
"Apa-apaan ini !!!" Pekik Citra saat dirinya membaca isi dari lembaran yang diberikan Aksa padanya.
Bagaimana Citra tidak terkejut, isi dari lembaran tersebut bukan prosedur mengenai pengobatan ibunya, melainkan surat pernyataan.
Dalam surat tersebut menyebutkan bahwa Citra Wulandari akan bersedia menikah dengan Aksa Sanjaya tanpa paksaan dan secara sadar memenuhi keinginan Dokter Aksa. Sebagai kompensasinya, Aksa Sanjaya akan menanggung penuh biaya pengobatan ibunya hingga sembuh.
Citra berdiri dan melemparkan lembaran tersebut ke wajah Aksa.
"Aku gak butuh bantuan mu !!!" hardik Citra.
"Lalu dari mana kamu akan mendapatkan uang untuk ibumu ? Sedangkan kamu sudah tidak bekerja lagi." balas Aksa karena kesal Citra menolak dirinya.
"Tidak kerja lagi ?? Apa maksudmu ??" Citra memicingkan matanya tajam ke arah Aksa.
"Memangnya mami Rachel belum menyampaikan padamu mengenai pemecatan mu dari Club miliknya ?"
"Mana mungkin ? Mami Rachel gak mungkin memecat ku !! Jangan berbohong kamu !!!" elak Citra.
"Terserah kalau kamu tidak percaya !! Kamu bisa menanyakan nya langsung ke mami Rachel. Dan sebaiknya, mengenai surat pernyataan ini, kamu pertimbangkan lagi. Oke !! Toh yang akan menikahi mu adalah laki-laki yang sudah menyetubuhi mu." ucap Arga menambah kekesalan Citra.
"Sudah aku katakan, jangan pernah ungkit hal itu lagi !!!" sentak Citra kesal.
"Oke !! Aku tidak akan mengungkitnya lagi. Tapi kali ini lebih mengingatkan. Ingat Citra, aku melakukannya empat kali dan aku telah menabur benih di rahimmu !! Aku akan memberi kamu waktu dua Minggu untuk melakukan tes kehamilan. Jika kamu hamil, kamu akan menikah denganku. Ada atau tanpa surat pernyataan, suka atau tidak suka, aku akan menikahi mu !!" ancam Aksa.
Citra berseringai.
"Lalu bagaimana jika aku tidak hami ?!"
"Kamu bebas memilih. Ingin ibumu selamat dan sembuh dengan menikah denganku atau ibumu akan segera Anfal tanpa adanya tindakan operasi ? Ingat, kondisi ibumu sudah tidak bisa bertahan lebih lama lagi. Apa kamu sanggup mencari uang untuk pengobatan ibumu dalam waktu singkat ???" papar Aksa.
__ADS_1
"Jangan pernah meremehkan ku !! Sepertinya berbicara dengan tuan muda sombong seperti anda, tidak cocok denganku !!" hardik Citra.
"Pertimbangkan penawaran ku !!" pinta Aksa.
Tanpa menjawab Citra meninggalkan ruangan Aksa dengan kesal dan tanpa menoleh ke arah Aksa.
"Kita lihat saja, Citra !! Sampai dimana kemampuanmu !!"
***
Cita berlari ke arah toilet. Setelah tiba, Citra pun langsung membasuh wajahnya.
Citra berteriak melampiaskan kekesalan nya pada Aksa.
Untung saja toilet sedang sepi.
"Argh ... !!! Sial !!! Dasar laki-laki brengsek !!!" geramnya.
"Apa benar yang dikatakan laki-laki brengsek itu ? Mami Rachel memecat ku ?? Aku harus segera menanyakannya !!" ucap Citra kemudian kembali ke kamar rawat dan berniat ponselnya untuk menghubungi mami Rachel.
Bagaimana pun dia harus tahu kebenaran ucapan Aksa tadi.
Tiba di kamar rawat ibunya, Citra langsung disambut dengan beberapa pertanyaan dari ibunya.
"Citra, gimana ? Sudah tanda tangannya ? Jadi kapan ibu akan di operasi ?" tanya ibu Nurul.
"Sudah Bu. Ibu jangan khawatir, ibu pasti sembuh." ucap Citra ragu karena dia harus membohongi ibunya.
"Maafin Citra ya, Bu. Citra terpaksa harus bohong sama Ibu." batin Citra.
__ADS_1
"Syukurlah, Cit. Ibu senang mendengarnya !!"
"Ya udah, Bu. Citra izin mau telepon mami Rachel dulu ya.. Ada yang ingin Citra bahas sama mami Rachel." izin Citra.
"Bahas apa, Cit ?"
"Gak bahas apa-apa kok, Bu. Hanya mau minta izin aja untuk menemani ibu di rumah sakit lebih lama."
"Oh, ya sudah Cit."
Citra duduk di bangku yang berada di lorong rumah sakit ini dan menghubungi Rachel.
Dalam beberapa kali panggilan, barulah panggilan tersebut terhubung.
"Ada apa kamu menelpon mami, Citra ?" suara Rachel di balik telepon.
"Citra izin tiga hari ya Mi, buat jaga ibu dulu." izin Citra.
"Citra maaf !! Apa Lina belum memberitahukan mu ? Mulai malam ini kamu sudah gak bekerja lagi sama mami." Ucap Rachel.
"Hah ?! Mami pecat Citra ?? Tapi kenapa, Mi ?" tanya Citra tidak terima.
"Karena kamu sudah tidak perawan !! Hargamu jadi murah !!" alasan Rachel.
"Itu bukan alasan yang tepat, mami. Di Club bukan hanya aku yang tidak perawan." tukas Citra.
"Terserah kamu !! Yang pasti jangan pernah datang lagi kemari. Kamu dilarang masuk ke area ini !!" ucap Rachel.
"Oh ya, dan satu lagi. Uang 50 juta yang aku pinjamkan kemarin tidak perlu kamu kembalikan. Anggap saja itu pesangon untukmu !!" ucap Rachel langsung memutus panggilan.
__ADS_1
Bersambung,