? Maafkan kami ya, Bu. Udah ganggu istirahat ibu.." ucap Citra.


"Gak apa-apa, Nak !! Lebih baik kamu segera periksa ke dokter, mumpung lagi di rumah sakit. Ibu juga mau tahu hasilnya, apakah ibu akan segera menjadi seorang nenek atau tidak." Tutur ibu Nurul.

__ADS_1


"Iya Bu.." jawab Citra.


"Ya udah, Bu.. kalau begitu Aksa dan Citra tinggal sebentar ya.. Aksa mau membawa Citra ke Dokter kandungan dulu untuk memastikan." ucap Aksa pamit pada Ibu Nurul.


Ibu Nurul pun tersenyum dan menganggukkan kepalanya.


Aksa dan Citra keluar dari kamar rawat ibu Nurul menuju ke poliklinik Obgyn. Begitu juga dengan Roy yang mengikuti mereka dari belakang.


"Roy !! Ngapain sih ngikutin kita terus ??" kets Citra.


"Astaghfirullah... Kamu ngusir, Cit ?"


"Itu pemikiran mu, ya !!" jawab Citra masih dengan nada ketus.


"Ya udah bro, gue balik apartemen aja deh, istri Lo udah ngusir !! Semoga hasilnya baik ya !! Udah gak sabar pengen cepat-cepat punya ponakan nih gue !!" pamit Roy.


Aksa menganggukkan kepalanya.


Sebenarnya Aksa menyukai sifat Citra yang terang-terangan menyindir Roy. Karena meskipun Aksa dan Roy berteman baik, tapi jika Roy terlalu dekat dengan Citra, tentu saja Aksa tidak menyukai hal itu.


.


.


.


Bersambung,

__ADS_1


__ADS_2