
Roy menerima kabar yang cukup mengerikan. Ia mendapat laporan dari rekannya bahwa beberapa rekaman cctv yang ia lihat adalah palsu.
"Apa yang terjadi ? Apa maksudmu, rekaman cctv yang aku lihat adalah rekaman rekayasa ?" cecar Roy pada detektif yang ia sewa melalui panggilan telepon.
"Iya Roy, rekaman yang kamu kirim itu adalah rekaman rekayasa. Dan aku sudah menemukan rekaman aslinya.
File nya sudah ku kirimkan ke ponselmu. Kamu bisa melihatnya sekarang." ucap Leo, detektif swasta Singapore yang di sewa oleh Roy.
"Apa maksudmu ? Berhentilah membuatku bingung dan langsung saja ke intinya !!" pinta Roy tidak sabaran.
"Dari pada harus di jelaskan dengan kata-kata, lebih baik kamu lihat saja langsung. Aku sudah mengirimkannya." ujar Leo.
Roy pun langsung langsung memutar video yang dikirimkan Leo. Video rekaman dari kamera pengawas beberapa jam sebelum kematian ibu Nurul.
Roy tak lagi berbicara. Matanya fokus. Dengan cermat ia menyaksikan setiap peristiwa yang terjadi selama kurang lebih satu jam sebelum kematian ibu Nurul.
Dari rekaman itu, ia melihat seorang pria keluar dari ruangan VVIP yang tidak jauh dari tempat ibu Nurul dirawat bersama dengan orang itu. Hanya bagian telinga dan bagian belakang kepalanya saja yang nampak.
Namun saat mencoba melihat rekaman cctv lain yang letaknya berlawanan dari cctv sebelumnya, ternyata rekamannya terpotong kurang lebih 15 menit, tepat di saat mereka berdua keluar pintu.
Roy seperti merasa sangat familiar dengan orang yang ada di rekaman itu, tapi dia masih tidak terlalu yakin tentang siapa dia sebenarnya.
"Menurutku semua ini sudah di rencanakan. Pelaku kematian ibu Nurul bukan hanya orang itu saja. Ada orang lain di belakangnya. Dan rekaman cctv yang hilang itu, bukan karena kameranya yang rusak, melainkan di hapus oleh seseorang. Karena tidak mungkin kameranya bisa rusak pada waktu bersamaan, dan itupun hany di sekitar ruang VVIP dan lorong yang menuju ruang rawat ibu Nurul." ucap Leo mengungkapkan pendapatnya setelah melihat banyak kejanggalan.
"Dan aku yakin pria itu ada hubungannya dengan pembunuhan ini. Namun semua ini hanya sekedar asumsi ku. Aku tidak bisa membuktikan apakah pendapatku ini benar atau tidak, karena kurangnya bukti." imbuhnya terus memutar otak.
"Lalu bagaimana dengan Charlotte, karyawan Cleaning servis itu ? Apa kamu sudah mencari informasi tentangnya ?" tanya Roy.
"Charlotte, dia sudah meninggal karena kecelakaan." jawab Leo.
"Apa !!!"
__ADS_1
***
Saat ini Aris tengah melakukan pertemuan dengan Ricky tanpa sepengetahuan pihak lain. Mereka bertemu di privat room, tanpa adanya kamera pengawas atau sejenisnya.
Tujuannya jelas, mengenai harta milik keluarga Sanjaya yang beralih kepada keluarga Haryanto.
Namun secara tidak sengaja, Aksa melihat gelagat aneh papanya. Aksa pun mengikuti Aris dari belakang. Melihat papanya pergi ke tempat yang cukup asing, membuat Aksa bertanya-tanya tentang apa yang ingin papanya lakukan disana.
Ia pun memilih untuk menunggu di luar sambil terus mengamati.
Di dalam sana, Ricky dan Aris sedang membahas tentang rencana yang berkaitan dengan Darius beserta rencana licik Amanda.
Ada begitu banyak sekali rencana yang mereka rancang, mulai dari pemalsuan berkas, sampai penculikan dan pemerasan. Itulah yang di sampaikan Ricky pada Aris.
Sementara di luar sana, Aksa masih dengan sabar menunggu mereka untuk keluar. Namun ia terpaksa harus pergi karena menerima panggilan dari Roy untuk segera menemuinya di tempat biasa.
"Hallo, Sa ! Kita harus ketemu sekarang, penting !!"
Belum sempat Aksa menjawab, Roy sudah memutus panggilannya.
"Ada apa Roy ? Kenapa Lo....." belum sempat menyelesaikan ucapannya, Roy langsung memotong.
"Lihat ini !!" ucap Roy menunjukkan rekaman cctv yang ada di ponselnya.
Awalnya Aksa menganggap video rekaman itu remeh, dan tidak ada hubungannya sama sekali.
"Ada apa dengan rekaman ini ? Bukannya ini ruangan yang berbeda dengan ruangan ibu Nurul?" tanya Aksa berharap mendapat penjelasan lebih lanjut, sambil menghentikan sejenak video nya.
"Putar ulang, lagi !!!" pinta Roy.
Roy terus membiarkan Aksa menyaksikan video rekaman cctv di depannya. Ia berharap Aksa bisa menemukannya sendiri.
__ADS_1
Sesaat kemudian, betapa terkejut dan bingungnya Aksa ketika melihat ada orang lain keluar bersama dengan orang yang telah membunuh ibu Nurul.
"Ada apa ini ? Kenapa mereka keluar bersama ? Siapa dia ? Kelihatannya tidak asing, tapi ini membelakangi layar. Ada rekaman dari cctv yang lain ?" tanya Aksa tergesa-gesa dan penuh rasa penasaran.
"Rekaman cctv 28, tepat berada di arah yang berlawanan dengan cctv ini." jawab Roy sambil memberikan rekaman cctv satu lagi dari ponselnya.
"Kenapa sama sekali tidak ada yang keluar dari ruangan itu ?" tanya Aksa semakin bingung.
"Nah, itu yang mau gue cari tahu, Sa ! Gue dapat kabar dari detektif yang gue sewa kalau rekaman cctv yang kita lihat, adalah rekaman hasil rekayasa. Dan karyawan yang kita duga si Charlotte itu, dia sudah meninggal akibat kecelakaan !! Gila gak tuh ?" jelas Roy.
"Hadehh.. jadi merinding gue !! Hidup Lo udah kayak di film-film, Sa !! Harta berujung kematian. Ihhh.... untung aja hidup gue lurus-lurus aja, jadi gak banyak musuh kayak Lo !!!" oceh Roy mengomentari hidup sahabatnya.
"Menurut Leo, pria dalam video itu harus di jadikan tersangka utama. Dia sengaja menjadikan sang eksekutor sebagai pelaku satu-satunya sehingga dia bisa memintanya untuk keluar dari rumah sakit setelah memberinya uang yang cukup banyak." jelas Roy.
"Leo ? Siapa ?" tanya Aksa yang belum mengenal detektif yang di sewa Roy.
"Detektif yang gue sewa!" jawab Roy.
"Lo atau gue yang sewa ? Bukannya bayarannya pakai uang gue ya ?" ledek Aksa.
"Ck-, Kita... Kita yang sewa !!" Roy berdecak kesal, bisa-bisa nya Aksa sempat meledeknya di saat sedang serius seperti ini.
"Tapi ya, emang harusnya pake duit Lo !! Kan ini masalah Lo, bukan masalah gue. Kalau mau gue yang bayar, ya udah... tukeran aja yang jadi suaminya Citra, gimana ?! Kalau gue sih siap-siap aja. Anggap aja lagi buy one get one !" Roy balik meledek Aksa.
"Sialan Lo !! Mau gue buat impoten Lo ??" ancam Aksa kesal.
"Habisnya gue lagi serius, Lo malah bercanda !!" keluh Roy.
"Iya-iya... serius lagi nih !!" sahut Aksa.
"Gue curiga jangan-jangan dia orang yang sangat penting di rumah sakit itu. Tidak mungkin orang itu memiliki akses sejauh ini, jika dia hanya orang biasa saja." ucap Roy menyatakan opini nya.
__ADS_1
Di saat mereka tengah fokus membahas tentang permasalahan yang semakin membingungkan, tiba-tiba bel apartemen berbunyi.
Roy pun segera membuka pintu, dan betapa terkejutnya dia melihat sosok Raka berdiri di hadapannya.