Di Kejar Cinta Om Dokter

Di Kejar Cinta Om Dokter
Tentang Ricky


__ADS_3

Dengan mengendarai mobil keluaran terbaru miliknya, Ricky keluar dari basement sebuah apartemen menuju ke sebuah restoran tempatnya janjian dengan seseorang.


Setelah sampai, Ricky masuk dan mencari sosok yang sudah membuat janji dengannya itu.


Ricky mengedarkan pandangannya.


"Maaf, apakah anda tuan Ricky?" tanya seorang pegawai restoran itu.


"Iya saya," jawabnya.


"Mari ikut saya, anda sudah di tunggu di dalam ruang VIP restoran ini." ucap pegawai tersebut dan langsung mengantar Ricky dan Ricky pun berjalan dengan gontai nya di belakang pegawai tersebut.


"Silahkan masuk, tuan..." ucap pegawai itu.


Ricky mengangguk dan langsung masuk dan pintu kembali di tutup.


"Selamat malam, ayo duduk sini !! Kamu pasti belum makan malam kan ? Kita makan dulu. Ayo, mau pesan apa untuk dinner kita malam ini ?" tawar seseorang yang duduk di seberang, yang ternyata adalah Aris papanya Aksa.


Selama ini Ricky bekerja sama dengan Aris untuk mengumpulkan bukti-bukti tentang Amanda dan dalang yang sebenarnya musuh mereka yang masih abu-abu.


Mereka merahasiakan semua ini dari Aksa dan keluarga besar Sanjaya.


Begitu juga dengan pertemuan mereka yang selalu bersifat rahasia.


"Foto-foto yang kamu kirim sama Om, kamu yakin itu asli ?" tanya Aris.


"Asli Om, Ricky yakin banget." jawabnya.


"Bagus, ternyata dia lebih licik. Bekerja sama dengan pengacara Aksa untuk ini semua." Ucap Aris berseringai.


"Lalu bagaimana tugas yang di Singapura?" lanjut Aris.


"Aku belum menemukan titik temu. Kita lihat saja nanti." jawab Ricky.


"Om bangga padamu !!" ucap Aris.


Tak lama, pelayan datang membawa beberapa menu pesanan makan malam mereka.


Aris dan Ricky pun menikmati makan malam mereka sambil mengatur strategi mereka untuk menyelamatkan aset-aset harta keluarga Sanjaya.


Setelah selesai pertemuannya dengan Aris, Ricky segera kembali ke apartemen nya.

__ADS_1


Malam ini rasanya dirinya sangat lelah.


Ia merebahkan tubuhnya di atas ranjang besarnya.


Di apartemen ini tidak ada seorang pun yang mengunjunginya, karena Ricky tidak pernah mengizinkan siapapun bertamu ke apartemen nya.


Bahkan keluarganya sekalipun.


Ricky meraih ponselnya dan masuk ke galeri foto yang berada di layar depan ponselnya.


"Andai aku lebih berani menyatakan lebih dulu padamu. Mungkin saja dia tidak akan memilikimu !!" gumam Ricky.


Ricky menatapi semua koleksi foto Citra yang dia miliki di dalam folder galeri miliknya.


Ternyata, Ricky sudah memiliki perasaan kepada Citra semenjak dirinya melihat Citra, gadis kecil yang dengan gigihnya mencari pekerjaan masuk ke toko satu dan ke toko lainnya, hingga ia kelelahan dan jatuh pingsan di dalam sebuah mall.


Itulah saat pertama kali mereka bertemu.


Ricky pun semakin terkejut, saat bertemu kembali dengan Citra di King's Club. Dan dari situ lah, ia selalu menerima tawaran untuk tampil di King's Club, karena dengan begitu dia bisa mencari tahu lebih tentabg Citra.


Disaat Ricky asik memandangi beberapa tampilan foto Citra di ponselnya yang dia ambil secara diam-diam, tiba-tiba bel apartemen Ricky berbunyi.


Tentu saja dia merasa bingung, karena setahunya, tidak ada kerabat, kenalan, bahkan keluarga yang tahu apartemen nya ini.


"Siapa yang berani bertamu ke apartemen ku ?" gumamnya.


Dengan sedikit penasaran, Ricky bangun dari tidurnya, melangkahkan kaki menuju pintu apartemen dan membuka pintu tersebut.


Namun betapa kagetnya Ricky saat melihat siapa yang berada di balik pintu itu.


"Kamu.... ?!" ucap Ricky kaget saat membuka pintu apartemen nya.


"Hai, kebetulan aku mampir. Dan mau tahu, bagaimana isi apartemen partner ranjangku !" Ucap Amanda.


"Dari mana kamu tahu apartemen ku ?" tanya Ricky.


Amanda pun sedikit bercerita tentangnya yang tidak sengaja melihat Ricky keluar dari sebuah restoran.


Dan dia memutuskan untuk mengikuti Ricky sampai apartemen.


"Dasar penguntit !!"

__ADS_1


Bukannya marah, Amanda hanya tertawa mendengar Ricky mengumpat dirinya.


"Hey, apa aku gak di suruh masuk dulu ?" protes Amanda.


"Maaf, aku gak terima tamu !! Kalau kamu mau bicara kita bisa bicara di kafe bawah apartemen ini." tolak Ricky.


"Waaw... tuan rumah yang sombong !!" cibir Amanda.


"Semakin tambah menarik kamu Rick!!" Batin Amanda.


Ricky pun mengajak Amanda pergi ke kafe bawa apartemen.


"Sepertinya ada yang kamu sembunyikan dariku ?" selidik Amanda saat mereka sedang menikmati kopi yang mereka pesan.


"Siapa kamu, ikut campur urusanku !!" ketus Ricky.


"Wow... Aku suka Ricky yang seperti ini. Sangat mirip dengan Aksa Sanjaya !! Ah, aku lupa kalian adalah sepupu. Sepertinya aku sangat beruntung bisa bercinta dengan kedua pria tampan dan kaya keturunan keluarga Sanjaya !!" ujar Amanda sambil berseringai.


"Kamu beruntung, tapi kami yang sial !!" batin Ricky.


"Bagaimana kalau kamu bercerai dengan Aksa ?" tanya Ricky.


"Kenapa kamu berkata seperti itu ? Kamu ingin menjadi suamiku ?" tanya Amanda.


"Jika kamu ingin seperti itu, gak masalah bagiku menikahi janda dari Aksa." jawab Ricky santai.


"Cuihh !! Cintaku hanya untuk Aksa Sanjaya !!" ucap Amanda.


"Manda.. Manda... kamu gak cocok bilang cinta !! Tubuhmu saja di peruntukkan untuk umum !" cibir Ricky.


"Jaga mulutmu, Rick !!" sentak Amanda.


"Sudahlah, aku mau tidur ! Tidak ada gunanya berbicara denganmu !!" ucap Ricky lalu meninggalkan Amanda.


"Kalian semua sangat bodoh, para pangeran Sanjaya group !!"


.


.


Bersambung,

__ADS_1


__ADS_2