
"Mas ... !!!"
"Apa ?"
"Ya udah, ayo di kamar mandi !! Mumpung ibu belum bangun." ucap Citra malu-malu kucing.
Aksa pun tersenyum lebar.
"Ya ampun, ternyata istri ku juga mau toh !! Pake malu-malu kambing gitu.. manis banget deh kamu, jadi pengen gigit !!" ledek Aksa.
"Malu-malu kucing, Mas !! Bukan malu-malu kambing !!" Citra meralat ucapan Aksa.
"Sstt ... Kalau malu-malu kucing udah biasa. Kalo kamu kan luar biasa, jadi cocoknya malu-malu kambing !!"
"Tapi kan kambing bau, Mas !! Sama aja dong, kamu bilang aku bau kambing !!" kesal Citra.
"Hei, gak apa-apa bau tapi banyak manfaatnya. Susu kambing itu sehat loh, bisa buat kulit putih, bisa buat obat juga malah, apalagi susu kambing yang spesial kayak kambing etawa, bermanfaat banget ! Sama kayak susu kamu, bermanfaat banget buat tubuh aku !!" Ucap Aksa sambil tangannya meremas sebelah gunung kembar milik Citra.
"Mas !! Jangan disini, ada ibu !!" pekik Citra.
"Habisnya kamu kelamaan !! Kebanyakan teori !! Padahal aku lebih suka praktik langsung !!" jawab Aksa yang langsung menggendong tubuh Citra menuju ke kamar mandi.
Di dalam kamar mandi, Aksa segera mendudukkan Citra di atas closet. Aksa yang sudah setengah mati menahan hasratnya sejak dari Jakarta pun bertumpu pada kedua kakinya di hadapan Citra dengan menatap wajah cantik istrinya dan langsung menerjang bibir Citra tanpa basa-basi lagi.
__ADS_1
Aksa ********** dengan sangat rakus dan Citra pun membalas ciuman Aksa dengan semangat.
Tangan Aksa mulai bergerak melepaskan pakaian Citra. Aksa pun mengajak Citra berdiri agar memudahkannya melepas pakaian Citra tanpa melepaskan pagutan bibirnya.
Aksa semakin liar saat pakaian atas Citra sudah terbuka.
Dengan gairah yang sudah memuncak, Aksa segera menanggalkan pakaiannya serta pakaian Citra hingga mereka benar-benar tanpa sehelai benang pun.
Aksa kembali ******* bibir Citra, begitu juga Citra. Mereka saling menuntut untuk di puaskan.
Aksa mendorong tubuh Citra ke dinding dengan tatapan penuh hasrat dan mulai menurunkan ciumannya ke leher jenjang Citra, hingga turun ke dua bukit kembar milik Citra.
"Ah .... Mas ..." ******* Citra saat Aksa bermain sangat pintar di bukitnya.
Saat ini mereka hanya ingin menumpahkan perasaan rindu dari seorang suami terhadap istrinya, begitu pun sebaliknya.
Hingga tiba saatnya Aksa ingin menyentuh tempat favoritnya dengan senjata pamungkasnya.
Citra sedikit menahan Aksa.
"Kenapa sayang ?" tanya Aksa lirih.
"Pelan-pelan, Mas. Aku takut terlalu menikmati." ucap Citra.
__ADS_1
"Kalau kamu menikmatinya, itu artinya kita berolahraga dengan benar !!"
"Bukan begitu, aku takut berdesah terlalu kencang, hingga ibu bangun." sahut Citra.
"Tenang saja, efek obat bius ibu masih ada beberapa jam lagi. Jadi kamu bisa berdesah sepuasnya !" bisik Aksa membuat darah Citra kembali berdesir.
"Benarkah ?? Kalau begitu lanjutkan, Mas !!"
Mendapat lampu hijau dari Citra, Aksa langsung melabuhkan senjata pamungkas nya, membuat Citra mendesah menikmati permainan Aksa.
"Ah ... Mas ..." desah Citra.
Pergulatan panas mereka pun di dalam kamar mandi berlangsung kurang lebih dua jam, dengan berbagai macam gaya.
Aksa duduk di atas closet dan meminta Citra untuk duduk di pangkuannya. Awalnya Citra merasa risih, namun permainan Aksa membuat Citra benar-benar menikmatinya.
Terlihat dari ekspresi Citra dan suara ******* nya yang semakin membuat Aksa terbakar.
Sambil terus menggerakkan tubuh Citra ke atas dan ke bawah, Aksa berbisik lirih di telinga Citra.
"Aku ingin menabur benihku di rahimmu, agar benih itu cepat tumbuh sayang..." bisiknya.
Dan gerakan keduanya semakin cepat sampai mereka tiba pada puncak kenikmatan yang mereka cari.
__ADS_1
Bersambung,