
Roy melanjutkan langkah kakinya ke arah dapur untuk mengambil minum.
Roy sengaja berlama-lama di sana untuk menghindari hal-hal yang bisa membuatnya senang jari malam-malam begini.
Roy mulai membuka kulkas dan melihat isi kulkas di hadapannya.
Sesaat Roy berpikir untuk membuat mie instan ala-ala Korea sambil menunggu kegiatan panas Aksa dan Citra selesai.
Karena bagaimana pun, Roy laki-laki normal. Jangan sampai dia ikut-ikutan berfantasi Tia dengan yang lain.
Roy sudah terlihat seperti koki tampan di film-film Korea. Ia mulai memotong sayuran dan merebus mie instan. Tidak lupa juga Roy menyalakan musik dari ponselnya.
Yang ini memang di sengaja untuk meredam suara kenikmatan yang kadang masih sedikit mengganggu telinga Roy.
Setelah selesai masak, ia pun mulai menyantap mie buatan nya di ruang tv.
Tak berselang lama Aksa keluar dan melihat Roy sedang berada di ruang tv.
"Wuisss... lapar Lo, Roy ?!" tanya Aksa melihat mangkok kosong bekas makan di atas meja.
"Berisik Lo !! Eh, tolong ya... kalau bau beradegan 21+ itu di beri warning dulu gitu sama tetangga sebelah !!" sindir Roy.
__ADS_1
"Hahaha ... kalau udah keenakan suka lupa !! Namanya juga manusia kan suka khilaf kata Lo !!" balas Aksa.
"Sialan Lo !!"
Aksa terkekeh melihat ekspresi Roy saat itu.
"Oh ya, Roy !! Ingat rencana kita. Gue belum mendapat kabar ada masalah apa di rumah sakit. Jadi gue harap, Lo jagain Citra dulu disini. Apalagi Raka ada disini !!"
"Siap boss !!!" jawab Roy.
"Udah gue bilang jangan panggil boss !!" tukas Aksa.
"Iya, sorry-sorry!!" ucap Roy.
"Sstt... ga usah di bahas !! Udah cukup Lo yang pimpin usaha gue. Lo lebih berkompeten jadi CEO dibandingkan gue." dalih Aksa.
Aksa sengaja membangun perusahaan sendiri dan menutupinya rapat-rapat dari keluarganya.
Aksa sudah sejak lama selalu ingin bercerai dari Amanda, tapi hal itu sangat sulit mengingat permintaan Aris papanya dan rasa bersalah keluarga Sanjaya pada Amanda. Karena itu, Aksa tidak ingin perusahaannya nanti akan menjadi perebutan harta gono-gini saat dirinya menceraikan Amanda kelak.
"Iya-iya ..." jawab Roy.
__ADS_1
"Oh iya dan satu lagi, jangan terlalu banyak kontak fisik sama Citra kalau gak terdesak banget. Paham Lo !!" ancam Aksa.
"Iya-iya... Sa !! Lagian, Citra bukan tipe gue !! Cewek judes kayak gitu !!" dalih Roy.
"Heh !! Kalau mau ngejelekin istri orang, usahakan jangan di depan suaminya !!" sindir Aksa kemudian meninggalkan Roy dan kembali ke kamar, setelah sebelumnya melemparkan bantal sofa ke arah Roy.
Aksa melihat sang istri yang masih tertidur pulas di atas ranjang karena kelelahan. Ia memperhatikan wajah cantik Citra, membenarkan posisi selimut yang menutupi tubuh polos sang istri setelah olahraga malam tadi bersamanya.
"Maafin aku ya sayang, Aku akan akan berjuang demi kamu dan anak kita !!" ucap Aksa lirih sambil membelai lembut rambut Citra.
Aksa melihat jam di salah satu sisi kamar merek, sudah menunjukkan pukul 4 pagi, dan dia harus segera bersiap untuk kembali ke Indonesia.
Setelah mandi dan bersiap-siap, Aksa pun langsung pergi ke atap apartemen karena helikopter yang akan membawa Aksa ke rumah sakit sudah tiba di Hellipad gedung apartemen ini.
Aksa sengaja tidak membangunkan Citra karena nampak pulas sekali.
"Gue titip Citra sama Lo !!"
.
.
__ADS_1
.
Bersambung,