
Hari ini Satria menuju ke kantor polisi dengan membawa hasil bukti visum dari rumah sakit. Dia melaporkan Aksa Sanjaya dengan tuduhan penganiayaan.
Kedatangan Satria pun diterima baik oleh kepolisian. Setelah menjelaskan kronologi dan menyerahkan bukti visum miliknya, Satria pun dibuatkan Berita Acara Pemeriksaan.
***
Aksa datang sedikit terlambat ke rumah sakit hari ini, karena kedatangan Citra semalam.
Setelah Citra pulang semalam, Aksa langsung menghubungi orang-orang kepercayaan nya untuk mengurus perihal pernikahannya dengan Citra. Aksa juga langsung menghubungi pihak rumah sakit di Singapura, untuk memesan kamar rawat VVIP dan alat pompa jantung disana, karena dia memutuskan lusa setelah akad nikah dengan Citra, akan langsung membawa mertuanya ke Singapura.
Karena itulah dia sedikit kurang tidur semalam. Ditambah lagi dia harus menutup mulut Bi Ana, Supir, serta satpam dirumahnya mengenai kedatangan Citra.
Terutama Bi Ana yang mendengar pembicaraan mereka.
Aksa tiba di loby rumah sakit dengan senyum sumringah dan wajahnya terlihat lebih segar. Sebelum ke ruangannya, Aksa mampir memeriksa keadaan calon mertuanya dulu.
Namun saat dia sampai di ruang rawat Ibu Nurul, wanita yang sudah beberapa hari ini mengganggu hatinya itu, tidak berada disana.
"Kemana wali pasien ?" tanya Aksa pada perawat jaga.
"Oh, mbak Citra tadi pamit izin keluar sebentar, Dok." jawabnya.
"Sudah lama ?" tanyanya lagi.
"Sekitar hampir 40 menit yang lalu, Dok."
Aksa mengangguk dan langsung memeriksa keadaan calon mertuanya.
Setelah selesai, Aksa menitip pesan kepada perawat untuk menyampaikan pada Citra untuk segera menemuinya jika Citra sudah datang.
__ADS_1
.
.
Citra kembali ke rumah sakit. Dia melirik ke parkiran, disana dia melihat mobil yang menjadi saksi kesuciannya direnggut oleh Dokter Aksa.
Citra sudah sangat bersemangat karena ada yang harus dia tanyakan pada Aksa dan Aksa harus memberinya penjelasan.
Tapi sebelum menemui Aksa, Citra kembali ke kamar rawat ibunya terlebih dahulu untuk melihat kondisi sang ibu.
"Eh, mbak Citra udah datang." ucap perawat.
"Iya, Sus. Makasih ya udah bantu jagain ibu saya."
"Sama-sama mbak. Oh iya mbak, mbak Citra di minta menemui dokter Aksa di ruangannya." ucap perawat tersebut.
"Oh iya Sus. Nanti saya kesana." jawab Citra.
Tapi saat tiba didepan ruangan Aksa, Citra melihat pintu ruangan Aksa terbuka. Citra penasaran ingin masuk karena terdengar sedikit ada keributan disana.
Tepat ketika Citra membuka pintu ruangan Aksa lebih lebar, Aksa pun keluar.
Kedua mata mereka pun saling bertemu.
"Apakah anda Nona Citra ?" tanya seorang pria yang berada di samping Aksa.
"Iya saya Citra. Ini ada apa ya Pak ?" Tanya Citra bingung.
"Kami ingin mengajak Dokter Aksa secara baik-baik ke kantor polisi atas laporan dari Pak Satria tentang penganiayaan yang terjadi di rumah sakit ini kemarin. Menurut info, pertengkaran terjadi hanya karena salah paham antara nona Citra, Pak Satria dan Dokter Aksa." jelas polisi tersebut.
__ADS_1
"Satria ? Tapi bagaimana bapak bisa mengenali saya ?" tanya Citra bingung.
"Mereka sudah melihat rekaman cctv di rumah sakit ini, Cit !!" sahut Aksa.
"Ya, benar !! Hanya saja kami meminta untuk menjelaskannya di kantor polisi sesuai prosedur tapi Dokter Aksa menolak untuk kamu bawa ke kantor." jelas polisi tersebut.
"Hah !! Tapi kita gak batal nikah kan ? Ibuku harus segera operasi, lho !!" ucap Citra takut operasi ibunya gagal.
"Kita pasti nikah !! Enak aja batal !! Rencana ku sudah matang semuanya !! Lebih baik kamu ikut aku ke kantor polisi, bantu aku menjelaskan semuanya !" jawab Aksa.
"Tapi ibu ?"
"Ibu biar perawat yang jaga untuk sementara. Pengacaraku udah di kantor polisi. Dan bilang sama penggemar kamu, salah orang kalau mau cari masalah denganku !!" ketus Aksa.
"Penggemar ?" tanya Citra bingung.
"Itu si Satria Baja Hitam !!!" kesal Aksa.
"Gak usah bercanda !!" omel Citra membuat Aksa terdiam.
Aksa dan Citra sudah tiba di kantor polisi. Setelah Citra selesai memberikan keterangan, dia menunggu di luar.
Lalu Satria datang bersama dua temannya.
"Satria !!" panggil Citra.
"Citra ?"
Satria meminta teman-teman nya untuk lebih dulu ke ruang pemeriksaan.
__ADS_1
Plak .... !!!
Bersambung,